E-LEARNING – PEMBELAJARAN DENGAN MEMANFAATKAN KEMAJUAN TEKNOLOGI INFORMASI

By On Tuesday, November 12th, 2013 Categories : Teknologi

Teknologi informasi merupakan teknologi yang digunakan untuk mengolah data (memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data) untuk menghasilkan informasi yang berkualitas. Saat ini perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan pengaruh yang sangat signifikan dalam perkembangan pembelajaran secara elektronik (e-learning). Dalam lingkungan pendidikan, ternyata tingkat pengguna Internet di Indonesia yang tertinggi berada pada kategori universitas yaitu sebesar 19% Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah menyangkut masalah berikut ini: (1) Bagaimana proses pembelajaran dengan menggunakan model e-learning, dilihat dari komponen infrastruktur, sistem dan aplikasi serta konten e-learning? (2) Bagaimana perancangan instruksional untuk materi pembelajaran e-learning? Tujuan dari penelitian ini di antaranya: (1) Ingin mengetahui proses pembelajaran dengan menggunakan model e-learning, dilihat dari komponen infrastruktur, sistem dan aplikasi serta konten e- learning (2) Ingin mengetahui modei perancangan instruksional untuk materi pembelajaran e-learning. Berdasarkan AMA Handbook of e-learning (2003, 2), pengertian e-learning dapat dipisahkan menjadi dua, yaitu dalam arti luas dan khusus. Dalam arti luas, e-learning adalah setiap jenis pembelajaran yang disampaikan secara elektronik, misalnya TBT (technology-based training), CBT (computer-based training). Sedangkan dalam arti khusus, e-learning berarti pembelajaran yang disampaikan dengan menggunakan jaringan komputer atau Web. Menurut Widiatmoko, e-learning mempunyai pengertian yang sangat luas sehingga banyak pakar yang menguraikan definisi e-learning dari berbagai sudut pandang. Darin E. Hartley (2001, 1) menyatakan bahwa e-learning merupakan jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain. E-learning yang efektif berbeda dari pembelajaran elektronik lainnya. Hal ini disebabkan karena aspek interaktivitasnya yang tinggi, di mana: (1) Siswa berinteraksi dengan siswa (2) Siswa berinteraksi dengan pelajaran (3) Siswa berinteraksi dengan instruktur. Sedangkan menurut pendapat Clark dan Mayer (2007, 10), e-learning didefinisikan sebagai instruksi yang disampaikan dengan komputer melalui CD-ROM, Internet ataupun Intranet yang mempunyai fitur sebagai berikut : (1) Menyertakan content (isi) yang berhubungan dengan tujuan pembelajaran (2) Menggunakan metode instruksional seperti contoh dan latihan untuk mendukung pembelajaran (3) Menggunakan elemen media seperti kata-kata dan gambar untuk menyampaikan content (isi) dan metode (4) Dapat berupa bimbingan instruktur (atau disebut synchronous e-learning) dan dirancang untuk mampu belajar sendiri / seif-paced individual study (atau disebut asynchronous e-learning) (5) dihubungkan dengan tujuan pembelajaran (6) individual dan meningkatkan kinerja organisasi Membangun pengetahuan baru dan ketrampilan Gambar 1. Spectrum of Technology in Classes (Luknanto, 2007, p7) Pengertian e-learning (Clark & Mayer, 2007, 11) mempunyai beberapa elemen yang mencakup ‘what ‘how’ dan ‘why’ tentang e-learning. Elemen ‘how’ berarti materi pembelajaran diproses dengan komputer sehingga dapat disimpan dalam bentuk elektronik. Elemen ‘what’ berarti materi pembelajaran mencakup isi dan cara untuk membantu siswa mempelajarinya. Sedangkan elemen ‘why’ berarti maksud untuk membantu individu dalam meraih tujuan pendidikan atau membantu organisasi untuk membangun