Agama

PENGERTIAN TWASHTRI

Malaikat yang digambarkan sebagai seniman yang dapat menciptakan banyak hal, seperti senjata sakti, menghidupkan orang mati, mengganti wajah dan wujud, menghadiahkan kekayaan dan kemakmuran kepada mereka yang menyembahnya, dan lain-lain. Karena kesaktiannya ia ditakuti oleh banyak malaikat lain dan makhluk-makhluk gaib lainnya. Dalam mitologi Hindu, Twashtri berkedudukan sejajar dengan Hephaistos dan Vulcan, tokoh-tokoh mitologi Yunani.

PENGERTIAN TUKHARA

Atau Tushara, adalah suku bangsa yang berdiam di anak benua India sebelah utara pada saat Hindu sedang meluaskan pengaruhnya sampai ke Asia Tengah di abad-abad sebelum Masehi. Wilayah tempat suku bangsa Tukhara berdiam ini disebut Tukharistan. Dalam literatur Yunani Kuno Tukhara disebut-sebut sebagai Bactria yang diidentifikasikan sebagai suku bangsa Saka. Suku bangsa Saka inilah yang

PENGERTIAN TUMIMBAL LAHIR

Atau kelahiran kembali (purii bbhava atau patisandhi), bagi penganut Budha merujuk kepada proses kelahiran yang berulang kali. Kelahiran (jati) terdiri atas semua proses melahirkan mulai dari saat pembentukan janin hingga terjadinya kelahiran. Menurut agama Budha, kelahiran kembali dapat terjadi di tiga alam, yaitu alam berindera (kama- bhava), alam berbentuk (rupa-bhava), dan alam tak berbentuk (arupa-bhava).

MENGENAL TUHAN

Berdasarkan argumentasi teleologis – bila dilihat berdasarkan keteraturan teleologis yang ditunjukkan dunia – adalah Seorang Perancang berakal budi yang menghasilkan dunia dan mengatasi segalanya. Argumentasi teleologis tentang Tuhan merupakan salah satu argumentasi klasik yang didukung oleh argumentasi ontologis dan kosmologis. Berbeda dengan argumentasi ontologis – termasuk argumentasi gerak dan perubahan, argumentasi ketergantungan dunia, argumentasi sebab

PENGERTIAN TRYARUNA

Dalam mitologi Hindu, adalah raja keturunan Ikshwaku, putra Raja Trivrishan. Dikisahkan oleh Sayana, juru tafsir kitab-kitab suci Hindu yang mengutip dari kitab Satyayana Brahmana, bahwa pada masa pemerintahan Tryaruna, keturunan Ikshwaku pernah kena kutuk. Dikisahkan, pada suatu ketika Tryaruna sedang berkeliling naik kereta yang dikemudikan Purohita, pendita keluarga Kerajaan Ikshwaku. Di tengah jalan, ketika melaju kencang,

PENGERTIAN TRIVIUM

Pada Abad Pertengahan, merupakan pen-didikan yang diajarkan di katedral-katedral dan biara- biara dalam pendidikan Kristen untuk memperoleh gelar sarjana muda. Trivium terdiri atas tiga cabang utama pengetahuan, yakni gramatika, retorika, dan logika. Trivium merupakan prasyarat agar seseorang bisa menempuh quadrivium, yakni empat mata kuliah yang ditentukan untuk meraih gelar sarjana, yakni mata kuliah aritmetika, musik,

PENGERTIAN TRIWIKRAMA

Dalam pewayangan, adalah ke-mampuan setiap titisan (reinkarnasi) Dewa Wisnu untuk mengubah wujud menjadi raksasa mahabesar yang disebut Brahala. Di antara titisan Wisnu yang pernah melakukan triwikrama adalah Prabu Arjuna Sasrabahu dan Prabu Kresna. Dalam masa hidupnya Arjuna Sasrabahu, raja Maespati, tiga kali melakukan triwikrama. Pertama kali ia bertriwikrama sewaktu ia marah karena Patih Suwanda berani

PENGERTIAN TRIRATNA

Dalam agama Budha merujuk kepada tiga unsur, yakni Budha, Dharma, dan Sangha yang membentuk, menopang, dan melestarikan agama Budha. Secara harfiah Triratna berarti tiga berlian, tiga permata, atau tiga pusaka yang tak ternilai harganya. Bagi umat Budha Triratna sekaligus berperan sebagai tiga sarana (trisarana) untuk memperoleh perlindungan dalam menjalani kehidupan sehari-hari hingga tercapainya pembebasan akhir.

PENGERTIAN TRIPRAMANA

Metode filsafat untuk membuktikan suatu kebenaran dengan tiga cara (pramana). Ketiga cara tersebut adalah pratyaksa-pramana, metode dengan cara menyaksikan langsung, anumana-pramana, dengan jalan menganalisis, dan sabda-pramana atau agama-pramana, dengan jalan memegang teguh otoritas para resi dan kitab-kitab suci Veda.

PENGERTIAN TRISANDHYA

Sembahyangan umat Hindu untuk mengadakan hubungan dengan Hyang Widhi Wasa. Trisandhya umumnya dilakukan pada saat fajar menyingsing, tengah hari, dan sandikala, serta pada waktu diadakannya sembahyangan bersama di mra- jan atau di pura. Dalam upacara ini dipergunakan air suci (tirtha), api pedupaan, dan kembang. Trisandhya diawali dengan mengatur pernapasan yang dimulai dengan puraka (menarik napas
Page 2 of 7:« 1 2 3 4 5 6 7 »