KETERAMPILAN PRIBADI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN

By On Wednesday, November 13th, 2013 Categories : Psikologi

Meskipun dalam setiap organisasi sang kepalalah yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan terakhir untuk dilaksanakan para pejabat dan pegawai pada tingkatan yang lebih rendah, tidaklah berarti bahwa didalam melaksanakan tugas mengambil keputusan itu sang kepala bekerja sendirian tanpa bantuan orang lain. Malahan hal yang sebaiknya yang harus berlaku, yaitu bahwa didalam proses pengambilan keputusan seorang kepala harus mengikutsertakan sebanyak mungkin bawahannya.
Peranan para bawahan itu ialah:
1. Berbagai sumber informasi dan data karena sebagaimana telah dikatakan dimuka, sesuatu keputusan dapat dikatakan baik apabila keputusanutu didasarkan kepada fakta-fakta dan data-data yang sangat era hubungannya dengan suatu masalah yang dihadapi.
2. Sebagai persiapan pelaksanaan, kiranya adalah suatu faktor psikologis yang penting pula untuk melibatkan para pimpinan tingkat bawahan daiam proses pengambilan keputusan.
3. Sebagai “kritikus”, disadari atau tidak, salah satu sifat yang baik yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin adalah sifat keterbukaan terhadap adanya sinkronisasi antara kepentingan organisasi dan kepentingan pribadi daripada para anggota didalam organisasi tersebut.
4. Timbulnya penolakan terhadap keputusan karena faktor lingkungan belum dipersiapkan untuk menerima akibat dari keputusan yang diambil.
Kesemuanya ini menunjukkan bahwa pengambilan keputusan sebagai tugas terpenting dan terutama bagi seorang pemimpin bukan merupakan tugas yang mudah dan bahwa apabila seseorang ingin diakui sebagai seorang pemimpin yang baik, orang tersebut sepanjang kariernya perlu secara teratur dan kontinu mengembangkan kemampuannya mengambil keputusan itu. Kemampuan mengambil keputusan itu harus dikembangkan terus menerus secara teratur dan kontinu, jika tidak maka seseorang yang menduduki jabatan pimpinan akan selalu dihadapkan kepada dilema, frustasi dan kegagalan. Baik buruknya seseorang menjalankan peranannya sebagai pemimpin dengan nama apapun pemimpin itu disebut, seperti administrator, manager, kepala, ketua dan sebagainya. Pada hakekatnya cilnilai dari kriteria menyangkut peningkatan keterampilan seorang pimpinan untuk mengikutsertakan sebanyak mungkin para bawahannya dalam proses pengambilan keputusan itu. Salah satu alat terpenting yang tersedia bagi seorang pimpinan untuk melibatkan melalui rapat (media ambilan keputusan). tipe Pemimpin para pemimpin dalam berbagai bentuk lisasi dapat digolongkan kepada lima gan ( Kartono. Kartini. R. 2002) antara lain:
Pemimpin yang otokratis, adalah orang pemimpin yang : Menganggap organisasi sebagai milik pribadi. Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi. Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata. Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat. Terlalu bergantung kepada kekuasaan formalnya.
Pemimpin yang militeristis, adalah : orang pemimpin yang bertipe militeristis iah seorang pemimpin yang memiliki sifat: Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya. Dalam menggerakkan bawahan sistem perintah yang lebih sering dipergunakan. Senang kepada formalitas yang berlebih-lebihan. Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan. Sukar menerima kritikan dari bawahannya. Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan, pemimpin yang paternalistis, adalah orang pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang paternalistis ialah orang yang:
a. Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa.
b. Bersikap terlalu melindungi.
c. Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya u ntuk m engambii keputusan.
d. Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya.
4. Tipe pemimpin yang kharismatis, adalah Seorang pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin kharismatis pada umumnya mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar meskipun para pengikut ini sering pula tidak dapat menjelaskan m engapa mereka menjadi pengikut pemimpin tersebut.
5. Tipe pemimpin yang demokratis, adalah :
a. Dalam proses penggerakkan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia Itu adalah makhluk yang termulia di dunia.
b. Selalu berusaha rnensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari para bawahannya.
c. Senang menerima saran, pendapat dan bahkan kritik dari bawahannya
d. Selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan taemwork dalam usaha mencapai tujuan.
e. Dengan ikhlas memberikan kebebasan yang seluas-luasnya, kepada bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian dibandingkan dan diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat kesalahan yang lain.
f. Selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses
g. Berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.

KETERAMPILAN PRIBADI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN | ok-review | 4.5