MENGENAL GELAR DALAM DUNIA CATUR

By On Saturday, November 16th, 2013 Categories : Antropologi

Gelar dalam Dunia Catur. Pada umumnya juara nasional akan menyandang gelar Master Nasional (MN). Bila ia mengikuti turnamen internasional dengan kategori tertentu (misalnya 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16; semakin tinggi Elo Rating peserta, semakin tinggi kategorinya) dan mencapai nilai minimum, ia dapat memperoleh gelar Master Internasional (MI). Bila ia mengikuti lagi turnamen internasional dengan kategori tertentu dan memperoleh nilai minimal yang dipersyaratkan, ia mendapat Grandmaster Result (GMR) pertama. Memperolen GMR kedua berarti memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk gelar Grandmaster Internasional (GMI). Namun gelar ini baru sah dan boleh ditambahkan ke namanya bila telah diresmikan FIDE dalam sidang tahunannya di Lucerne.
Perhitungan Sonneborn – Bergar digunakan untuk mencari jalan keluar andaikata dua atau lebih pemain memperoleh angka sama dalam satu pertandingan. Cara menghitung Sonneborn – Berger (SB) adalah sebagai berikut: (1) Kemenangan = 1 x total jumlah angka pemain yang dikalahkan. (2) Remis = setengah kali total angka pemain yang bersangkutan. (3) Kalah = nol x jumlah total angka pemain (jadi tetap nol). Bila semua angka, yang diperoleh, dijumlahkan, didapat nilai Sonneborn -Berger. Perhitungan Solkoff atau Buchholz dipergunakan untuk mencari jalan keluar, jika dua atau lebih pemain memperoleh angka sama dalam satu pertandingan. Perhitungan ini biasa digunakan dalam pertandingan yang menggunakan sistem S wis. Asas yang digunakan ialah jumlah angka semua permain yang pernah dihadapi dijumlahkan, tanpa menghiraukan hasil menang, kalah, atau remis. Sistem Pertandingan yang digunakan meliputi (1) Sistem Setengah Kompetisi, (2) Sistem Swis, dan (3) Dwilomba. Dalam sistem setengah kompetisi, setiap orang harus menghadapi semua peserta pertandingan tersebut satu kali. Jadi bila terdapat 10 perserta jumlah pertandingan menjadi sembilan kali. Dalam tiap pertandingan, harus diusahakan agar tiap peserta memegang warna hitam – putih bergantian. Bila dua atau lebih pemain mendapat nilai tertinggi yang sama, pemenangnya ditentukan berdasarkan perhitungan Solkoff atau Sonneborn – Berger. Sistem Swis digunakan bila peserta pertandingan banyak, sementara panitia pertandingan tidak mempunyai cukup waktu untuk mempertemukan para pemain dengan setiap peserta. Asas utama pertandingan ini ialah (a) jumlah peserta harus genap, (b) seorang pemain hanya main sekali dengan lawan yang pernah dihadapinya, (c) pemain-pemain dengan jumlah angka sama atau jumlah angka terdekat dipertandingkan satu sama lain, (d) warna buah catur sedapat mungkin silih berganti. Dwilomba adalah pertandingan antara dua orang. Hal ini sering terjadi pada perebutan gelar penantang juara atau juara catur dunia. Dwilomba untuk perebutan gelar juara dunia terdiri atas 24 partai, final penantang dunia 16 partai, semi final 12 partai, dan perempatan final 10 partai.

MENGENAL GELAR DALAM DUNIA CATUR | ok-review | 4.5