MENGENAL JOHN DEWEY

By On Thursday, October 17th, 2013 Categories : Filsafat

John Dewey dilahirkan di Burlington, Vermont, pada tahun 1859 dan mewakili seorang anak Inggris masa pra-industri. Ayahnya seorang penjaga toko, namun mampu menyekolahkan John ke Universitas Vermont pada usia 16 tahun. Ia lulus pada tahun 1879 dan kemudian bekerja sebagai seorang guru SLTA. Tiga tahun kemudian ia mengambil program doktoral pada John Hopkins University. Dewey hanya memerlukan waktu dua tahun untuk menyelesaikannya lewat penulisan disertasinya mengenai aliran psikologi yang dianut oleh Kant. Pekerjaan pertama akademiknya adalah sebagai seorang dosen psikologi dan filsafat di University of Michigan. Pada tahun 1884 ia pindah ke University of Chicago, di mana ia mencurahkan tenaga untuk mendirikan sebuah sekolah laboratorium yang memungkinkannya menguji ide-ide yang berlawanan dengan pengalamannya sebagai guru (baca karyanya yang berjudul School and Society, 1902). Namun pada tahun 1905, setelah adanya sedikit masalah dengan kepemimpinan sekolah laboratorium, Dewey meninggalkan Chicago untuk bekerja di Columbia University, la bertahan di sana hingga pensiun dan meninggal di New York pada usia 92 tahun.
Dalam usianya yang panjang, Dewey terlibat dalam kehidupan filsafat dan tidak hanya membahas falsafah tradisional dalam berbagai bidang logika, etika, ilmu politik, agama, psikologi dan seni, namun juga berbicara mengenai masalah-masalah yang berkait dengan pergerakan sosial yang memperjuangkan hak pilih, serikat buruh, pembatasan kelahiran, perdamaian dunia, ketegangan antar-kelas sosial dan tranformasi masyarakat di Meksiko, Cina dan Rusia (Dworkin 1954). Suatu rangkuman lengkap atas berbagai karya Dewey disajikan oleh Jo Ann Boydston (1979). Sekalipun Dewey mengawali karirnya pada bidang psikologi yang ketika itu masih dalam bayang-bayang idealisme Jerman, ia segera mengenal dan menyukai karya berbagai penulis Amerika yang beraliran pragmatis seperti William James, Charles Peirce dan George Herbert Mead yang memulai disiplin psikologi sosial, sebuah disiplin ilmu yang mengkaji perilaku manusia. Dewey kemudian memberikan sumbangan berarti terhadap aliran pragmatis dengan menekankan peranan yang dapat dimainkan oleh metode keilmuan untuk meningkatkan kondisi manusia, dan dengan secara terbuka mengabdikan falsafahnya kepada nilai-nilai dan tujuan demokrasi. Dewey menganggap demokrasi lebih sebagai konsep moral daripada politis. Ketika disatukan dengan metode pengujian (hakikat dari ilmu pengetahuan), demokrasi merupakan suatu metode moral untuk memahami segala sesuatu. Dewey, dalam konteks ini, menjadi lambang pragmatisme Amerika, suatu peran yang tampaknya telah mendorong George Herbert Mead untuk menyatakan bahwa “sejujurnya, John Dewey adalah filsuf Amerika” (dikutip dari Morris 1970). Filsafat sosial Dewey memusat pada nilai individu dalam konteks kelompok, dan ini dimaksudkan untuk mendukung pertimbangan manusia pada umumnya. Penyelidikan ilmiah lebih disukai karena mengandung metode pertimbangan yang mampu menyediakan jawaban-jawaban sementara terhadap masalah-masalah situasional atau yang tiba-tiba muncul. Berbagai masalah tersebut meliputi ide-ide utama untuk penelitian ilmiahnya. Bagi Dewey, masalah merupakan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang, la meyakini dengan memfokuskan masalah-masalah yang ada saat ini terhadap suatu metode penyelidikan, kemanusiaan dapat merekonstruksi dan meningkatkan dirinya. Program Dewey untuk mengembangkan prag-matisme Amerika menyatukan demokrasi dan pendidikan secara ilmiah. la menjembatani disiplin konservasi dan pengalihan sosial dengan menciptakan suatu metode untuk memahami etika demokrasi, la mengajukan alasan bahwa pendidikan harus selalu bertanggung jawab terhadap saling-keterkaitan antara keberadaan pelajar, nilai-nilai masyarakat dan tugas ilmiah yang dikandung dalam setiap bidang kajian yang terorganisir. Meskipun sering dikritik, beberapa di antaranya terlalu bersifat ideologis, karya-karya Dewey terus menarik perhatian publik terpelajar yang berasal dari beragam kalangan.

MENGENAL JOHN DEWEY | ok-review | 4.5