HARAPAN ORANG LAIN TERHADAP DIRI KITA

By On Monday, November 25th, 2013 Categories : Psikologi

Sampai suatu tingkat yang sulit dipercaya, orang akan rela memenuhi permintaan orang lain hanya karena orang lain tersebut mengharapkannya. Gejala ini sangat mudah dilihat bila permintaan diajukan secara langsung. Misalnya, bila peneliti menyatakan kepada subjek bahwa pereka harus menyumbangkan sejumlah uang, dan memberikan peringatan bila mereka tidak melakukannya, maka subjek akan memberikan sumbangan yang lebih banyak (White, 1972). Cara yang agak kurang eksplisit untuk mengkomunikasikan harapan adalah dengan sekedar memberi label pada orang yang hendak Anda tekan. Jika Anda memperkuat gambaran orang mengenai diri mereka sendiri dengan memberikan nama verbal atau label, mereka akan cenderung menampilkan perilaku sesuai dengan label yang Anda berikan. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Kraut (1973) beberapa orang diminta untuk memberikan sumbangan amal dan kemudian diberi label “murah hati” atau “tidak murah hati” bergantung pada apakah mereka memberikan sumbangan atau tidak. Subjek yang lain tidak diberi sebutan apa pun. Kemudian, mereka kembali diminta memberikan sumbangan. Ternyata sebutan itu mempengaruhi mereka untuk menampilkan perilaku seperti yang mereka tunjukkan pada saat pertama. Mereka yang pada saat pertama memberikan sumbangan, dan diberi sebutan murah hati, memberikan sumbangan yang lebih banyak dibandingkan mereka yang tidak diberi label; dan mereka yang tidak memberikan sumbangan dan diberi label tidak murah hati, memberikan sumbangan yang lebih sedikit dibandingkan mereka yang tidak diberi sebutan. Di lain pihak, pemberian label dengan cara yang tidak diinginkan dapat mendorong orang untuk mengkompensasikan diri melalui perilaku yang berbeda dengan apa yang diharapkan. Steele (1975) menghubungi beberapa orang melalui telepon dan mengatakan bahwa telah diketahui secara luas kalau mereka adalah orang yang mau melibatkan diri dalam masyarakat, atau mengatakan bahwa sudah, bukan rahasia lagi kalau mereka adalah orang yang tidak mau melibatkan diri dalam masyarakat, atau mengatakan sesuatu, yang negatif yang tidak relevan dengan masyarakat itu. Kemudian dia meminta mereka untuk menolong mendirikan koperasi makanan bagi masyarakat. Sebutan (atau seperti istilah yang dipergunakannya, “nama panggilan “) meningkatkan ketaatan. Tetapi label negatif menimbulkan tingkat ketaatan yang lebih tinggi dibandingkan label yang positif, karena subjek merasa mereka tidak adil. Dalam kedua situasi tersebut, tampaknya sebutan mempengaruhi gambaran diri seseorang. Kadang-kadang suatu label dapat memperkuat gambaran itu dan mendorong orang untuk menampilkan perilaku yang sesuai dengan gambaran tersebut; di saat lain, label dapat membuat orang merasa cemas tentang gambaran tersebut dan berusaha melakukan sesuatu untuk memperbaikinya. Elemen kognitif, dan terutama pemikiran orang mengenai dirinya sendiri, memainkan peran penting dalam ketaatan.
Harapan-harapan orang lain dapat menimbulkan ketaatan, bahkan meskipun harapan itu bersifat implisit. Salah satu cara untuk memaksimalkan ketaatan adalah dengan menempatkan individu dalam situasi yang terkendali, di mana segala sesuatunya diatur sedemikian rupa sehingga ketidaktaatan merupakan hal yang hampir tidak mungkin timbul. Contoh yang lazim dapat dilihat dalam kamar periksa dokter. Budi duduk dengan tenang, menikmati majalah sambil menunggu kesempatan bertemu dokter. Kemudian perawat memanggilnya untuk masuk ke kamar periksa. Dia mengetahui bahwa dokter masih sibuk dengan dua pasien lainnya dan tidak akan siap memeriksa sampai 15 menit berikutnya. Dia lebih senang berada di tempatnya sekarang ini, dan tidak ada ancaman yang jelas bila menolak atau ganjaran bila memenuhi pang gilan tersebut. Meskipun demikian, dia berjalan memasuki kamar periksa dan menunggu dengan rasa tidak senang, kali ini tanpa majalah dan mungkin tanpa pakaiannya semua ini terjadi karena perawat memintanya melakukan hal itu dan situasinya diatur sedemikian rupa sehingga dia sulit menolak.

HARAPAN ORANG LAIN TERHADAP DIRI KITA | ok-review | 4.5