ketrampilan yang berhubungan dengan peningkatan kinerja kerja. Menurut Kasim (2006, 13) sistem pendidikan yang digunakan perguruan tinggi di Indonesia menggunakan dasar satuan kredit semester (SKS). Satuan kredit semester digunakan untuk menyatakan besarnya beban studi mahasiswa dan pengakuan atas keberhasilan mahasiswa secara akumulatif dalam rentang satu semester. Satu SKS mempunyai arti sebagai berikut: (1) 50 menit tatap muka di kelas (2) 50 menit kerja terstruktur (berupa tugas, praktikum, pekerjaan rumah) (3) 60 menit kerja mandiri bagi mahasiswa. Melalui teknologi informasi dan komunikasi (TIK), sistem SKS akan diperkaya dengan cara merancang bahan-bahan kuliah secara elektronis untuk ketiga kegiatan yang tercakup dalam sistem SKS tersebut. Untuk perguruan tinggi yang besar dengan banyak fakultas dan program studi, maka pelaksanaan dari sistem ini harus diperhatikan dua hal yaitu: budaya yang ada di masing-masing fakultas danxprogram tersebut, tingkat TIK yang akan digunakan akan beragam disesuaikan dengan budaya lokal. Adapun jenis teknologi yang akan digunakan mencakup: tayangan menggunakan OHP, TV, computer projector, sampai dengan teknologi internet, video lecturing maupun bahan kuliah online dengan html yang diperkaya dengan scripts Java applets, PHP-Perl programming, databasing, dan Iain sebagainya. Implementasi sistem online, ini akan dilakukan secara bertahap baik dipandang dari sisi teknologi maupun implementasinya ke seluruh fakultas dan program di sebuah perguruan tinggi. Adapun penggunaan teknologi untuk mendukung pembelajaran.
Penerapan e-learning dapat menghadapi salah satu dari dua mitos yaitu kesuksesan atau kegagalan. Kedua siklus tersebut dapat dilihat pada gambar 2 dan 3. Dengan demikian, pengembangan materi kuliah harus didukung oleh semua pihak terkait. Saat ini diperlukan suatu sistem pembelajaran yang diperlukan untuk mengantisipasi perkembangan jaman dengan dukungan teknologi informasi di mana semua menuju ke era digital, baik mekanisme maupun konten. Kesimpulan definisi e-learning menjelaskan bahwa komponen yang membentuk e- Learning adalah: Infrastruktur e-learning, dapat berupa personal computer (PC), jaringan komputer, internet dan perlengkapan multimedia. Sistem dan Aplikasi e-learning: Sistem perangkat lunak yang mem-virtualisasi proses belajar mengajar konvensional. Bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau konten, forum diskusi, sistem penilaian (rapor), sistem ujian online dan segala fitur yang berhubungan dengan manajemen proses belajar mengajar. Sistem perangkat lunak tersebut sering disebut dengan Learning Management System (LMS). LMS banyak yang opensource sehingga bisa kita manfaatkan dengan mudah dan murah untuk dibangun di sekolah dan universitas. Konten e-learning: Konten dan bahan ajar yang ada pada e-learning system (Learning Management System). Konten dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk Multimedia-based Content (konten berbentuk multimedia interaktif) atau Text-based Content (konten berbentuk teks seperti pada buku pelajaran biasa). Biasa disimpan dalam Learning Management System (LMS) sehingga dapat dijalankan oleh siswa kapanpun dan dimanapun. Sedangkan pelaku (Actor) yang ada dalam pelaksanakan e-learning boleh dikatakan sama dengan proses belajar mengajar konvensional, yaitu perlu adanya guru (instruktur) yang membimbing, siswa yang menerima bahan ajar dan administrator yang mengelola administrasi dan proses belajar mengajar.

E-LEARNING – PEMBELAJARAN DENGAN MEMANFAATKAN KEMAJUAN TEKNOLOGI INFORMASI | ok-review | 4.5