MENGENAL ABDUL RAHIM KAJAI, (1894-1943)

By On Sunday, April 6th, 2014 Categories : Tokoh

MENGENAL ABDUL RAHIM KAJAI, (1894-1943) – Wartawan dan pelopor penulisan cerpen dalam kesusastraan Ma­laysia (ketika itu Malaya). Cerpennya bersifat didak­tis (mendidik).
Kajai lahir di Setapak, Kuala Lumpur. Sejak beru­sia 12 tahun ia belajar agama di Mekah, kota yang ke­lak dikunjunginya tiga kali, baik untuk belajar agama maupun untuk berdagang. Pada tahun 1917, ketika berada di Mekah, Kajai mengirimkan beberapa tu­lisannya kepada Utusan Melayu dan Lembaga Melayu yang terbit di Singapura, dan ke Idaran Zaman yang terbit di Pulau Penang. Pada tahun 1928 ia mulai me­nulis secara khusus untuk mingguan Saudara yang baru terbit pada tahun itu. Kajai kemudian pindah ke majalah Majlis pada tahun 1931, sebagai kepala pe­ngarang. Pada tahun 1935, setelah meninggalkan pos­nya di majalah itu, ia menjadi wartawan harian Warta Malaya yang terbit di Singapura. Ketika bekerja di ha­rian inilah Kajai memperlihatkan keunggulannya se­bagai wartawan. Atas prestasinya, ia diangkat men­jadi kepala pengarang pada harian itu, juga kepala pe­ngarang pada mingguan yang terbit sebagai anak ha­rian itu, yakni Warta Ahad dan Warta Jenaka.
Pada tahun 1949 Utusan Melayu terbit. Harian baru ini menarik minat Kajai, karena mengutamakan pem­beritaan yang berbau nasionalisme. Ia pun pindah menjadi kepala pengarang harian ini. Harian ini ter­nyata disambut hangat, sehingga mampu menerbitkan majalah Utusan Zaman dan Mustika.
Pada jaman Jepang, ketika Jepang mengadakan Persidangan Wartawan Seluruh Sumatra dan Malaya, Kajai menjadi juru bicara para wartawan. Setelah si­dang wartawan itu ia diangkat menjadi kepala penga­rang Berita Malai yang diterbitkan di Singapura pada tahun 1943.
Kajai memulai kariernya sebagai sastrawan dengan menerbitkan roman saduran Cherita Dzu’ l-Ruhain (ti­ga jilid, 1930-1931), yang kurang mendapat sambut­an. Karyanya baru digemari ketika ia menulis cerpen dalam rubrik Cherita Kita pada mingguan Warta Ahad. Ia juga mengarang banyak cerita lucu dalam ru­brik Pak Kodok dan Wak Ketok pada mingguan Warta Jenaka dan Utusan Zaman.
Beberapa karmanya, antara lain Cherita Dzu l-Ru- hain, Pusaka Kajai (1936, empat jilid), Paduan War­tawan (1941), dan Banyak Udang Banyak Garam (kumpulan cerpen, 1959).

MENGENAL ABDUL RAHIM KAJAI, (1894-1943) | ok-review | 4.5