ILMU EKONOMI TERAPAN DAN APRESIASI

By On Friday, November 29th, 2013 Categories : Ekonomi

applied economics / ilmu ekonomi terapan adalah penerapan dari analisis ekonomi kepada situasi ekonomi dunia nyata. Ilmu ekonomi terapan berusaha untuk melakukan perkiraan berdasarkan TEORI EKONOMI dalam upayanya untuk memberi saran bagi pembentukan KEBIJAKAN EKONOMI (ECONOMLC POLICY).
 
appreciation / apresiasi adalah 1. peningkatan nilai suatu MATA UANG (CURRENCY) terhadap mata uang lain di bawah SISTEM NILAI TUKAR MENGAMBANG (FLOATING EXCHANGE-RATE SYSTEM) . Apresiasi nilai uang menjadikan impor (dalam mata uang lokal) lebih murah dan ekspor (dalam mata uang lokal) lebih mahal, sehingga mendorong tambahan impor dan menurunkan ekspor yang kemudian membantu menghilangkan surplus neraca pembayaran dan kelebihan akumulasi CADANGAN DEVISA INTERNASIONAL (INTERNATIONAL RESERVES). Bagaimana keberhasilan dari apresiasi mata uang dalam menghilangkan surplus adalah tergantung dari reaksi ekspor dan impor terhadap perubahan harga-harga relatif, yaitu ELASTISITAS PERMINTAAN TERHADAP HARGA (PRICE ELASTICITY OF DEMAND) dari ekspor dan impor. Apabila elastisitasnya rendah (permintaan tidak elastis), volume perdagangan tidak akan berubah dan apresiasi mata uang dapat membuat surplus menjadi lebih besar. Di sisi lain, jika permintaan ekspor dan impor elastis maka perubahan dari volume perdagangan akan bekeija menghilangkan surplus. Keseimbangan neraca pembayaran akan pulih apabila elastisitas ekspor dan impor lebih besar dari satu. (KONDISI MARSHALL-LERNER (MARSHALL- LERNER CONDITION) ). Lihat REVALUATION, INTERNAL-EXTERNAL BALANCE MODEL. 2. suatu peningkatan harga dari suatu ASET (ASSET). Juga disebut apresiasi modal Aset jangka panjang seperti bangunan pabrik, kantor atau rumah adalah barang-bararg yang mengalami apresiasi nilai karena pengaruh INFLASI (INFLATION) d’m meningkatnya nilai lokasi. Sama halnya dengan aset jangka pendek seperti SAHAM (STOCK) dapat mengalami apresiasi.
Apabila aset mengalami apresiasi, maka BIAYA PENGGANTIAN (REPLACEMENT COST) kembali akan melebihi BIAYA HISTORIS (HISTORIC COST) dan membutuhkan penilaian kembali secara bertahap untuk menjaga agar nilai pembukuan sesuai dengan nilai pasar. Lihat DEPRECIATION (2), INFLATION ACCOUNTING.  Apabila pemberi pinjaman mengaitkan total BUNGA KREDIT (INSTALMENT F CREDIT) yang akan dibayarkan dengan pokok pinjaman, pengenaan bunga f ini dapat mengakibatkan perhitungan yang salah dari tingkat bunga yang dikenakan bagi peminjam yang mencicil dengan bulanan atau mingguan. Dengan semakin menurunnya jumlah pinjaman, pengenaan tingkat bunga seharusnya diperhitungkan dengan jumlah pinjaman yang secara rata-rata menurun. Sebagai contoh, apabila seseorang meminjam £ 1000 untuk satu tahun dengan biaya kredit sebesar £ 200, secara sederhana pembayaran atas pokok pinjaman adalah 20%. Tetapi apabila pinjaman dicicil secara bulanan, maka pada akhir bulan pertama cicilan dibayar sesuai dengan porsi pinjaman sebesar £ 1000, dan pada akhir bulan kedua juga dicicil sesuai dengan porsi pinjaman yang sama sebesar £ 1000 dan seterusnya. Akibatnya peminjam tidak meminjam sebesar £ 1000 untuk selama satu tahun penuh tetapi kurang dari jumlah tersebut setelah dicicil setiap bulan. Jika biaya pinjaman sebesar £ 200 diperhitungkan pada jumlah pokok pinjaman yang semakin menurun maka tingkat bunga pinjaman tahunan untuk kredit ini akan menjadi hampir 40% bukan 20%. Untuk membuat kejelasan kepada peminjam mengenai pinjaman biaya yang nyata terhadap pinjaman dan tingkat bunga yang benar, Undang-undang mengenai kredit konsumen (CONSUMER CREDIT ACT, 1974 di Inggris) mensyaratkan pemberi pinjaman untuk mengumumkan tingkat bunga kepada calon peminjam.

ILMU EKONOMI TERAPAN DAN APRESIASI | ok-review | 4.5