MENGENAL DARMOSUGONDO (1910-1967)

By On Tuesday, February 18th, 2014 Categories : Antropologi

Wartawan yang aktif meliput peristiwa pergerakan kemerdekaan. Berbekal ijazah MULO dan Sekolah Dagang, ia terjun ke bidang jurnalistik. Pada mulanya ia bekerja di harian Darmo Kondo di Solo, tetapi terkena delik pers karena dituduh menghina seorang dokter. Ia kemudian membantu Derbagai surat kabar dan mingguan, di samping melakukan kegiatan di bidang siaran radio.
Setelah Jepang menduduki Indonesia, ia bekerja pada siaran radio milik penjajah yang bernama Nippon Hoso Kyoku, di samping menjadi wartawan harian Asia Raja untuk wilayah Solo. Tetapi kemudian ia ditangkap Kenpeitai, dengan tuduhan melakukan aksi bawah tanah. Ia tetap menggeluti bidang jurnalistik sampai masa awal revo?usi. Ketika terjadi pemberontakan komunis di Madiun pada tahun 1948, ia diperbantukan sebagai Staf Penerangan Gubernur Militer. Jabatan ini terus dipegangnya sampai masa penyerahan kedaulatan.
Ketika Belanda menduduki Solo dalam Clash II, ia bekerja pada Jawatan Penerangan Belanda (Rege- rings Voorlichtings Dienst). Namun kemudian ia ditangkap dan dipenjarakan, karena terbukti mencuri berbagai dokumen penting milik Belanda dan menyerahkannya kepada para pejuang. Ia baru dibebaskan setelah adanya Perjanjian Roem-Royen. peristiwa yang diliputnya antara lain Pekan Olahraga Nasional I di Solo, Pelantikan Presiden RIS, Peristiwa 17 Oktober 1952, Konferensi Asia-Afrika, Sidang Konstituante, Penyiaran Dekrit Presiden 1959, peristiwa Cikini, dan Operasi Merdeka.
Ia seorang yang dekat dengan Presiden Sukarno dan sering mengikuti perjalanan kepala negara itu. Tahun 1946, ia ikut mendirikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

MENGENAL DARMOSUGONDO (1910-1967) | ok-review | 4.5