MENGENAL ARSITEKTUR INDIA

By On Monday, March 31st, 2014 Categories : Antropologi

MENGENAL ARSITEKTUR INDIA – Bermakna agama tetapi ber­citra manusiawi. Bangunan-bangunannya dihias se­cara mewah agar dapat dinikmati sebagai tempat yang indah. Arsitektur klasik India tak dapat dipisahkan dari perkembangan agama. Bangunan-bangunan non- agama umumnya dibangun dari bahan-bahan yang tidak permanen, seperti kayu, tanah liat, dan batu bata. Tetapi kuil, tempat tinggal para rahib, makam, dan stupa dibuat dari batu.
Sebelum ada pengaruh agama Islam pada Abad Pertengahan, di India terdapat tiga gaya arsitektur se­suai dengan masa perkembangan agama di sana, yakni Budha, Jain, dan Hindu. Pengaruh Hindu paling me­luas, peninggalannya mulai tampak sekitar abad ke-5 hingga jaman modern. Namun bangunan tertua yang ada sejak abad ke-3 SM adalah peninggalan Budha.
Dari abad ke-3 SM sampai abad ke-3, arsitektur India dimulai pada masa Dinasti Maurya (Patna modern) yang meluaskan wilayah kerajaannya sam­pai Afganistan dan Persia. Pada tahun 266 SM, Asoka mengukirkan prinsip-prinsip pemerintahan pada batu cadas dan kolom. Batang kolomnya mengecil ke atas dengan kepala kolom dari batu tunggal. Sebagai gam­baran bunga teratai yang menguncup menopang ro­da hukum. Tiap kolom melambangkan tiang kosmik yang memisahkan langit dari bumi dan menandakan pemerintahan yang teratur serta adil berdasarkan sang Budha.
Para penganut Jain dan Budha memahat batu ca­das menjadi kuil dan biara di bukit-bukit. Selain itu mereka juga menggunakan batu untuk membangun stupa dan bangunan keagamaan lainnya. Karya-karya monumental saat itu diciptakan terutama untuk me­menuhi kebutuhan keagamaan. Di Deccan sebelah ba­rat, kuil-kuil batu cadas meniru struktur bangunan tunggal dari kayu dan batu bata. Gambarnya terda­pat pada relief susuran tangga, gerbang stupa, mau­pun tembok gua. Wihara yang juga dari pahatan ba­tu cadas, mempunyai bentuk emperan bertiang yang ruang dalamnya dikelilingi kamar-kamar kecil pada ketiga sisinya.
Dari abad ke-4 sampai ke-8, perkembangan arsitek­tur India lebih terpusat pada wihara. Wihara dari pa­hatan batu cadas mencapai kesempurnaan bentuknya sekitar abad ke-5 dan 6. Saat itu jumlahnya mencapai sekitar 1.200 buah. Kuil Budha yang disebut Chaitya menjadi pusat perhatian karena patung-patungnya sangat indah. Wihara ini memiliki serambi bertiang dan muka emperannya juga bertiang dengan sederet kamar kecil untuk para rahib di kedua sisi. Di sisi pa­ling dalam terdapat tempat suci yang diapit oleh dua kamar.
Antara abad ke-6 dan 8, kuil-kuil Hindu berhias­kan patung-patung raksasa pada dindingnya, baik di sebelah dalam maupun luar. Kuil batunya berukuran kecil, berbentuk kubus, dengan atap datar serta se­rambi, dan berdiri di atas alas berbentuk kaki pon- dasi yang sekaligus membentuk jalan keliling yang beratap. Pada abad ke-8 sampai 10, perkembangan arsitektur India terpusat pada kuil Hindu yang di­bangun dari batu dan bata. Pada dasarnya kuil Hindu terdiri atas ruang suci dengan denah bujur sangkar yang bangunan bagian atasnya dipadukan dengan ber­bagai gaya daerah.
Pengaruh Islam berkembang di India sejak abad ke-13, ketika penakluk-penakluk Islam mendirikan mesjid di Delhi dengan tiang-tiang dari kuil Hindu. Mesjid memiliki ruang besar dengan kubah yang di­kelilingi deretan tiang beratap; dinding mukanya ber- tabir lubang-lubang berbentuk busur. Di Delhi, mo­numen Islam yang tertua adalah Qutb Minar, menara dengan ukiran kaligrafi di sekelilingnya. Dinasti Khalji (1290-1320) membuat mesjid dengan kombinasi batu pasir merah, pualam putih, serta busur berbentuk pe­rahu terbalik. Bangunan pada masa Dinasti Tughlug (1320-1414) umumnya sangat besar, terbuat dari din­ding batu pasir tanpa hiasan dengan kubah pualam yang membentuk corak India. Makam-makam Dinasti Sayyid (1414-1451) dan Lodi (1451-1526) bervariasi mulai dari bentuk makam kosong di dalam bangunan bertiang hingga selasar beratap yang mengelilingi mo­numen berbentuk bujur sangkar atau segi delapan.
Di antara langgam-langgam India, aliran Gujarat- lah yang meninggalkan bangunan paling indah, di antaranya Mesjid Jami di Ahmadabad (1423) dan Mesjid Sidi Sayyid (1515). Salah satu bangunan Islam India yang terbesar—suatu musoleum yang bertingkat- tingkat—berasal dari danau buatan yang didirikan oleh Raja Bengal dan Delhi pada sekitar tahun 1540. Banyak musoleum dibuat dari batu pasir merah dan pualam, di antaranya yang paling terkenal Taj Mahal di Agra. Bangunan yang dianggap sebagai bangunan terindah di dunia ini dibangun oleh Shah Jehan untuk makam istri yang paling dicintainya, Mumtaz Mahal.
Pada abad ke-18 hingga 19, pengaruh Barat meng­hasilkan arsitektur yang tidak murni dan melahirkan bangunan-bangunan kolonial bermutu. Kota New Delhi yang bergaya Inggris merupakan kesatuan ar­sitektur yang lengkap dengan segala kemudahannya, sedangkan coraknya mengikuti bangunan-bangunan karya Le Corbusier.

MENGENAL ARSITEKTUR INDIA | ok-review | 4.5