CARA MENGATASI GANGGUAN DEPRESI

By On Thursday, October 17th, 2013 Categories : Psikologi

Gangguan depresi adalah sebuah pengelompokan heterogen terhadap kondisi-kondisi yang ditandai oleh kesamaan gejala perasaan yang tidak menentu. Klasifikasi kejiwaan dewasa ini memisahkan gangguan depresif berdasarkan katagori bipolar dan non-bipolar, tergantung dari ada tidaknya bentuk-bentuk depresi lainnya. Kondisi depresi yang tak begitu parah dikategorikan sebagai gangguan depresi dysthymic, cyclothymic, dan gangguan depresi tidak berjenis. Diagnosis gangguan depresi hanya dibuat ketika intensitas dan lamanya gejala depresi melebihi depresi yang ditimbulkan oleh stres kehidupan normal. Sebagian besar depresi bercirikan suatu perasaan dysphoric yang bertahan lama yang mungkin berhubungan dengan perasaan diri tidak berharga, keinginan bunuh diri, kesulitan berkonsentrasi, ketidakmampuan untuk merasakan kesenangan, perubahan-perubahan nafsu makan, pola tidur, aktivitas psikomotorik dan gejolak energi internal. Pada kasus parah, gejala psikosomatis bisa hadir pula.
Frekuensi kemunculan gangguan depresi cukup tinggi. Dalam kehidupan sehari-hari, frekuensinya sekitar 15-30 persen. Sedangkan kaum wanita pada umumnya menghadapi kemungkinan dua kali lebih besar daripada pria. Sekalipun penyebab gangguan depresi belum diketahui secara pasti, diduga penyebabnya bersifat multifaktor. Sebagian kecil kasus jelas disebabkan oleh kondisi-kondisi medis. Sisanya, para ahli sepakat bahwa hal itu dikarenakan stres. Beberapa faktor dipercaya menyebabkan orang yang mengalami depresi juga akan menderita gangguan serius, namun dugaan itu hanya didukung jika ada stres yang timbul. Beberapa teori menyebutkan beberapa penyebab yang mungkin saling berpengaruh: pengaruh genetik, perkembangan kepribadian, hilangnya orang yang dicintai pada masa lalu. faktor-faktor lingkungan dan pola-pola tidak berfungsinya kognisi dan perilaku normal antar-manusia. Faktor-faktor penyebab dalam kasus-kasus akut seringkali merupakan peristiwa-peristiwa yang gampang dikenali. Pada kasus-kasus lain, tekanan dari luar tidak nampak hadir. Para teoritisi dinamika psikologis meyakini bahwa pada pasien-pasien tersebut suatu peristiwa yang tidak berarti secara serius bisa ditafsirkan sebagai suatu kehilangan besar, atau bahwa sesuatu yang sepele bisa menyebabkan pasien seperti itu merasa bersalah. Banyak periset biologi mempercayai bahwa kesalahan psikologis menyebabkan hampir semua kasus depresi Dalam penelitian mengenai penyebab dan akibat gangguan depresi, sejumlah ketidaknormalan psikologis telah dijumpai pada subkelompok pasien penderita depresi Gerakan mata secara liar (REM. rapid eye mo.’ementj. kebimbangan yang sangat mencekam dan pola tidur yang kacau, adalah gejala-gejalanya ini diyakini berkaitan dengan gangguan pada sistem neuro-transmiter non-andrenergic dan sertcnergic.
Catatan tentang depresi bervariasi, dan ini menguatkan argumen bahwa depresi berhubungan dengan gangguan eksternal Timbulnya gangguan depresi bisa muncul kapan saia dalam lingkaran kehidupan, sekalipun gangcuan berkutub dua biasanya muncul pada dekade kedua atau ketiga dalam kehidupan seseorang Gangguan dysthimic yang dapat muncul khususnya pada keluarga pengidap gangguan tersebut yang biasanya sudah menampakan gejalanya pada usia muda. Studi epidemiologis menyatakan bahwa mayoritas kasus depresi tidak dirawat, baik karena sembuh dengan sendirinya atau karena terlanjur berkembang menjadi gangguan kronis. Perawatan depres; meliputi terapi kejiwaan dan pengobatan. Terapi kejiwaan yang berorientasi pada analisis kejiwaan seringkali digunakan sekalipun tidak menghasilkan sukses besar. Antusiasme terapi kejiwaan dalam jangka pendek telah dibangkitkan oleh studi-studi yang menunjukkan keberhasilan pelaksanaan terapi-terapi kognisi dan perbaikan hubungan antar-manusia si pasien. Kombinasi terapi kejiwaan antar-manusia dan pendekatan manusiawi telah menunjukkan keberhasilannya dibandingkan dengan penggunaan hanya salah satu di antaranya.
Pengobatan-pengobatan antidepresi meliputi terapi antidepresi heterocyclic, monoamine oxidase. serotonin dan beberapa obat agen lainnya yang terbukti efektif pada sekitar 80 persen kasus depresi. Metode serupa juga diterapkan pada banyak kasus dysthimic. Terapi kejutan listrik masih menjadi pengobatan penting terhadap kondisi-kondisi yang membahayakan jiwa, depresi yang berhubungan dengan terapi ketergantungan obat, atau untuk orang-orang yang tidak dapat minum obat secara aman seperti orang-orang lanjut usia. Pengobatan dalam jangka panjang menggunakan elemen anti-depresi atau penyetabil perasaan seperti lithium, terbukti bisa mengurangi frekuensi dan intensitas kasus depresi yang berulang-ulang yang sangat mempengaruhi diagnosis. Ruang lingkup, keberadaan dan penyebab gangguan depresi dapat dijelaskan oleh pemahaman yang lebih dalam mengenai kaitan depresi dengan gangguan jiwa lainnya yang seringkali disertai dysphoria, khususnya gangguan kecemasan gangguan tidur, dan gangguan persepsi.

CARA MENGATASI GANGGUAN DEPRESI | ok-review | 4.5