MENGENAL CHARLES DICKENS, (1812-1870)

By On Friday, February 21st, 2014 Categories : Review

Penulis Inggris yang mempunyai tempat tersendiri dalam sejarah kesusastraan negara ini, karena kemampuannya melukiskan watak tokoh dengan nyata dan hidup. Novelnya dipentaskan, dibuat film, bahkan dijadikan komedi musik. Kehangatan pribadinya dan kemampuannya melihat segi kejenakaan dari kehidupan dapat dirasakan dalam karyanya. Barangkali oleh karena itulah ia menjadi tokoh paling populer dalam kesusastraan dunia.
Charles Dickens lahir di Portsmouth. Orang tuanya pindah ke London sewaktu ia berumur dua tahun. Ayahnya sering kekurangan uang, malah pernah masuk penjara karena tidak dapat membayar utang. Akibatnya, Charles keluar masuk sekolah dan pada umur 12 tahun sudah harus bekerja. Padahal, ia suka sekali membaca dan menulis.
Tahun 1820-an Dickens menjadi wartawan. Ia mengumpulkan semua tulisannya yang dimuat dalam harian Evening Chronicle dalam sebuah buku berjudul Sketches by Boz (1836). Ia menjadi terkenal seketika dengan menerbitkan bulanan The Posthumous Papers of the Pickwick Club, yang menceritakan pengalaman lucu sekelompok orang berwatak aneh. Dickens melukiskan watak semua orang dalam kelompok tersebut dengan sangat hidup dan jenaka. Tahun 1850-1859, ia menjadi editor untuk Household World; dari tahun 1859 sampai meninggalnya editor untuk All the Year Round.
Selain menulis, Dickens juga giat dalam pekerjaan sosial menolong anak yatim piatu dan orang papa. Di sini ia menemukan banyak kepahitan hidup, dan kesejangan sosial, yang kemudian diangkatnya dalam bentuk tulisan. Oliver Twist (1837-1839) adalah contoh tulisannya tentang pengalaman pahit anak yatim piatu. Nicholas Nickleby (1838-1839) mengecam keserakahan para pemilik sekolah swasta waktu itu. Christmas Carol (1843) menceritakan si kikir Ebenezer Scrooge, yang menjadi sadar akan kekikirannya setelah pada malam Natal kedatangan tiga hantu yang membawanya ke masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. David Copperfield (1849-1850) lebih merupakan autobiografi. Di antara semua itu, karya Dickens yang terbesar adalah Bleak House (1852-1853). Buku ini memaparkan banyak kepincangan dan kejahatan sosial di bawah selimut hukum. Buku ini juga menyerang manusia-manusia yang suka berkedok orang saleh berperikemanusiaan tinggi, padahal yang diingat hanya kepentingan dan keuntungan sendiri.

MENGENAL CHARLES DICKENS, (1812-1870) | ok-review | 4.5