EPIDEMIOLOGI TUBERKULOSIS

By On Wednesday, November 13th, 2013 Categories : Kesehatan

Tuberkulosis merupakan suatu penyakit infeksi kronik yang sudah sangat lama dikenal pada manusia, apabila dihubungkan dengan tempat tinggal di daerah urban, lingkungan yang padat, dibuktikan dengan adanya penemuan kerusakan tulang vertebra thoraks yang khas TB dari kerangka yang digali di Heidelberg dari kuburan jaman neoli-tikum, begitu juga penemuan yang berasal dari mumi dan ukiran dinding pyramid di Mesir kuno pada tahun 2000-4000 SM.
Patogenesis. Penularan TB paru terjadi karena kuman dibatukkan atau dibersinkan keluar menjadi droplet nuchlei dalam udara sekitar kita. Partikel infeksi ini dapat menetap dalam udara bebas selama 1-2 jam, tergantung pada ada tidaknya sinar ultra violet, ventilasi yang buruk dan kelembaban. Bila partikel infeksi ini terisap oleh orang sehat, ia akan menempel pada saluran nafas atau jaringan paru. Partikel dapat masuk ke alveolar bila ukuran partikel kurang dari 5 mikrometer. Kuman akan dihadapi pertama kali oleh netrofil kemudian baru oleh makrofag. Kebanyakan partikel ini akan mati oleh makrofag, keluar dari percabangan trakeobronkial bersama gerakan silia dengan sekretnya. Bila kuman menetap di jaringan paru, berkembang biak kemudian dapat terbawa masuk ke organ tubuh lainnya. Kuman yang bersarang di jaringan paru disebut sarang primer atau fokus gohn. Dari sarang primer akan timbul peradangan saluran getah bening menuju hiIus (limfangitis lokal), diikuti oleh pembesaran kelenjar getah bening hilus (limfadenitis regional), keadaan ini disebut komplek primer.

EPIDEMIOLOGI TUBERKULOSIS | ok-review | 4.5