MENGENAL CHARLES DARWIN

By On Thursday, October 17th, 2013 Categories : Filsafat

Charles Darwin dikenal sebagai penemu teori evolusi modern. Sekalipun ia bukan orang pertama yang mengajukan teori transmutasi spesies, bukunya yang berjudul Origin of Species (Asal-muasal Spesies) yang ditulisnya tahun 1859. memicu debat para ilmuwan mengenai evolusi. Buku ini tidak hanya membahas argumen dasar mengenai evolusi, melainkan juga mengajukan suatu mekanisme pembahan yang disebut “natural selection” (seleksi alam). Sekalipun mekanisme itu masih kontroversial hingga ditemukannya teori genetis Mendel pada abad 20, mekanisme itu kini telah dijadikan dasar untuk menjawab dasar persoalan mengenai perubahan spesies. Darwin juga secara berani membahas implikasi evolusi itu terhadap sejarah manusia dalam bukunya yang berjudul Descent of Man (Nenek Moyang Manusia) yang ditulisnya pada tahun 1871. Buku itu menjelaskan kaitan manusia dengan nenek moyangnya yang menyerupai kera dan implikasi dari kaitan itu dengan hakikat masyarakat manusia.¬†Charles Robert Darwin dilahirkan di Shrewsbury, Inggris. Ayahnya adalah seorang dokter terkemuka. Kakeknya, Erasmus Darwin, juga seorang dokter ternama yang pernah mengajukan suatu teori evolusi pada tahun 17 90-an. Ketika kuliah di sekolah kedokteran di Edinburgh, Darwin mengenal R.E. Grant, seorang penganut teori evolusi Lamarck yang sangat berperan membangkitkan antusiasmenya mengenai persoalan-persoalan mendasar dalam ilmu biologi. Darwin kemudian pindah ke Cambridge untuk memperoleh kesaijanaan teologi Anglikan. Di tempat itu ia mengenal ahli botani John Henslow dan ahli bebatuan Adam Sedwick. Setelah memperoleh gelar, ia bekerja sebagai seorang ahli ilmu alam pada kapal survei HMS Beagle selama lima tahun (1831-6). Selama perjalanan ia mempelajari bebatuan dan tumbuhan Amerika Selatan. Ia terpengaruh oleh teori bebatuan yang dikemukakan oleh Charles Lyell yang menyatakan bahwa semua bebatuan mengalami perubahan secara pelan dan bertahap. Ia mengajukan beberapa teori bebatuan, khususnya yang menyangkut pembentukan batu koral. Hewan-hewan yang ditemui nya di kepulauan Galapagos (di Pasifik wilayah Amerika Selatan) memaksanya mengubah keyakinannya mengenai kelanggengan spesies. Kenyataan menunjukkan bahwa makhluk yang berasal dari jenis sama yang hidup di dua tempat terpisah mempunyai bentuk yang berbeda dari bentuk aslinya. Sekembalinya ke Inggris Darwin bergabung dalam suatu kelompok ilmuwan di London dan menjadi anggota aktif selama 6 tahun (1836- 1842). Dukungan keluarga memungkinkannya untuk menikah dan meraih status terhormat di daerah Down di Kent, Darwin juga mengalihkan perhatiannya kepada masalah mekanisme evolusi. Ia menyadari evolusi menyesuaikan populasi makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya, namun ia sendiri belum memikirkan kemungkinan bahwa penjelasan Lamarck mengenai pewarisan sifat-sifat genetik dapat menyumbang teori evolusinya. Ia mempelajari teknik seleksi buatan yang digunakan oleh para penangkar hewan dan mengenal prinsip-prinsip peluasan populasi yang diajukan T.R. Malthus dalam bukunya Essay on the Principle of Population. Darwin menyempurnakan teorinya mengenai seleksi alam yang kemudian menyatakan bahwa populasi yang terlalu banyak menyebabkan timbulnya persaingan dalam memperoleh makanan, bertahan hidup dan berkembang, sehingga yang tidak mampu bersaing akan tersingkir dan punah. Pertanyaan di seputar kaitan teori evolusi dengan paham kapitalisme hingga kini masih kontroversial. Darwin menuliskan pokok-pokok teorinya pada tahun 1842 sampai 1844. namun ia belum menerbitkannya. Sekalipun ia kemudian menderita sakit yang parah, ia masih meneruskan penyelidikannya dengan mempelajari
