HUBUNGAN TARGET DAN KETERIKATAN

By On Monday, November 25th, 2013 Categories : Psikologi

Sekalipun suatu pesan dari sumber tertentu telah mencapai target, masalah perubahan sikap belum berakhir. Efek iklan perlindungan lingkungan mungkin sangat berbeda bagi pemilik tambang batubara dan bagi seorang guru besar sebuah universitas pinggir kota. Karakteristik target dan pengalaman target mempengaruhi reaksinya terhadap pesan.
Keterikatan (Commitment). Dampak akhir suatu pesan persuasif sebagian besar bergantung pada keterikatan target terhadap suatu sikap. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kekuatan. Pertama adalah tindakan yang dilakukan berdasarkan sikap. Bila seseorang baru saja membeli sebuah rumah, dia lebih terikat pada keyakinannya, bahwa rumah itu baik, dibandingkan bila dia belum membeli rumah itu. Sebagai pemilik rumah, mungkin dia tidak akan terlalu terbuka untuk mendengar bahwa rumah itu tidak terlalu baik. Kedua, pernyataan tentang sikap yang diungkapkan kepada orang lain menimbukan keterikatan yang lebih besar. Seseorang yang baru saja mengatakan Yepada semua temannya bahwa merokok adalah sesuatu yang buruk bagi kesehatan, merupakan ketidakbaikan, dan kebiasaan buruk, menjadi lebih terikat pada sikapnya dibandingkan bila dia menyimpan pendapatnya itu bagi dirinya sendiri. Pengubahan sikap akan menjadi lebih sulit bila dia mengungkapkan sikapnya di muka umum karena perubahan itu akan memberikan pe-ngakuan pada teman-temannya bahwa dia salah. Apabila pengubahan sikap menyebabkan individu semakin tersingkir, semakin menderita, atau semakin banyak mengubah sikap dan perilaku yang lain, keterikatannya pada sikap awal akan meningkat dan semakin sulit baginya untuk mengubah sikap itu. Ketiga, pemilihan pendapat secara bebas menimbulkan perasaan terikat yang lebih besar daripada pemilihan yang dipaksakan. Dalam suatu penelitian tentang masalah ini (Freedman & Steinbruner, 1964), subjek diberi informasi tentang calon lulusan sekolah dan diminta untuk menilainya, dalam kondisi pilihan tinggi atau rendah. Subjek diperlakukan sedemikian rupa sehingga merasa bahwa mereka menggunakan pertimbangan mereka sendiri dan bebas menentukan nilai tertentu, atau bahwa sebenarnya mereka tidak bisa bertindak apa pun terhadap keputusan itu dan dipaksa untuk memilih nilai tertentu.
Kemudian subjek dihadapkan pada informasi yang sangat bertentangan dengan nilai awal mereka dan diijinkan untuk mengubah nilai tersebut bila mereka menginginkannya. Mereka yang menetapkan nilai awal dengan perasaan bebas memilih, lebih sedikit melakukan perubahan dibandingkan dengan mereka yang berada dalam kondisi pilihan rendah. Keterikatan yang kuat mengurangi jumlah perubahan sikap- yang ditimbulkan oleh komunikasi persuasif yang senjang. Keterikatan yang semakin besar semakin mempersulit individu untuk mengubah sikapnya dan ini berarti kemungkinan besar dia akan menggunakan cara penyelesaian yang lain. Mekanisme yang pasti di mana keterikatan meningkatkan ketahanan, masih belum begitu jelas. Kebersamaan dari keterikatan dan kesenjangan terhadap perubahan sikap mirip dengan efek kebersamaan kredibilitas dan kesenjangan. Awal juga akan mengubah jumlah kesenjangan di mana terjadi perubahan sikap maksimum, tetapi dalam arah yang berlawanan. Semakin sulit mengubah sikap seseorang, semakin rendah kesenjangan di mana mulai terjadi penolakan terhadap sumber sebagai ganti perubahan sikap. Oleh karena itu, semakin besar keterikatan, semakin rendah kesenjangan dimana terjadi perubahan sikap maksimum.

HUBUNGAN TARGET DAN KETERIKATAN | ok-review | 4.5