MENGENAL FRIEDRICH A. HAYEK

By On Friday, October 25th, 2013 Categories : Filsafat

Dikenal sebagai penerima Hadiah Nobel Ilmu Ekonomi (bersama dengan Gunnar Myrdal) pada tahun 1974, Friedrich August von Hayek lahir di Wina pada 8 Mei 1899. Ia memperoleh dua gelar doktor di Universitas Wina —Dr jur (1921) dan Dr rer.pol. (1923) dan menjadi dosen privat dalam bidang Ekonomi Politik pada 1929. Ia menjadi direktur Austrian Institute for Economic Research mulai dari tahun 1927 hingga 1931. Pada tahun 1931 ia ditunjuk sebagai Tooke Profesor of Economic Science and Statistics oleh University of London. Ia menerima gelar DSc dari lembaga itu pada 1944. Ia menetap di London hingga 1950, ketika ia kemudian pindah ke AS dan mendapat posisi di University of Chicago. Ia kembali ke Eropa pada 1962 sebagai Profesor of Economic Policy di University of Freiburg dan setelah pensiun dari lembaga itu pada 1967, ia menerima posisi sebagai profesor kehormatan di University of Salzburg, yang kemudian memberinya gelar doktor kehormatan pada tahun 1974. Hayek ikut ambil bagian dalam pendirian Mont Pelerin Society pada April 1947, suatu perkumpulan yang bertujuan membantu memelihara dan mengembangkan masyarakat yang bebas. Ia menjabat presiden perkumpulan itu selama dua-belas tahun. Cakupan pemikiran Hayek yang luas tercermin dari sumbangannya terhadap ilmu ekonomi. Antara lain teori fluktuasi ekonomi; teori modal murni; teori perencanaan ekonomi di bawah sosialisme dan persaingan kapitalisme; dan metodologi ekonomi. Selain melahirkan sekian banyak artikel, teori fluktuasi ekonominya tampil dalam dua buku: Monetary Theory and the Trade Cycle (1926 dan 1933) dan Price and Production (1931). Dimulai dari teori ‘proses kumulatif Wicksell, Hayek memperluas dan memodifikasi teori Wicksell dan kemudian meneruskan dengan mengembangkan teorinya sendiri mengenai fluktuasi- fluktuasi ekonomi yang memasukkan unsur-unsur lain dan baru seperti bagaimana perubahan-perubahan kuantitas uang mempengaruhi harga-harga relatif, bukan tingkat harga secara umum, serta alokasi sumber daya, khususnya antara produsen dan konsumen barang; gangguan investasi dan tabungan sukarela yang timbul dalam periode tersebut, serta pengaruhnya terhadap ‘tabungan terpaksa’, kredit bank dan akumulasi modal. Semuanya ia rangkum dalam sebuah model mekanisme harga yang secara gamblang menjelaskan cara kerja ekonomi dalam konteks fluktuasi-fluktuasi itu. Pada 1941, Hayek menerbitkan The Pure Theory of Capital, suatu risalah mengenai teori modal. Di antara sekian banyak topik yang dibahasnya dan memberi sumbangan kepada teori modal adalah konsep ‘keseimbangan intertemporal’ ; produktivitas investasi fisik; fenomena pertumbuhan alamiah; ‘periodeinvestasi’; gagasan ‘kekuatan bunga ‘(force of interest)-, dan yang terakhir, ‘barang-barang tahan lama’ (durable goods). Selain sumbangannya terhadap teori ekonomi, Hayek tidak pernah melupakan pengakuan atas pengaruh penerusnya, J.M. Keynes, yang General Theory-nya (1936) diterima sebagai paradigma baku dari fluktuasi-fluktuasi ekonomi. Teori modal mahzab Austria, menjadi tampak ketinggalan zaman ketika muncul karya Hayek Pure Theory of Capital, meskipun pada awalnya karyanya di bidang ini sebagian besar diabaikan.
Dalam periode karirnya kemudian, Hayek membaktikan diri pada bidang filsafat serta metodologi ilmu politik dan sosial; terbitan paling populer darinya di bidang ini adalah The Road to Serfdom (1944) dan The Counter Revolution in Science (1952).

MENGENAL FRIEDRICH A. HAYEK | ok-review | 4.5