MENGENAL FORD, HENRY (1863-1947)

By On Sunday, March 16th, 2014 Categories : Review

Pelopor dalam indus­tri permobilan Amerika Serikat dan pendiri Ford Mo­tor Company, salah satu perusahaan mobil terbesar di Amerika Serikat. Per­usahaan inilah yang perta­ma kali memperkenalkan sistem pembuatan mobil bagian demi bagian lewat ban berjalan untuk mem­percepat produksi dan me­nekan biaya. Ford juga di­kenal sebagai seorang der­mawan. Bersama anaknya,
Edsel, ia mendirikan yayas­an sosial terbesar di dunia, The Ford Foundation, un­tuk memajukan kesejahte­raan manusia di mana saja.
Henry Ford anak se­orang imigran Irlandia. Pada umur 15 tahun ia putus sekolah dan magang pada seorang ahli mesin di De­troit. Di sinilah Ford berkenalan dengan mesin pem­bakaran dalam untuk pertama kalinya. Setelah^ ma­gang selama tiga tahun, ia membuka bengkel mesin di rumah orang tuanya, sambil bekerja sebagai pega­wai di perusahaan mesin Westinghouse.
Ia menambah keahliannya dengan membaca dan melakukan berbagai eksperimen. Tahun 1893 ia di­tunjuk sebagai kepala bagian instalasi mesin perusa­haan listrik Edison di Detroit. Karena pekerjaannya hanya mengawasi dan menunggu panggilan, ia mem­punyai cukup waktu untuk meneruskan eksperimen­nya. Impiannya adalah membuat kendaraan yang da­pat dijalankan tanpa tenaga kuda. Menjelang tahun 1896, ia berhasil membuat kendaraan bermotor yang pertama. Tahun 1899, ia mengundurkan diri dari Edi­son Company dan mendirikan perusahaan mobil ber­sama beberapa rekannya. Karena tidak ada kecocok­an di antara mereka, Ford memutuskan untuk mening­galkan perusahaan ini dan mengkhususkan diri dalam pembuatan mobil balap. Tahun 1904 mobil balapnya “999” memecahkan rekor dunia dan reputasinya se­bagai pembuat mobil semakin kuat. Perusahaan ba­runya dinamakan Ford Motor Company.
Tahun 1906 Ford berhasil menguasai sebagian be­sar saham perusahaan dan menjadi presiden direktur­nya. Ford seorang yang bersifat sosial. Kepada bu­ruhnya ia pernah menetapkan upah minimum 5 do­lar sehari, padahal pada masa itu upah buruh ber­pengalaman hanya 2,5 dolar sehari.
Tahun 1919 Ford mengangkat anaknya, Edsel, se­bagai presiden direktur perusahaannya. Tahun 1932, Ford mulai mengurangi kegiatan usahanya dan men­curahkan perhatian pada kegemaran dan usaha sosial. Di tempat kelahirannya, Dearborn, ia mendirikan Green Village, kampung pelestarian bangunan dan tempat bersejarah, seperti laboratorium Thomas A. Eddison. Juga didirikan Museum Henry Ford yang memamerkan kemajuan yang dicapai manusia dalam bidang ilmu pengetahuan, penemuan, pengolahan, ke­rajinan tangan, transportasi, dan pertanian. Tetapi sumbangannya yang paling besar adalah The Ford Foundation, untuk membantu usaha-usaha ilmu pen­getahuan, pendidikan, dan kegiatan sosial untuk me­majukan kesejahteraan umum.
 
 
MENGENAL FORD II, HENRY (1917-1987)
Cucu Henry Ford dan anak Edsel yang menyelamatkan The Ford Motor Company dari kebangkrutan. Ketika ayahnya mening­gal (1943), ia masih berdinas di angkatan laut. Ia se­gera dibebaskan dari ikatan dinasnya untuk menge­lola perusahaan keluarga mendampingi kakeknya. Ia menjadi presiden direktur perusahaan tahun 1945, pa­da saat perusahaan Ford sedang mengalami kemun­duran. Perusahaan ini merugi sekitar 9 juta dolar sebulannya.
Ford II segera melakukan pembenahan, dengan membayar para ahli. Sepuluh tahun kemudian per­usahaan Ford mencatat keuntungan bersih 430 juta dolar. Produknya yang memperoleh sukses besar ada­lah Thunderbird (1954) dan Mustang (1964). Tahun 1930 Ford II menyerahkan pimpinan perusahaan ke­pada Philip Cadwell. Setelah itu sampai saat mening­gal (1987), Henry Ford II secara resmi menjabat Ke­pala Panitia Dewan Keuangan pada Ford Motor Com­pany.
 

MENGENAL FORD, HENRY (1863-1947) | ok-review | 4.5