MEMBANGUN KEKOMPAKAN KELOMPOK

By On Monday, November 25th, 2013 Categories : Psikologi

Konformitas juga dipengaruhi oleh eratnya hubungan antara individu dengan kelompoknya. Apakah para anggota merasa dekat dengan kelompoknya atau tidak? Sejauh mana keinginan mereka untuk menjadi anggota kelompok itu? Istilah kekompakan digunakan untuk menyatakan hal-hal tersebut. Yang dimaksudkan dengan istilah itu adalah jumlah total kekuatan yang menyebabkan orang tertarik pada suatu kelompok dan yang membuat mereka ingin tetap menjadi anggotanya. Semakin besar rasa suka anggota yang satu terhadap anggota yang lain, dan semakin besar harapan untuk memperoleh manfaat dari keanggotaan kelompok, serta semakin besar kesetiaan mereka, dan sebagainya, akan semakin kompak kelompok itu. Kekompakan yang tinggi menimbulkan konformitas yang semakin tinggi. Alasan utamanya adalah bahwa bila orang merasa dekat dengan anggota kelompok yang lain, akan semakin menyenangkan bagi mereka untuk mengakui kita, dan semakin menyakitkan bila mereka mencela kita. Artinya, kemungkinan untuk menyesuaikan diri atau tidak menyesuaikan diri akan semakin besar bila kita mempunyai keinginan yang kuat untuk menjadi anggota kelompok tersebut. Bila melakukan sesuatu yang berharga, konformitas yang dihasilkan kelompok akan semakin meningkat. Kelompok yang beranggapan bahwa tugasnya penting atau berharga akan menghasilkan tingkat konformitas yang lebih besar dibandingkan dengan kelompok yang memandang suatu tugas sebagai sesuatu yang tidak penting dan tidak berharga. Di samping itu, anggota kelompok akan berusaha lebih keras untuk menyesuaikan diri dalam kelompok yang mempunyai semangat kelompok yang tinggi.
Peningkatan konformitas ini terjadi karena anggotanya enggan disebut sebagai orang yang menyimpang. Seperti yang telah kita ketahui, penyimpangan menimbulkan risiko ditolak. Orang yang terlalu sering menyimpang atau menyimpang ada saat-saat yang sangat penting akan diperlukan tidak menyenangkan, dan bahkan bisa dikeluarkan dari kelompok. Semakin tinggi perhatian seseorang terhadap kelompok, semakin serius tingkat rasa takutnya terhadap penolakan, dan semakin kecil kemungkinannya untuk tidak menyetujui kelompok. Anggota kelompok kecil yang terdiri dari beberapa teman cenderung menghindari posisi minoritas dalam segala hal. Paling tidak alasannya adalah takut ditolak atau dikeluarkan dari kelompok. Namun, jika seseorang tidak lagi menyukai kelompoknya atau merasa bahwa kelompok itu membatasi kehidupan sosialnya, tekanan untuk menyesuaikan diri akan berkurang. Hal paling buruk yang dapat terjadi adalah bahwa orang itu akan dikucilkan dari kelompok. Bila hal ini tidak lagi dianggap sebagai ancaman serius, alasan untuk menyesuaikan diri akan berkurang dan orang merasa lebih bebas untuk menjadi orang yang menyimpang.

MEMBANGUN KEKOMPAKAN KELOMPOK | ok-review | 4.5