MENGENAL FRANCISCO FRANCO (1892-1975)

By On Tuesday, March 18th, 2014 Categories : Review

Diktator Spa­nyol yang berkuasa sejak 1939 sampai meninggalnya pada tahun 1975. Ia sepenuhnya menguasai Spanyol setelah Perang Saudara Spanyol (1936-1939) ber­akhir. Dalam perang sau­dara tersebut ia membawa kemenangan bagi pasukan nasionalis atas pasukan lo­yalis (kaum Republikan).
Ia berkuasa sekaligus seba­gai kepala negara, perdana menteri, komandan ang­katan bersenjata, dan pe­mimpin Falangis (satu- satunya partai politik di Spanyol). Ia menyebut di­rinya sebagai El Caudillo (Pemimpin). Pada tahun- tahun pertama rezimnya, ia selalu berusaha menying­kirkan setiap bentuk oposisi.
Karier militernya dimulai ketika ia masuk Akade­mi Infanteri di Toledo. Antara tahun 1912 dan 1927, ia memegang komando pada pos-pos penting di Mo- roko, daerah protektorat Spanyol. Kariernya naik pe­sat. Pangkatnya naik menjadi jenderal ketika umur­nya baru 34 tahun.
Tahun 1931 Spanyol menjadi republik. Selama li­ma tahun setelah itu, republik baru ini diguncang per­tikaian antarkelompok politik yang semakin merun­cing. Mulanya Franco berusaha untuk tidak terlibat dalam pertikaian tersebut. Tetapi ketika kaum kon­servatif moderat memenangkan pemilihan umum ta­hun 1933, Franco memihaknya. Tahun 1934, ia mem­bantu menumpas pemberontakan kaum kiri. Ia pun kemudian menjabat kepala staf angkatan bersenjata pada tahun 1935. Dalam pemilihan umum setahun ke­mudian, kaum kiri mendapat suara terbanyak dan ber­kuasa. Franco disingkirkan ke Kepulauan Kanari.
Beberapa pemimpin angkatan bersenjata merenca­nakan suatu kudeta terhadap pemerintahan kiri pada tahun 1936. Franco tidak langsung menerima renca­na ini. Tetapi ketika kepadanya ditawarkan posisi se­bagai komandan yang mengepalai bagian terpenting dalam angkatan bersenjata, Franco pun setuju ikut ambil bagian. Revolusi pecah dalam bulan Juli 1936, dan perang saudara mengancam seluruh negeri. Dua setengah bulan kemudian, para jenderal pemimpin pemberontakan mengangkat Franco sebagai koman­dan dan diktator. Pasukan Franco, yakni kaum Na­sionalis, mendapat dukungan penuh dari Jerman dan Italia. Tanggal 1 April 1939, setelah 32 bulan per­tempuran sengit, kaum Nasionalis memperoleh ke­menangan mutlak. Franco menjadi diktator.
Sebagai diktator, Franco bersikap netral selama Pe­rang Dunia II. Namun ia mengirimkan “para suka­relawan” untuk membantu pasukan Jerman melawan Uni Soviet. Setelah perang, Sekutu tidak berbuat ba­nyak terhadap Spanyol.
Karena antikomunis, Spanyol didekati oleh negara Barat selama Perang Dingin dengan Uni Soviet. Ta­hun 1953, Franco mengizinkan Amerika Serikat mem­bangun pangkalan angkatan laut dan udara. Sebagai imbalan, Spanyol menerima bantuan ekonomi dan mi­liter. Bantuan ini berhasil memperbaiki kehidupan ekonomi Spanyol, walaupun negeri itu tetap merupa­kan salah satu negara miskin di Eropa Barat.
Tahun 1947, Franco menegaskan bahwa Spanyol akan kembali menjadi negara kerajaan segera setelah ia mengundurkan diri. Tahun 1969 ia menunjuk Pa­ngeran Juan Carlos, cucu Raja Alfonso XIII meninggalkan Spanyol pada tahun 1931, sebagai . penggantinya dan calon Raja Spanyol. Juan Carios segera naik takhta pada tahun 1975.

MENGENAL FRANCISCO FRANCO (1892-1975) | ok-review | 4.5