CIRI SESEORANG YANG MENGALAMI KESEPIAN

By On Tuesday, November 12th, 2013 Categories : Psikologi

Apakah ada perbedaan strategi coping antara lansia yang tinggal d ipanti werdha dan dirumah? Dari berbagai hasil penelitian, para ahli memperoleh gambaran umum mengenai ciri-ciri seseorang yang mengalami kesepian. Hal ini mencakup emosi maupun pola perilakunya. Peplau dan Perlman (1982:192) mengatakan bahwa perasaan kesepian adalah pengalaman yang tidak menyenangkan yang terjadi pada saat jaringan hubungan sosial seseorang menurun baik secara kuantitatif maupun kualitatif. O. Sears dkk (1994:212) juga mengatakan bahwa kesepian adalah kegelisahan subjektif yang dirasakan pada saat suatu hubungan sosial individu kehilangan ciri-ciri pentingnya, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Secara kuantitatif dalam arti bahwa seseorang tidak atau hanya mempunyai sedikit teman baik seperti yang diinginkan. Sedangkan kesepian secara kualitatif dalam arti bahwa seseorang merasa bahwa hubungan sosial yang individu miliki hanya dangkal, tidak mendalam, kurang memuaskan dibandingkan dengan apa yang individu harapkan. Dari d efinisi ini dapat dicirikan bahwa seseorang yang mengalami kesepian mengalami perasaan yang tidak menyenangkan, dimana hal ini dapat terjadi bila seorang individu mengalami sedikit jaringan interaksi dengan orang lain, atau tidak memiiiki hubungan yang intim atau erat dalam interaksi sosialnya. Menurut Peplau dan Perlman seperti yang dikutip oleh Sarlito Wirawan Sarwono (1997:223), kesepian adalah perasaan yang timbul jika harapan untuk terlibat dalam suatu hubungan yang akrab dengan seseorang tidak tercapai. Perasaan ini dapat timbul pada individu yang harus pindah kekota lain dan meninggalkan para sahabatnya dikota lama, individu yang memasuki masa pensiun, individu yang ditinggal pergi jauh oleh kekasih, suami atau kematian orang tua. Kesepian bersifat subjektif karena sifatnya berupa perasaan. Kesepian berbeda dengan kesendirian. Kesendirian lebih bersifat fisik objektif, yaitu suatu keadaan dimana seseorang tidak bersama dengan orang lain. Seseorang dapat merasakan sepi walaupun sedang tidak sendirian, akan tetapi dapat juga merasa sendiri, namun tidak sepi. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Derlega dan Margulis seperti yang dikutip oleh Peplau dan Periman (1982:153) yang mengatakan bahwa, kesepian bukan hanya menyangkut tidak adanya orang lain di sekitarnya, melainkan kesepian merupakan akibat dari tidak adanya orang lain yang tepat yang dapat membantu individu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tertentu dalam interaksi sosialnya. Dari pengertian-pengertian diatas, maka dapat d iambil k esimpulan b ahwa k esepian adalah kegelisahan suftjektif yang dirasakan pada saat suatu hubungan sosial individu kehilangan ciri-ciri pentingnya, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif, dimana hal ini dapat terjadi bila seorang individu mengalami sedikit jaringan interaksi dengan orang lain, atau tidak memiliki hubungan yang intim atau erat dalam interaksi sosialnya. Seseorang yang kesepian mengalami berbagai perasaan dan menampilkan pola perilaku yang berbeda dengan individu yang tidak merasa kesepian. Kesepian dirasakan sebagai suatu pengalaman yang tidak menyenangkan. Fromm dan Reichmann, seperti yang dikutip oleh Revenson (1981:569) menggambarkan kesepian sebagai suatu hal yang menyakitkan dan menakutkan. Weiss (1983:10) menyebutkan kesepian sebagai suatu penderitaan tanpa obat. Menurut Solano dan Kcesier (1989:126) seseorang yang kesepian merasakan bahwa dirinya kurang bahagia, kurang puas, lebih pesimis, dan kurang bersemangat. Perasaan kesepian juga dapat menyebabkan individu menjadi lebih mudah marah dan merasakan kekosongan didalam hidupnya, yang jika dibiarkan berlarut-larut dapat menyebabkan depresi pada individu yang bersangkutan. Revenson mengatakan bahwa perilaku individu yang mengalami perasaan kesepian biasanya kurang efektif dalam membina dan mengembangkan suatu hubungan sosial yang akrab. Individu lebih memilih mengurung diri dirumah, canggung dalam pergaulan, dan sangat berlebihan dalam mencurahkan informasi tentang dirinya atau bahkan sangat menyembunyikan kehidupan pribadinya.
Asender juga menambahkan bahwa individu yang mengalami perasaan kesepian, lebih memusatkan perhatian yang lebih besar pada dirinya sendiri, malu untuk bergaul, dan kurang berani menghadapi penolakan dari orang lain terhadap dirinya. Peplau dan Perlman juga mengatakan bahwa individu yang kesepian biasanya memiliki harga diri yang rendah dan cenderung untuk menghukum dirinya sendiri. Karakteristik kepribadian yang seperti inilah yang akan membuat individu cenderung merasakan kesepian, karena sifat-sifatnya tersebut dapat menurunkan daya tarik seseorang sehingga membatasi kesempatannya untuk berhubungan dengan orang lain atau gagal dalam membentuk suatu hubungan sosial yang memuaskan. Dari ciri-ciri tersebut di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa individu yang mengalami perasaan kesepian cenderung merasa kurang bahagia, kurang puas dalam menjalin hubungan dengan orang lain, lebih pesimis, merasa kekosongan didalam hidupnya, canggung dalam pergaulan, serta kurang efektif dalam membina dan mengembangkan suatu hubungan sosial yang akrab, yang jika dibiarkan berlarut-larut dapat menyebabkan depresi pada individu yang bersangkutan. Strategi coping pada dasarnya adalah strategi atau cara yang dipakai oleh individu untuk coping terhadap stressor yang me-ngancam. Jadi, yang penting untuk dijelaskan adalah tentang coping itu sendiri. Istilah “strategi coping” disini dianggap mempunyai pengertian yang sama dengan coping. Hal ini karena kata “strategi” tidak mempunyai pengaruh dalam memberi makna pada istilah “strategi coping”. Coping merupakan usaha untuk mengatur, termasuk segala yang dilakukan atau dipikirkan individu, tanpa memperhatikan baik buruknya jalan proses tersebut. Namun bukanlah selalu berarti reaksi yang menyelesaikan masalah, melainkan juga usaha menghindar, mentolerir, meminimalkan, menerima atau mengabaian kondisi yang menekan itu. Sedangkan pengertian dari coping itu sendiri adalah penyesuaian diri yang mengarah pada apa yang dilakukan individu untuk mengatasi situasi stress atau tuntutan yang membebani secara emosional.

CIRI SESEORANG YANG MENGALAMI KESEPIAN | ok-review | 4.5