kehidupan cacing yang diharapkannya dapat menjelaskan masalah evolusi dan meluangkan sebagian waktunya untuk menulis biografi. Hanya beberapa ahli ilmu alam yang mengetahui adanya beberapa studi evolusinya yang belum terselesaikan, misalnya ahli tumbuhan J.D. Hooker. Pada pertengahan 1850-an ia menyadari arti penting divergensi tersebut dan mengkhususkan dirinya pada penyelidikan masalah evolusi serta mulai menulis teori evolusi untuk dipublikasikan. Sekitar tahun 1858 muncul tulisan A.R. Wallace mengenai seleksi alam yang menyebabkan Darwin terdorong menulis abstraksi buku pertamanya berjudul Origin of Species yang menghebohkan itu Buku tersebut memicu begitu banyak kontroversi, namun Darwin mempunyai rekan ahli ilmu alam yang simpati dengan pendapatnya, di antaranya adalah J.D. Hooker dan T.H. Huxley yang memastikan bahwa teori Darwin tidak akan diabaikan. Sekitar tahun 1870-an ide dasar mengenai evolusi telah diterima secara luas, sekalipun pemikiran mengenai seleksi alam masih kontroversial. Masyarakat ilmuwan maupun non-ilmuwan masih menganggap mekanisme seleksi alam terlalu kejam dan tidak sesuai dengan keyakinan filsafat maupun agama mereka. Darwin akhirnya menerima kehadiran teori Lamarckisme dan kombinasi teori keduanya menjadi sangat populer pada akhir abad 19 Risetnya: mengenai evolusi dimaksudkan untuk merekonstruksi pohon kehidupan dari berbagai bukti anatomis maupun purbakala. Penelitian Darwin selanjutnya berkisar pada kehidupan tanaman guna menjelaskan asal variasi struktur tanaman berrssarkan teori seleksi alam. Ia juga mempelajari manfaat cacing tanah terhadap kesuburan tanah. Darwin telah menyadari akibat yang dapat ditimbulkan oleh teori evolusi manus.a. serangga ia tidak membahasnya dalam Ongin of Speaes demi menghindari kontroversi. Darwin menggunakan teori T.H Huxiey untuk mendukung pendapamya bahwa manusia mempunyai ikatan erat dengan kera. Sebagian besar bukunya menganggap bahwa evolusi mental dan sosial berjalan secara wajar. Darwin berpendapat ras kulit putih merupakan ras yang paling maju, sedangkan ras kulit hitam adalah yang terdekat dengan nenek moyang keranya. Ia menganggap benua Afrika merupakan tempat terjadinya evolusi manusia dan berasumsi bahwa faktor yang membedakan manusia dari nenek moyang kera adalah kebiasaan untuk menggunakan kedua kaki sebagai alat berjalan. Bipedalisme itulah yang kemudian membebaskan kedua tangan sebagai peralatan atau senjata, dan mempertinggi kecerdasan manusia seiring dengan membesarnya volume otak manusia. Ia menjelaskan kewajiban-kewajiban moral sebagai pola-pola perilaku yang telah dianut oleh nenek moyang sebagai akibat kehidupan sosial mereka. Bukunya, Ex-pressions of the Emotions in Man and the Animals yang ditulisnya pada tahun 1872, menjelaskan banyak aspek perilaku manusia yang merupakan cerminan dari tingkah laku atau insting hewan.

MENGENAL CHARLES DARWIN | ok-review | 4.5