HUBUNGAN KOMUNIKASI DAN KOMUNIKATOR LAWAN PESAN

By On Saturday, November 23rd, 2013 Categories : Psikologi

Tidak diragukan lagi, sebagian besar dari efek komunikator ini merupakan proses alih perasaan; setiap kesimpulan yang dikaitkan dengan sumber yang dinilai baik, akan dinilai semakin baik. Tetapi tidak cukup untuk membiarkan keadaan itu. Kadang-kadang kesimpulan sumber akan diterima begitu saja karena keahliannya atau penilaian yang baik terhadap sumber, tanpa memperdulikan argumen-argumennya. Dalam keadaan lain, argumen itu sendiri penting. Apakah perbedaan di antara situasi-situasi ini? Nampaknya ada beberapa faktor yang penting. Salah satunya adalah apakah penilaian yang baik terhadap sumber berasal dari keahlian atau dari rasa suka terhadapnya. Argumen yang baik merupakan hal yang penting bagi persuasivitas seorang ahli, tetapi mungkin tidak terlalu penting bagi seorang nonahli yang disukai. Norman (1976) menguji gagasan ini dengan menggunakan dua sumber: seorang ahli yang tidak menarik dan seorang nonahli yang menarik. Karena topik permasalahannya adalah jumlah waktu tidur yang rata-rata dibutuhkan seseorang tiap malam, ahlinya adalah seorang profesor psikologi fisiologik yang telah menulis buku tentang masalah tidur; dan nonahlinya adalah seorang mahasiswa berusia dua puluh tahun. Foto dan data pribadi mereka yang lain disajikan. Mahasiswa itu seorang yang menarik, seorang pemuda berbadan atletis yang baru saja terpilih menjadi mahasiswa teladan, sedangkan si profesor sudah setengah umur dan tidak terlalu menarik. Dalam setiap kasus, setengah dari subjek menerima argumen yang meluas tentang mengapa seseorang harus mengurangi tidurnya, sedangkan yang setengah lagi memperoleh pernyataan sederhana bahwa mereka sebaiknya mengurangi tidur. Tambahan argumen itu secara signifikan meningkatkan persuasivitas seorang ahli, tetapi tidak mempengaruhi jumlah perubahan sikap yang dihasilkan oleh nonahli yang menarik.
Terakhir, mekanisme konsistensi juga merupakan hal yang penting bagi efek komunikasi. Pada umumnya, setiap karakteristik komunikator yang menyiratkan bahwa mereka tahu apa yang mereka bicarakan (ahli), jujur (tidak ada maksud tersembunyi), disukai, meningkatkan efektivitas komunikasi. Karena penghinaan terhadap sumber komunikasi merupakan cara utama untuk menghindari perubahan sikap, variabel-variabel yang berkaitan dengan komunikator ini sangatlah penting. Setiap rasa tidak suka terhadap komunikator atau kurangnya keyakinan terhadap kompetensi atau kredibilitas komunikator relatif memudahkan penolakan pesan dengan menyerang sumber. Dalam hal ini, target membebaskan dirinya sendiri dari tekanan kecemasan tentang detail kompleks pesan itu sendiri.
Bagaimana dengan isi sebenarnya dari pesan? Para pemasang iklan mencoba menjual produk tertentu; apakah produk itu baik? Para politikus berusaha agar terpilih, apakah mereka benar-benar memenuhi syarat untuk jabatan itu? Rekan-rekan anda mencoba mengajak anda menghadiri pesta tertentu; apakah pesta itu benar-benar pesta yang menarik.
Tentu saja, lebih mudah menjual sesuatu yang benar-benar baik. Crest menjadi pasta gigi yang paling banyak terjual karena benar-benar memberikan perlindungan terhadap kerusakan gigi; mobil menjadi populer karena merupakan produk yang sangat bermanfaat; dan beberapa calon politik lebih memenuhi syarat daripada yang lain. Namun, dalam me-nawarkan produk atau opini tertentu untuk dijual, ada sejumlah variabel dalam komunikasi itu sendiri yang memiliki efek penting terhadap jumlah perubahan sikap yang timbul.

HUBUNGAN KOMUNIKASI DAN KOMUNIKATOR LAWAN PESAN | ok-review | 4.5