MENGENAL DARMOSOEGITO (1892-1972)

By On Tuesday, February 18th, 2014 Categories : Antropologi

Seorang wartawan yang membaktikan lebih dari separo usianya dalam dunia pers. Beberapa kali ia harus berhadapan dengan pengadilan karena tulisanya. Adakalanya dia dihukum.
Mula-mula Darmosoegito bekerja sebagai guru sekolah Ongko Loro, yakni sekolah bagi anak-anak pri-bumi yang tidak mendapat pelajaran bahasa Belanda. Sejak menjadi guru ia sering membantu berbagai surat kabar. Tulisannya sering menyinggung tingkah laku sejumlah pamong praja yang dianggap merugikan rakyat. Itulah sebabnya ia akhirnya dilarang berdiam di wilayah tempat ia berkarya.
Darmosoegito pernah dilarang berdiam di Kudus, Demak, Pekalongan, Slawi, dan sekitarnya. Bahkan akhirnya ia pun dipecat dengan tidak hormat sebagai guru Gubernemen. Sejak itu ia pergi ke Yogyakarta untuk membantu perjuangan Ki Hadjar Dewantara. Bersama pemimpin Taman Siswa itu, Darmosoegito mengadakan aksi menentang Wilde Scholen Ordonnantie atau Ordonansi Sekolah Liar yang hendak di-paksakan Belanda.
Pada jaman pendudukan Jepang Darmosoegito menjadi wartawan dan agen harian Asia Raya untuk daerah Yogyakarta. Kemudian pada masa revolusi ia bekerja sama dengan BM Diah yang memimpin harian Merdeka. Selain seorang wartawan, Darmosoegito juga ahli gending dan kitab Jawa kuno. Ia juga mendalami ilmu kasepuhan, soal keris, dan soal budaya lainnya. Tokoh ini mendapat gelar Perintis Pers Indonesia.

MENGENAL DARMOSOEGITO (1892-1972) | ok-review | 4.5