MENGENAL DAVID HUME

By On Friday, October 25th, 2013 Categories : Filsafat

Meskipun sepintas lalu pemikiran Hume yang sangat diwarnai konsepsi kemanusiaan Newton nampak klise, dan para mahasiswa di abad 20 sudah mengetahui keterbatasan konsepsi-konsepsinya seperti mekanisme komunikasi dan pengembangan kesadaran diri (yang dinilai tidak lebih dari individualisme sempit yang tak sesuai dengan sejarah), kita tetap dapat mengatakan bahwa Hume memiliki kedudukan yang penting dalam sejarah ilmu-ilmu sosial. Rekan-rekan dekatnya seperti Ferguson dan Adam Smith menarik lebih banyak perhatian, meskipun iasa Hume dalam pengembangan wawasan dan metode ilmiah dan ilmu-ilmu sosial tidak kalah besarnya. Namun hal itu sendiri beralasan, karena sebagian teori Hume terbilang “kadaluarsa” apabila dibandingkan dengan teori dari tokoh-tokoh besar lainnya di zamannya. Pemikiran-pemikiran sosial dan politiknya seperti konsep republikanisme, humanisme sipil atau politik orang terhormat relatif sederhana, bahkan terkesan seperti pengetahuan awam. Segenap kontribusi Hume dalam ilmu politik, yang disebutnya “ilmu tentang kaitan antara manusia dengan masyarakatnya” dapat dipilah menjadi tiga hal pokok, yakni: teori tentang keadilan dan pemerintah yang menjadi bagian dari etika naturalistik; kajian umum tentang politik dan ekonomi; serta History of England.
Dengan segala keterbatasannya, ketiga hal tersebut menduduki peran penting dalam pengembangan ilmu politik dan konsepsi modernisasi, karena memberi pengaruh pada rezim-rezim pemikiran menonjol seperti aliran Revolusi dan Hannover, yang kesemuanya berperan penting dalam pengembangan aspek filosofis dan empiris dalam peradaban politik Eropa modern. Natural law rumusan Hume juga diterima sebagai fondasi ilmu politik, meskipun ia dihujani kritik oleh para ilmuwan politik lainnya seperti Hobbes. Rumusan Hume tentang hukum dan keadilan, antara lain berupa konsepsi tiga hukum alam yang melandasi kepemilikan pribadi, merupakan pilar pokok dalam perkembangan ilmu politik, dan juga ekonomi, pada zamannya. Secara umum, filosofi Hume dipandang bersifat skeptis. Misalnya saja, ia curiga bahwa modernisasi akan meracuni kehidupan sosial masyarakat. Meskipun realisme sosiologi Hume yang melandasi teori tentang keadilan dan pemerintah dipuji, banyak pengamat bahwa Hume telah melakukan kesalahan fatal, la mendasarkan pemikirannya pada ide kontrak sosial yang dipahaminya secara keliru. Karena itu sejumlah ilmuwan berpendapat bahwa jasa Hume sebenarnya tidak sebesar yang diyakini kebanyakan orang. Gagasannya tentang adanya masyarakat rasional yang didasarkan pada hukum Tuhan, misalnya, ternyata tidak mendapat perhatian, bahkan bertentangan dengan falsafah dasarnya sendiri. Pendekatan filsafat Hume dalam ilmu politik ternyata tidak menonjol. Para ilmuwan politik kontemporer di Inggris bahkan tidak mengakui kedudukannya, baik sebagai orang Skot kosmopolitan yang cemerlang, maupun sebagai ilmuwan berhaluan Newton. Pandangan pedas Hume tentang pemerintah dan struktur politik Inggris (Hume antara lain mengusulkan peninjauan kembali atas sistem monarki di Eropa) ikut membuatnya kurang populer. Karyanya, History of England, bahkan dijadikan bahan pembenaran oleh Partai Konservatif Inggris untuk melakukan langkah-langkah pembatasan peran pemerintah (seperti yang dianjurkan Stuarts) Inggris, meniru kecenderungan yang telah terjadi di sejumlah negara Eropa lainnya.

MENGENAL DAVID HUME | ok-review | 4.5