CARA PENULARAN PENYAKIT TBC

By On Wednesday, November 13th, 2013 Categories : Kesehatan

1. Sumber penularan adalah penderita TB BTA(+).
2. Pada waktu batuk atau bersin, penderita menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk percikan dahak (droplet nuchlei). Sekali batuk dapat menghasilkan sekitar 3000 percikan dahak.
3. Umumnya penularan terjadi dalam ruangan dimana percikan dahak berada dalam waktu yang lama. Ventilasi dapat mengurangi jumlah percikan. Sementara sinar matahari langsung dapat membunu kuman. Percikan dapat bertahan dalam beberapa jam dalam lingkungan yang lembab dan gelap.
4. Daya penularan seorang penderita ditentukan oleh banyaknya kuman yang dikeluarkan dari parunya. Semakin tinggi derajat kepositifan hasil pemeriksaan dahak, makin menular pasien tersebut.
5. Faktor yang memungkinkan seseorang terpajan kuman TB ditentukan oleh konsentrasi percikan dalam udara dan lamanya menghirup udara tersebut.
Resiko Penularan
1. Resiko tertular tergantung dari tingkat pajanan dengan percikan dahak. Penderita TB paru dengan BTA( +) memberikan kemungkinan resiko penularan lebih besar daft penderita TB paru dengan BTA (-).
2. Infeksi TB dibuktikan dengan perubahan reaksi tuberkulin negatif menjadi positif.
 
Klasifikasi Penyakit Berdasarkan Organ Tubuh yang Terkena
1. TB paru yaitu TB yang menyerang parenkim paru, tidak termasuk pleura dan kelenjar hilus.
2. TB ekstra paru yaitu TB yang menyerang organ tubuh selain paru, misal selaput otak, selaput
jantung, tulang, kulit, dfl.
 
Klasifikasi Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Dahak Mikroskopis
1. TB paru BTA ( + )
a) Sekurang-kurangnya dua dari tiga spesimen dahak SPS (sewaktu-pagi -sevy.aktu ) hasilnya BTA ( + ).
b) Satu spesimen dahak SPS hasilnya BTA ( + ), foto thoraks menunjukkan gambaran TB.
c) Satu spesimen dahak SPS hasilnya BTA ( + ) dan biakan kuman TB positif.
d) Satu atau lebih spesimen dahak hasilnya positif setelah tiga spesimen dahak SPS pada pemeriksaan sebelumnya hasilnya BTA (- ) dan tidak ada perbaikan setelah pemberian antibiotik non OAT.
2. TB paru BTA (-)
a) Kasus yang tidak memenuhi defenisi pada TB paru 3TA ( + ).
b) Kriteria diagnostik TB paru BTA ( – ) harus meliputi:      :
(1) Paling tidak tiga spesimen dahak SPS hasilnya BTA(-).
(2) Foto thoraks menunjukkan gambaran TB.
(3) Tidak ada perbaikan setelah pemberian antibiotik non OAT.
(4) Ditentukan (dipertimbangkan) oleh dokter untuk diberi pengobatan.
 
Klasifikasi Berdasarkan Riwayat Pengobatan sebelumnya
1. Kasus baru yaitu penderita yang belum pernah diobati dengan OAT, atau sudah penah menelan OAT kurang dari 4 minggu.
2. Kasus kambuh (relaps) yaitu penderita TB yang sebelumnya pernah mendapat pengobatan TB dan telah dinyatakan sembuh atau pengobatan lengkap, didiagnosis kembali dengan BTA( +).
3. Kasus setelah putus berobat ( default ) yaitu penderita yang telah berobat dan putus berobat dua bulan atau lebih dengan BTA ( + ).
4. Kasus setelah gagal ( failure ) yaitu penderita yang hasil pemeriksaan dahaknya tetap positif atau kembali menjadi positif bulan kelima atau lebih selama pengobatan.
5. Kasus pindahan ( transfer in ) yaitu penderita yang dipindahkan dari UPK yang memiliki register TB lain untuk melanjutkan pengobatannya.
6. Kasus lain yaitu semua kasus yang tidak memenuhi ketentuan di atas, dalam kelompok ini termasuk kasus kronik, yaitu penderita dengan hasil pemeriksaan masih BTA ( + ) setelah selesai pengobatan ulang.
Gejala Klinis
Keluhan yang dirasakan penderita TB dapat bermacam-macam atau malah banyak ditemukan tanpa keluhan sama sekali. Keluhan yang terbanyak adalah demam, batuk atau batuk darah, sesak nafas, nyeri dada, malaise.

CARA PENULARAN PENYAKIT TBC | ok-review | 4.5