JENIS TEORI SIKAP DAN BELAJAR BERSIKAP

By On Saturday, November 23rd, 2013 Categories : Psikologi

Setelah kita memiliki pandangan umum tentang sikap, kita dapat membahas kerangka teoretik yang digunakan untuk mempelajari sikap. Pendekatan teoretik utama yang dikemukakan telah diterapkan dalam satu bentuk penelitian atau lebih tentang sikap sebagaimana telah diterapkan pada bidang lain dalam psikologi, sosial. Pendekatan belajar memandang sikap sebagai kebiasaan, seperti hal-hal lain yang dipelajari prinsip yang diterapkan pada bentuk-bentuk belajar lainnya juga menentukan pembentukan sikap. Teori insentif menyatakan bahwa seseorang mengambil sikap yang memaksimalkan keuntungan. Setiap sisi suatu masalah memiliki keuntungan dan kerugian, dan individu akan mengambil sisi yang memberikan keuntungan yang lebih besar. Terakhir, geodekatan kognitif menegaskan bahwa orang mencari keselarasan dan kesesuaian dalam sikap mereka, dan antara sikap dan perilaku. Ini terutama menekankan penerimaan sikap yang sesuai dengan keseluruhan struktur kognitif seseorang. Pendekatan-pendekatan ini tidak perlu dianggap bertentangan atau tidak konsisten. Berbagai pendekatan ini menggambarkan orientasi teoretik yang berbeda terutama dengan faktor-faktor yang mereka tekankan pada saat menjelaskan sikap.
Pendekatan belajar sangat erat dikaitkan dengan Cari Hovland dan teman-temannya di Universitas Yale (1953).  Yang melatarbelakangi pendekatan, ini adalah bahwa sikap dipelajari dengan cara yang.sama seperti kebiasaan lainnya. Orang memperoleh informasi dan fakta-fakta; mereka juga mempelajari perasaan-perasaan dan nilai-nilai yang berkaitan dengan fakta tersebut. Seorang anak belajar bahwa hewan tertentu disebut anjing, bahwa anjing itu adalah teman, bahwa anjing itu baik; akhirnya, ia belajar untuk menyukai anjing. Dia mempelajari kognisi dan afeksi sikap. Dan dia mempelajarinya melalui proses dan mekanisme yang sama yang mengatur jenis belajar lainnya. Hal ini berarti bahwa proses-proses dasar terjadinya belajar dapat diterapkan pada pembentukan sikap. Individu dapat memperoleh informasi dan perasaan melalui proses asosiasi. Asosiasi terbentuk bila stimulus muncul pada saat dan tempat yang sama. Jika guru sejarah, orang tua atau penyiar televisi memperlihatkan pada kita prajurit setengah baya berseragam militer dan mengucapkan kata Nazi dengan nada yang bermusuhan, kita membentuk asosiasi antara perasaan negatif dan kata Nazi. Sebaliknya, kita mungkin setuju dengan hal-hal positif yang dapat diasosiasikan dengan para marinir Amerika Serikat; seorang teman mengatakan bahwa mereka bagus, atau kita melihat bioskop di mana mereka melakukan sesuatu secara berani.
Sebagian dari penelitian yang dijelaskan dalam bab tentang persepsi seseorang melukiskan proses asosiasi ini. Sebagai contoh, Norman Anderson (1965) mengadakan eksperimen ‘di mana dia menyusun daftar sejumlah sifat seseorang dan kemudian meminta subjek untuk menyatakan kesan mereka tentang orang itu. Sikap akhir subjek secara garis besar merupakan karakteristik rata-rata yang terdaftar (hangat, ramah, pandai, ambisius, berani dll). Subjek belajar untuk mengasosiasikan karakteristik itu dengan stimulus orang. Dengan demikian, subjek juga mengasosiasikan nilai-nilai mereka dengan orang itu Subjek menyukai seseorang karena adanya nilai positif “hangat” atau “ramah” yang diasosiasikan dengan orang itu, subjek mempelajari suatu sikap terhadap stimulus orang melalui proses asosiasi, dengan mendapatkan komponen kognitif (karakteristik tertentu dari stimulus orang) dan komponen afektif (hasil penilaian tentang orang itu). Proses asosiasi ini menimbulkan sikap terhadap benda seperti juga terhadap manusia. Individu mempelajari karakteristik sebuah rumah, negara, gagasan, program yang sedang dibahas di kongres, atau yang lainnya. Sikap terdiri dari pengetahuan ditajnbah komponen evaluatif yang berkaitan. Jadb faktor yang paling sederhana dalam pembentukan sikap adalah asosiasi yang dimiliki objek.
Belajar juga dapat terjadi melalui peneguhan kembali. Jika Anda mengambil mata kuliah psikologi, mendapat nilai A dan merasa puas, tindakan pengambilan mata kuliah psikologi mendapatkan peneguhan kembali dan mungkin Anda akan mengambil lebih banyak mata kuliah tentang hal itu di masa yang akan datang. Demikian pula jika Anda katakan bahwa psikologi itu benar-benar menarik dan semua teman Anda sependapat dengan Anda dan mendorong Anda. Sikap positif terhadap psikologi mendapatkan peneguhan kembali. Terakhir, sikap dapat dipelajari melalui Orang meniru orang lain, terutama jika orang lain itu merupakan orang dan penting. Salah satu sumber yang terpenting dari sikap sosial dan politik dasar pada awal kehidupan adalah keluarga. Anak-anak suka meniru sikap orang tuanya. Pada masa remaja, mereka suka meniru sikap teman sebayanya. Mereka sering menemukan kenyataan bahwa mereka telah mempelajari nilai yang bertentangan dari orang yang berbeda dan berada dalam keadaan stress untuk memecahkan konflik itu. Kemudian, banyak mahasiswa menemukan kenyataan bahwa teman-teman, guru, dan buku-buku di perguruan tinggi menghadapkan mereka pada gagasan dan nilai yang berbeda dengan apa yang telah mereka pelajari sebelumnya. Asosiasi, peneguhan kembali, dan imitasi merupakan mekanisme utama dalam mempelajari sikap. Akibatnya, teori belajar mendominasi penelitian tentang pencapaian sikap. Pendekatan belajar terhadap sikap relative sederhana; pendekatan ini memandang manusia sebagai mahluk yang pasif. Mereka dihadapkan pada stimulus, mereka belajar melalui suatu proses belajar atau proses lainnya, dan kegiatan, belajar ini menentukan sikap seseorang. Sikap terakhir terdiri dari seluruh asosiasi, nilai dan beberapa informasi lain yang dikumpulkan individu. Penilaian terakhir seseorang tentang orang, objek, atau gagasan tergantung pada jumlah dan kekuatan unsur- unsur positif dan negatif yang dipelajari.

JENIS TEORI SIKAP DAN BELAJAR BERSIKAP | ok-review | 4.5