KHURSUS JAHIT-MENJAHIT

By On Tuesday, April 1st, 2014 Categories : Review

KHURSUS JAHIT-MENJAHIT – Merupakan proses penggabung­an dua atau beberapa helai bahan tekstil dengan meng­gunakan benang dan jarum. Ribuan tahun yang lalu, masyarakat primitif memakai jarum dari tulang dan urat daging binatang sebagai benang. Kulit binatang dijahit guna dijadikan pakaian, tenda, dan perleng­kapan lainnya. Sampai tahun 1840-an, jahit-menjahit selalu dilakukan dengan tangan. Tetapi setelah ditemu­kan mesin jahit, orang mulai enggan menjahit dengan tangan, kecuali untuk maksud-maksud tertentu.
Orang biasa menganggap jahit-menjahit adalah pe­kerjaan kaum wanita. Tetapi kini anggapan itu mu­lai sirna. Banyak pria yang mampu menjahit sebaik wanita. Bahkan banyak di antara mereka yang lebih terkenal daripada penjahit wanita.
Peralatan Menjahit.
Selain bahan atau kain, per­lengkapan utama dalam jahit-menjahit adalah jarum dan benang. Jarum yang digunakan untuk menjahit terdiri atas beberapa ukuran, sesuai dengan jenis ba­han yang hendak dijahit. Ukuran jarum tersebut di­tandai dengan nomor. Untuk jarum tangan, semakin besar nomornya, semakin kecil ukurannya. Sebalik­nya, untuk jarum mesin jahit, semakin besar nomor­nya, semakin besar ukurannya. Jarum yang berukuran medium berfungsi untuk penggunaan secara umum, sedangkan yang berukuran pendek untuk penyelesaian akhir.
Benang untuk menjahit sebaiknya berwarna lebih gelap daripada warna bahan dasar pakaian, karena benang dalam ge.Jendong umumnya kelihatan lebih tua daripada utas masing-masing setelah diurai. Berdasar, kan jenisnya, ada tiga macam benang. Benang katun umumnya dipakai untuk menjahit bahan yang terbuat dari katun, linen, wol, serta campuran katun dan bahan sintetis. Benang sutera biasa lebih sesuai untuk menjahit bahan yang terbuat dari sutera, wol shiny rayon, dan linen halus. Selain itu, benang ini juga baik untuk jelujur bahan-bahan pakaian yang mahal karena tidak akan merusaknya. Untuk men­jahit bahan-bahan sintetis dan rajutan, benang yang paling sesuai adalah benang sintetis. Nomor pada be­nang, misalnya nomor 50, menunjukkan panjang be­nang setiap gram; dalam contoh ini, 50 meter setiap gram. Benang nomor ini biasa digunakan untuk men­jahit. Benang nomor 60 baik untuk menjahit bahan yang sangat tipis dan benang nomor 8 biasa dipakai untuk menjahit bahan jok, bahan tas, atau kulit.
Peralatan menjahit lainnya yang lebih modern dan praktis penggunaannya adalah mesin jahit (Lihat juga Jahit, Mesin). Gunting, jarum pentul, kapur jahit meteran, dan lain-lain, merupakan peralatan pem­bantu yang memudahkan orang menjahit.
Macam-macam Jahitan.
Ada berbagai macam ja­hitan yang biasa digunakan orang, tergantung dengan apa jahitan itu dikerjakan. Untuk jahitan yang diker­jakan dengan tangan, dikenal tujuh macam, yaitu tu­suk lurus, tusuk jelujur, tusuk som, atau tusuk som tutup, tusuk feston (overcast stitch), tusuk balik, dan tusuk silang.
Tusuk lurus merupakan jenis jahitan dasar. Hasil jahitannya kecil-kecil, lurus, dan rata. Biasanya jenis jahitan ini digunakan untuk menyambung dan meli­pat, misalnya pada bagian garis pinggang, garis leher, dan lengan. Tusuk jelujur biasa dilakukan untuk me­lipat bahan sebelum dijahit secara permanen. Jahitan­nya jarang-jarang dan benang yang digunakan biasa­nya berwarna kontras dengan bahannya agar mudah dilihat.
Apabila penjahit tidak ingin hasil jahitannya ter­lihat pada waktu memasang kantung, pelapis, atau li­patan kelim yang sudah diobras, digunakan tusuk som. Selain tusuk som, tusuk som tutup juga meng­hasilkan jahitan, yang tidak terlihat dari luar. Jenis jahitan ini biasa digunakan untuk membuat kelim. Untuk menjahit bagian tepi bahan agar serat-serat kainnya tidak berjumbai, digunakan jenis jahitan se­tik feton. Sementara tusuk silang sering digunakan untui nelekatkan dua helai bahan dan mengelim ba­han rajutan. Jenis jahitan lainnya, yaitu tusuk balik, biasa dilakukan untuk menjahit ritsleting.
Selain ketujuh macam jahitan dasar tersebut, ada pula beberapa jenis jahitan lain, seperti tusuk tikam jejak yang berfungsi menggantikan jahitan mesin; tu­suk piquer untuk melekatkan kain pengeras pada ke­rah jas; tusuk rantai untuk membuat hiasan; tusuk tangkai untuk hiasan dan untuk membuat nama atau tanda di dalam baju; tisik untuk membetulkan bagian yang “obek atau berlubang kecil; dan lain-lain.
Untuk pekerjaan jahit-menjahit dengan mesin ja­hit, dikenal tiga macam jahitan, yaitu tusuk lurus, zig- zag, dan dekoratif. Tusuk lurus biasa digunakan un­tuk menjelujur, menyambung, melipat, dan mengelim. Cara zigzag digunakan untuk merapikan bagian tepi bahan, membuat lubang kancing, atau melekatkan elastik ke bahan pakaian. Mesin jahit yang bisa di­gunakan untuk membuat jahitan dekoratif biasanya memiliki perlengkapan khusus, tombol, atau pengum­pil untuk menyetel mesin sesuai dengan jahitan yang diinginkan.
Peralatan mekanik lain yang sering digunakan orang untuk menjahit adalah mesin obras. Fungsi mesin ini khusus untuk mengobras bagian tepi kain agar serat-serat bahannya tidak berjumbai.

KHURSUS JAHIT-MENJAHIT | ok-review | 4.5