EFEK RUMAH KACA

By On Wednesday, November 13th, 2013 Categories : Ilmu Alam

Peningkatan dari kadar C02 di atmosfir menimbulkan masalah karena Karbon dioksida memiliki sifat memperbolehkan cahaya sinar tampak untuk lewat melaluinya tetapi menyerap sinar infra merah. Agar bumi dapat mempertahankan temperatur rata-rata, bumi harus melepaskan energi setara dengan energi yang diterima. Energi diperoleh dari matahari yang sebagian besar dalam bentuk cahaya sinar tampak. Oleh karena C02 di atmosfer memperbolehkan sinar tampak untuk lewat, energi lewat sampai ke permukaan bumi. Tetapi energi yang kemudian dilepaskan (dipancarkan) oleh permukaan bumi sebagian besar berada dallm bentuk infra merah, bukan cahaya sinar tampak, yang oleh karenanya di- searap oleh atmosfer C02. Sekali molekul C02 menyerap energi dari sinar infra merah, energi ini t’dak disimpan melainkan dilepaskan kembali ke segala arah, memancarkan balik ke permukaan bumi. Sebagai konsekuensinya, atmosfer C02 tidak menghambat energi matahari untuk mencapai bumi, tetapi menghambat sebagian energi untuk kembali ke ruang angkasa. Fenomena ini disebut dengan efek rumah kaca. Adanya peningkatan bertahap dari temperature rata-rata permukaan bumi atau pemanasan global, sebagai akibat dari bertambahnya kadar C02 tiap tahunnya. Sesungguhnya, tidak diperlukan peningkatan yang tinggi dari temperatur rata-rata untuk mengakibatkan perubahaan pada cuaca bumi. Peningkatan 4 derajat celcius cukup untuk sebagian besar antartik mencair dan berakibat tenggelamnya beberapa negara-negara pantai di seluruh dunia. Tetapi apakah sesungguhnya temperatur rata-rata terus meningkat? Hasil pengukuran menunjukkan temperatur rata-rata bumi meningkat, 0.6 derajat celcius, dari tahun 1880 sampai 1940, lalu kembali menurun, kurang lebih 0.3 derajat celcius, dari tahun 1940 sampai 1975, walaupun konsentrasi dari C02 pada atmosfer terus meningkat pada masa itu. Sejak tahun 1975 temperatur bumi kembali meningkat secara perlahan-lahan. Pada dasarnya, sampai saat ini kita tidak memastikan seberapa jauh efek rumah kaca berdampak pada perubahan cuaca bumi. Ada banyak faktor yang terlibat di dalamnya, dan penelitian terus berlanjut. Efek rumah kaca, pertama kali ditemukan oleh Joseph Fourier pada 1824 merupakan sebuah proses di mana Atmosfer memanaskan sebuah Planet Mars,Venus dan benda langit beratmosfer lainnya seperti satelit alami Saturnus Titan yang memiliki efek rumah kaca. Efek rumah kaca ini disebabkan karena naiknya konsentrasi gas (C02) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas C02 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya. Energi yang masuk ke bumi mengalami : 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer 25% diserap awan 45% diadsorpsi permukaan bumi 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi. Energi yang diadsoprsi dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas C02 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda. Selain gas C02, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah sulfur dioksida (S02), nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (N02) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana (CH4) dan khloro fluoro karbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca. Menurut perkiraan, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu bumi rata-rata 1-5°C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan antara 1,5-4,5°C sekitar tahun 2030.
Dengan meningkatnya konsentrasi gas C02 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan permukaan bumi menjadi meningkat. Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya dan lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menilnbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.

EFEK RUMAH KACA | ok-review | 4.5