CARA DIET YANG BENAR

By On Friday, February 21st, 2014 Categories : Kesehatan

Sering kali diartikan sebagai susunan makanan sehari-hari. Diet menyediakan kebutuhan tubuh akan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan mempertahankan kesehatan secara optimal. Diet seseorang bergantung pada kebutuhannya, sedangkan kebutuhan itu bergantung pula pada aktivitas orang tersebut.
Tubuh memerlukan lima zat gizi esensial, yaitu protein, lemak, karbohidrat, vifamin, dan mineral tertentu. Air tidak termasuk zat gizi, namun bahan ini diperlukan untuk semua kegiatan biokimia yang terjadi di dalam tubuh.
Di Indonesia, diet yang sehat tercakup dalam pedoman Empat Sehat, Lima Sempurna. Keempat unsur diet tersebut adalah nasi, jagung, sagu, dan lain-lain yang merupakan sumber karbohidrat; daging atau ikan sumber lemak dan protein hewan dan tempe atau tahu sumber protein nabati; sayur-mayur dan buah- buahan sumber vitamin dan mineral, serta sumber makanan berserat. Unsur kelima yang dikatakan sempurna adalah susu yang mengandung hampir semua unsur gizi. Diet yang mengandung semua unsur yang diperlukan dalam jumlah yang cukup disebut diet yang seimbang atau diet adeknat.
Oksidasi karbohidrat dan lemak yang terjadi di dalam sel menghasilkan energi yang diperlukan, misalnya untuk menjalankan reaksi biokimia, kerja otot, dan kerja saraf. Lemak menghasilkan kalori (satuan panas yang merupakan energi) dua kali lebih banyak daripada karbohidrat dan protein. Lemak juga diperlukan untuk menambah asam lemak esensial yang tidak dapat dibentuk dalam tubuh. Protein dibutuhkan sebagai sumber asam amino, terutama asam amino esensial. Protein hewani merupakan sumber semua jenis asam amino, sedangkan protein nabati umumnya tidak mengandung asam amino yang lengkap. Namun beberapa jenis kacang-kacangan mempunyai susunan asam amino yang mendekati protein hewani. Kebiasaan memakan tempe dan tahu merupakan suatu keuntungan, karena dapat membantu mengatasi mala- gizi protein yang sering terjadi pada rakyat yang kurang mampu. Di dalam diet yang seimbang sudah terkandung vitamin dan mineral. Karena itu zat gizi tersebut tidak perlu ditambahkan tersendiri, kecuali pada masa pertumbuhan, atau pada ibu hamil dan orang yang baru sembuh dari sakit.
Diet terbaik untuk bayi baru lahir adalah air susu ibu (ASI). ASI mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan seorang bayi. Beberapa bulan kemudian baru ditambahkan makanan lain, misalnya makanan yang mengandung vitamin A, D, B kompleks, serta unsur besi yang persediaannya di dalam tubuh bayi hanya mencukupi untuk tiga bulan pertama. Pada usia 5—6 bulan makanan bayi sudah terdiri atas ASI (susu), buah-buahan, sayur, bubur beras, dan makanan dari hewan.
Diet pada tahap-tahap dari balita sampai usia lanjut berbeda-beda. Pada anak balita kebutuhan akan kalori maupun protein sangat banyak. Pada masa remaja kebutuhan kalori menonjol, hingga dietnya mengutamakan karbohidrat dan lemak, di samping protein. Diet untuk orang dewasa tidak jauh berbeda dengan diet remaja. Pada usia lanjut, unsur karbo-hidrat, lemak, dan protein harus dikurangi, sedangkan vitamin dan mineralnya sama dengan diet masa dewasa.
Diet yang tidak seimbang, misalnya yang kekurangan kalori atau protein, terutama pada kanak-kanak, dapat menimbulkan suatu keadaan yang disebut marasmus atau kwashiorkor. Keadaan ini masih ditemukan pada negara berkembang, terutama di antara rakyat kurang mampu. Kadang-kadang keadaan ini terjadi bukan hanya karena tidak adanya biaya, namun juga karena kekurangan pengetahuan tentang diet seimbang. Kekurangan vitamin dapat menyebabkan hipovitaminosis atau avitaminosis, seperti anemia pada orang yang kekurangan vitamin B12, dan rabun senja atau buta pada orang yang kekurangan vitamin A.
Kelebihan unsur diet juga menyebaban beberapa kelainan, antara lain obesitas (kegemukan) karena kelebihan kalori, dan gangguan kardiovaskuler karena kebanyakan lemak.
Penderita penyakit tertentu memerlukan diet khusus. Ia bisa melebihkan atau mengurangi unsur diet tertentu. Namun salah satu prinsip utama dalam melakukan diet khusus adalah bahwa diet itu harus sesuai dengan keadaan khusus pasien. Misalnya, diet rendah garam diberikan pada orang dengan berbagai penyakit yang menimbulkan penumpukan cairan dalam jumlah yang abnormal di dalam tubuh, karena natrium mempunyai sifat menahan cairan di dalam jaringan-jaringan tubuh.
Dalam diet normal yang dimodifikasi secara kuantitatif, kadar makanan khususnya dan kalorinya harus selalu ditetapkan. Jadi, tidak ada istilah diet “rendah kalori”; kalori harus ditetapkan, misalnya “diet 1.200 kalori”. Sebaiknya diet khusus dilakukan di bawah pengawasan dokter.
Diet untuk mengurangi atau menambah berat badan didasarkan pada jumlah kalori yang masuk dan kalori yang digunakan. Kegemukan dapat terjadi jika jumlah kalori yang masuk lebih besar daripada yang digunakan. Sumber energi yang tidak digunakan akan diubah menjadi lemak yang ditimbun dalam tubuh. Oleh karena itu, untuk mendapatkan berat badan ideal, seseorang harus mengendalikan keseimbangan antara kalori yang masuk dan energi yang dikeluarkan.

CARA DIET YANG BENAR | ok-review | 4.5