JARINGAN KOMUNIKASI, SEMANGAT, DAN EFISIENSI

By On Monday, November 25th, 2013 Categories : Psikologi

Kita telah membahas kelompok yang setiap anggotanya bebas berkomunikasi dengan anggota lain. Meskipun hal ini berlaku untuk kelompok diskusi, ada banyak kelompok di mana komunikasi dibatasi. Beberapa penelitian telah menyelidiki efek dari berbagai hal yang disebut jaringan komunikasi. Penelitian yang khas dalam bidang ini berupa pembentukan kelompok yang menyelesaikan beberapa masalah dan membatasi komunikasi di antara anggota kelompok. Ini dilakukan dengan menempatkan subjek dalam ruangan atau bilik yang terpisah dan hanya mengijinkan mereka berkomunikasi melalui pesan tertulis atau melalui sistem interkom. Jadi para peneliti dapat mengendalikan lalu lintas pembicaraan, dan bermacam-macam pola komunikasi dapat dicoba.
Beberapa di antara pola-pola tersebut untuk kelompok yang beranggota lima orang. Tampak di sana bahwa struktur komunikasi menentukan kebebasan berkomunikasi. Dalam struktur lingkaran, semua anggota sama— dapat berkomunikasi dengan anggota di sebelahnya dan tidak dengan yang lain. Dallam struktur berantai, dua anggota masing- masing hanya dapat berbicara dengan satu orang anggota lain. Jelas, dipandang dari sudut komunikasi, kurang baik bagi orang yang berada di ujung rantai. Tiga anggota yang lain memiliki teman bicara dalam jumlah yang sama, tetapi orang yang berada di tengah lebih menjadi pusat. Dua orang yang menjadi penghubung agak terisolasi dari ujung rantai yang berlawanan. Pola ini mendapatkan bentuk yang satu tahap lebih maju pada struktur berbentuk Y. Dengan adanya tiga anggota di ujung, hanya satu anggota di antara anggota lain yang dapat berbicara dengan dua anggota, dan anggota kelima dapat berbicara dengan tiga anggota yang lain. Dalam struktur roda, salah seorang anggota dapat berbicara dengan anggota lain, tetapi anggota yang lain hanya berbicara dengan anggota yang berada di pusat roda.
Penelitian memperlihatkan bahwa pola komunikasi seperti ini mempengaruhi banyak aspek kehidupan kelompok (Ridgeway, 1983; Shaw, 1981). Jariangan komunikasi mempengaruhi semangat juang, kelompok. Leavitt (1951) menyimpulkan bahwa semakin besar kebebasan anggota kelompok untuk berbicara, semakin besar kepuasan yang akan diperoleh. Orang yang dapat berbicara dengan setiap orang adalah orang yang paling puas, sedangkan orang yang hanya dapat berbicara dengan satu orang lainnya, adalah yang paling tidak puas. Karena keutuhan semangat suatu kelompok bergantung pada kepuasan seluruh anggota kelompok, tidak hanya pada anggota yang menduduki posisi penting, pola- pola, seperti pola lingkaran akan memberikan kepuasan kelompok yang tertinggi, di mana setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkomunikasi. Jaringan komunikasi juga dapat mempengaruhi efisiensi pemecahan masalah kelompok. Meskipun bukti tentang bagaimana perbedaan jaringan komunikasi mempengaruhi penampilan kelompok tidak sepenuhnya konsisten, namun sebagian besar dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa kelompok yang tersentralisasi lebih efektif bila mengerjakan masalah yang sederhana, dan kelompok yang terpencar (terdesentralisasi) lebih efektif untuk masalah yang rumit. Bayangkan, misalnya, bah-wa setiap anggota kelompok diberi sebuah kartu dengan tanda yang berbeda dan tugas kelompok itu adalah membuat daftar semua tanda tersebut. Tugas yang sederhana ini tepat untuk kelompok dengan jaringan komunikasi yang sangat terpusat: Dengan mudah pemimpin kelompok dapat mengumpulkan informasi dari setiap individu dan menyusun daftar akhir. Tetapi biasanya masalah yang rumit akan dapat dipecahkan secara lebih efektif oleh kelompok yang mempunyai pola komunikasi terpencar di mana kemungkinan besar terjadi interaksi yang lebih bebas di antara anggota-anggotanya.

JARINGAN KOMUNIKASI, SEMANGAT, DAN EFISIENSI | ok-review | 4.5