MANAJEMEN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH

By On Tuesday, November 12th, 2013 Categories : Antropologi

Salah satu penyebab menurunnya mutu pendidikan ini adalah kurang efektifnya manajemen kepemimpinan kepala sekolah dalam memimpin sekolah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Agar tujuan sekolah dapat tercapai, maka faktor kepemimpinan kepaia sekolah menjadi faktor yang sangat penting dan dominan dalam menentukan arah dan: proses berlangsungnya kegiatan sekolah. Proses pembelajaran di sekolah akan berjalan dengan efektif, jika kepemimpinan sekolah berlangsung dengan efektif. Oleh karena itu, peran sentra! kepala sekolah dalam mempengaruhi para guru dan pegawai untuk mencapai tujuan sekolah adalah merupakan suatu ha’ yang sangat penting. Kepala sekolah diharapkan mampu mengemban tanggung-jawab, dapat meningkatkan mutu pendidikan, tanggap dalam mengantisipasi perkembangan, kemampuan dalam membuat konsep, kemampuan dalam menggerakkan organisasi, dan memotivasi para guru, siswa dan pegawai.
Apakah terdapat hubungan antara adopsi inovasi dengan efektivitas kepemimpinan kepaia sekolah ? Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar hubungan  antara adopsi inovasi dengan efektivitas kepemimpinan kepala sekolah. Menurut Kontz dan Weinrich (2003), efektivitas adalah pencapaian tujuan. Kemudian Propopenko (2001:5) mengatakan bahwa efektivitas adalah suatu keadaan yang menunjukkan tingkat keberhasilan atau kegagalan kebijaksanaan manajemen dalam mencapai tujuan. Dari kedua definisi di atas, efektivitas menunjuk kepada pencapaian tujuan, tingkat kesesuaian tujuan dengan kemungkinan pencapaian yang tersedia, tingkatan pencapaian atas tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan Stoner dan Freeman (2001:10) mengatakan sebaliknya bahwa efektivitas adalah kemampuan untuk memilih dengan tepat. Definisi ini lebih spesifik menunjuk kepada kesanggupan seseorang, kemampuan untuk memilih berbagai sumber daya berupa material, peralatan, kesempatan, informasi, sumber daya manusia dalam melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya, menunjukkan efektivitas kerja seseorang. Bila seseorang mampu memilih hal-hal yang tepat untuk melaksanakan suatu pekerjaan, maka seseorang tersebut akan bekerja lebih efektif Kepemimpinan seorang kepala sekolah akan menentukan keberhasilan sekolah. Tujuan sekolah sebagai lembaga yang menyelenggarakan pendidikan akan berhasil, apabila kepemimpinan kepala sekolah berlangsung dengan efektif. Menurut Robbins, kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi sekelompok orang untuk tercapainya tujuan tertentu. Pendapat lain mengatakan, kepemimpinan merupakan pengaruh antar pribadi yang dilakukan dalam suatu situasi dan diarahkan melalui proses komunikasi pada pencapaian tujuan atau tujuan-tujuan tertentu dan kepemimpinan merupakan upaya mempengaruhi orang-orang untuk ikut dalam pencapaian tujuan bersama. Griffin menjelaskan kepemimpinan dari dua sudut pandang, yaitu: (1) dari sudut proses, yang berarti penggunaan pengaruh yang tidak memiliki kekuasaan memberikan sangsi untuk membentuk tujuan kelompok-kelompok atau organisasi, mengarahkan perilaku mereka untuk mencapai tujuan dan membantu menciptakan budaya kelompok atau organisasi; (2) dari sudut kepemilikan, yang diartikan sebagai seperangkat ciri-ciri yang menjadi atribut seseorang yang dipersepsikan sebagai seorang pemimpin. Agar dapat berhasil menjalankan kepemimpinan, seorang pemimpin setidaknya harus memiliki tiga kompetensidasar, yakni: (1) mendiagnosis, (2) mengadaptasi, dan (3) mengkomuni-kasikan. Kompetensi diagnosis merupakan kemampuan kognitif yang dapat memahami situasi saat sekarang dan apa yang diharapkan pada masa yang akan datang: kompetensi mengadaptasi adalah kemampuan seseorang menyesuaikan perilakunya dengan lingkungannya sedangkan kompetensi mengkomunikasikan terkait dengan kemampuan eseorang dalam menyampaikan pesanpesannya agar dapat dipahami orang lain dengan baik dan jelas. Warren Dennis berpendapat, seperti dikutip oleh Hersey dan Blanchard mengidentifikasi empat sifat umum yang dimiliki oleh seorang pemimpin, yakni:(1) kemampuan mengkomunikasikan tujuan atau arah yang dapat menarik perhatian para anggota organisasinya; (2) kemampuan menciptakan dan mengkomunikasikan makna tujuan tersebut dengan jelas dan dapat dipahami; (3) kemampuan agar dipercaya dan konsisten sehingga orang-orang akan memperhatikannya; (4) kemampuan mengetahui diri sendiri dan menggunakan keterampilan sendiri dalam batas kekuatan dan kelemahannya (Hersey dan Blanchard, 1988: 89). Ditinjau dari sisi keterampilan, seorang pemimpin mutlak memiliki tiga keterampilan manajemen, yaitu: keterampilan teknis, manusiawi, dan konseptual. Keterampilan teknis meliputi keterampilan menerapkan pengetahuan khusus atau keahlian. Keterampilan manusiawi meliputi kemampuan bekerjasama, memahami dan memotivasi orang lain, baik perorangan maupun kelompok. Sedangkan keterampilan konseptual berkaitan dengan kemampuan mental menganalisis dan mendiagnosis situasi yang rumit, misalnya dalam pengambilan keputusan. Beberapa kriteria yang dimiliki seorang pemimpin untuk berhasil menjalankan fingsi-fungsinya, antara lain: (1) pemimpin sebagai penentu arah yang akan ditempuh dalam usaha pencapaian tujuan; (2) wakil dan juru bicara organisasi dalam hubungannya dengan pihak-pihak di luar organisasi, (3) pimpinan seiaku komunikator yang efektif, (4) mediator yang andal khususnya dalam hubungannya ke dalam, terutama dalam menangani situasi konflik, dan (5) pimpinan selaku integrator yang efektif, rasional, objektif, dan netral (Sigian, 1999: 47-48). Fungsi kepemimpinan penentu arah berarti pemimpin harus mampu menentukan program, menggali gagasan, dan mengambil keputusan yang dapat dijadikan pedoman oleh bawahan. Keputusan tersebut merupakan arah yang akan dicapai oleh setiap individu dalam organisasi. Jika keputusan pemimpin tidak ada, maka para bawahan akan kehilangan orientasi yang pada gilirannya dapat menghancurkan eksistensi kepemimpinan tersebut.

MANAJEMEN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH | ok-review | 4.5