KETERIKATAN PADA PENILAIAN BEBAS

By On Monday, November 25th, 2013 Categories : Psikologi

Orang yang secara terbuka dan bersungguh-sungguh terikat suatu penilaian bebas akan lebih enggan menyesuaikan diri terhadap penilaian kelompok yang berlawanan. Mungkin Anda harus menanggung risiko mendapat celaan sosial karena menyimpang dari pendapat kelompok, tetapi keadaannya akan menjadi lebih buruk bila orang mengetahui bahwa Anda telah mengorbankan penilaian pribadi Anda sendiri hanya untuk menyesuaikan diri terhadap pendapat kelompok. Oleh sebab itu, kita dapat mendefinisikan keterikatan sebagai kekuatan total yang membuat seseorang mengalami kesulitan untuk melepaskan suatu pendapat. Secara khusus kita memandang keterikatan sebagai perasaan terikat pada suatu pendapat. Apakah orang merasa bebas untuk mengubah pendapat atau apakah dia merasa, karena alasan-alasan tertentu bahwa dia tidak dapat atau tidak perlu mengubahnya? Ada berbagai cara yang dapat digunakan untuk menimbulkan keterikatan penilaian awal. Orang dapat menuliskannya, mengucapkannya keras-keras di hadapan orang lain, atau melakukan perilaku tertentu untuk menyatakan pendapat tersebut baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain. Dalam situasi standar Asch, subjek hanya merasa sedikit terikat pada penilaian awal. Dia telah melihat stimulinya dan tampaknya membuat suatu penilaian, tetapi tidak mengutarakannya pada siapa pun. Orang itu tidak mengutarakannya keras-keras, tidak menuliskannya, dan tidak menyatakan penilaian itu secara konkret. Oleh sebab itu, dia tidak akan merasa malu bila mengubahnya; tidak ada seorang pun yang mengetahui apakah penilaian itu salah atau apakah dia tidak mampu. Tidak ada alasan untuk mempertahankan penilaian awal, kecuali bila ada keyakinan bahwa penilaian .itu benar. Dalam situasi seperti ini, akan terjadi konformitas maksimum.
Bila orang menyatakan pendapatnya secara terbuka, dia akan semakin terikat pada pendapat itu. Jika ada orang lain yang mengetahui pendapat awal tersebut, mereka akan mengetahui terjadinya perubahan. Mungkin anggota kelompok yang lain merasa bahwa orang ini dipengaruhi oleh tekanan kelompok dan tidak memiliki keberanian untuk menyatakan pendapatnya sendiri dan sebagainya. Orang itu juga akan merasa seperti itu. Tetapi bila Rini, misalnya, tidak pernah menyatakan perasaannya secara konkret, dia akan dapat menyatakan pada dirinya sendiri bahwa penilaian awalnya hanya merupakan kesan pertama, bahwa dia tidak pernah meyakininya, bahwa dia mengubahnya setelah memikirkannya lebih lanjut. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Deutsch &. Gerard (1955), derajat keterikatan pada penilaian awal divariasikan. Beberapa subjek (kondisi tanpa keterikatan) melihat stimuli tetapi tidak membuat pernyataan pribadi atau pernyataan mengenai pendapatnya sampai mereka mendengar penilaian anggota kelompok yang lain. Subjek yang lain membuat keterikatan pribadi dengan menuliskan jawaban mereka pada sebuah “magic pad” sebelum mendengar jawaban orang lain. (“Magic pad” adalah mainan anak-anak yang sering dijumpai, terdiri dari selembar kertas tipis yang diletakkan di atas selembar grafit. Bila orang menulis di atas kertas tipis itu, tulisan akan menekan kertas tipis ke grafit sehingga tulisan tersebut tampak. Bila kertas tipis itu diangkat, tulisan akan hilang.)
Dalam kondisi keterikatan pribadi yang lemah ini, subjek menuliskan tanggapannya di atas “magic pad,” mendengarkan tanggapan orang lain, mengemukakan tanggapannya sendiri, dan kemudian menghapus tulisan tadi. Dalam kondisi ketiga (keterikatan pribadi yang kuat), subjek menuliskan tanggapannya di sehelai kertas yang mereka ketahui tidak akan dikumpulkan dan tidak ditandatangani. Terakhir, terdapat kondisi keterikatan umum. Subjek menuliskan tanggapannya di sehelai kertas, menandatanganinya, dan mengetahui bahwa kertas itu akan dikumpulkan di akhir penelitian. Jelas bahwa keterikatan mengurangi konformitas. Bahkan kondisi keterikatan pribadi yang lemah, di mana subjek mengetahui bahwa tidak ada seorang pun yang akan melihat apa yang mereka tulis di atas “magic pad,” menimbulkan konformitas yang lebih kecil dibandingkan kondisi tanpa keterikatan. Keterikatan yang semakin kuat akan semakin menurunkan konformitas. Antara keterikatan pribadi yang kuat dan keterikatan umum tidak terdapat perbedaan, mungkin karena keterikatan pribadi yang kuat menimbulkan keterikatan yang begitu kuatnya sehingga konformitas berada di tingkat yang sangat rendah.

KETERIKATAN PADA PENILAIAN BEBAS | ok-review | 4.5