KINERJA MANAJEMEN OPERASI

By On Monday, November 11th, 2013 Categories : Teknologi

Penilaian manajer harus mencakup kinerja selaku individu dalam mencapai tujuan organisasi dan kinerja individu selaku manajer. Kinerja individu selaku manajer berkaitan dengan kegiatan yang mencerminkan penguasaan dan pemahaman mengenai fungsi manajemen. Singkatnya terdapat dua jenis efektivitas yang terkait dengan organisasi dan manajemen, yakni “efektivitas organisasi” (organizational effectiveness) dan “efektifitas manajerial” (managerial effectiveness). Menurut Alewine (1992,244) jabatan adalah sesuatu yang hidup dan tumbuh serta berubah sejalan dengan waktu, pengenalan perbaikan-perbaikan teknologi, serta kinerja manusia. Penilaian kinerja merupakan suatu proses organisasi menilai kinerja individu dalam melaksanakan pekerjaannya. Dalam kompetisi global, kata Werther dan Davis (1996,341), perusahaan membutuhkan tenaga dengan kinerja yang tinggi, dan individu membutuhkan umpan-balik (feed back) mengenai kinerjanya untuk kegiatan yang akan datang. Penilaian kinerja juga digunakan sebagai dasar promosi dalam organisasi yang menganut merit system. Seseorang manajer lapangan yang baik belum tentu memperlihatkan kinerja yang baik bila dia dipromosikan menjadi manajer staf di kantor pusat. Gejala inilah yang secara sinis disebut dengan Peter Principle yang menyatakan bahwa “managers tend to be promoted to the level of their incompetence”. Penilaian kinerja individu akan bisa mencegah hal ini sehingga seseorang dapat dipromosikan sesuai dengan kompetensinya dan bahkan promosi akan memberikan kesempatan yang lebih besar untuk mengaktualisasikan dirinya. Terdapat tiga unsur utama dalam lingkup organisasi yakni, pertama, tujuan yang ingin di capai; kedua, organisasi sebagai wadah untuk mencapai tujuan tersebut dan, ketiga, manajemen sebagai kegiatan dalam organisasi. Organisasi pada hakikatnya adalah interaksi antar manusia untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi ini tercermin dalam struktur organisasi, hierarki dan bentuk organisasi lainnya. Pengorganisasian (organizing) adalah pengaturan (arrangement) alokasi kerja, kewenangan dan sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi secara efisiert. Tahap pelaksanaan pada dasarnya adalah aktualitas dari apa yang teiah diputuskan. Daiam khasanah teori manajemen kegiatan pelaksanaan ini terkenal dengan nama actuating. Fungsi pokok dari manajemen terkenal dengan akronim POAC yakni: planning, organizing, actuating dan control atau dalam bahasa Indonesia adalah perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Empat fungsi pokok manajemen ini dikembangkan menjadi berbagai fungsi lainnya. Umpamanya Koontz, O’Donneii dan Weihrich (1980,139) mengembangkan organizing menjadi dua fungsi yakni organizing dan staffing sedangkan actuating diganti dengan leading. Jadi fungsi manajemen terdiri dari planning, organizing, staffing, leading dan controlling. Namun dapat dibagi lagi menjadi creating, planning, organizing, motivating, communicating dan controlling. Fungsi manajemen ini terus berkembang sesuai dengan pendekatan dan cara pandang masing-masing; umpamanya, Dale menambahkan fungsi direction, inovation, dan representation. Menurut Gitosudarmo (1999,2) manajemen operasi bertujuan mengatur penggunaan faktor-faktor produksi baik berupa bahan, tenaga kerja, mesin, dan peralatan sedemikian rupa sehingga proses produksi berjalan secara efektif dan efisien. Faktor produksi, atau sumber daya, yang dipengaruhi dalam proses produksi yang sederhana adalah manusia (man) dan peralatan (material) dan bila proses produksi bertambah kompleks maka ditambahkan unsur cara mengerjakan (method), dan biia kegiatanya besar dibutuhkan modal dalam bentuk uang (money) untuk menjalankan operasi yang bersifat massal (economy of scale), maka terbentuklah konsep 4M, yaitu method, peralatan (material), modal (money) dan tenaga kerja yang terdidik dan terlatih. Kinerja individu selaku manajer adalah penguasaan dan pemahaman tentang manajemen yang dicerminkan dalam perwujudan nyata berupa kegiatan yang mencakup fungsi manajemen yakni perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan kontrol. Manajemen operasi adalah kegiatan manajemen yang ditujukan pada efisiensi produksi dengan memanfaatkan sumber daya yang berupa man, money, method, dan material. Dengan demikian maka kinerja manajemen operasi adalah untuk kerja manajemen operasi dalam bentuk kegiatan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi produksi dengan memanfaatkan sumber daya berupa man, money, material, dan method.

KINERJA MANAJEMEN OPERASI | ok-review | 4.5