CARA BERMAIN CATUR

By On Saturday, November 16th, 2013 Categories : Teknologi

CATUR dimainkan dua orang di atas kotak berwarna hitam-putih atau terang-gelap dengan 64 petak bujur sangkar. Catur termasuk olahraga, meskipun tidak memerlukan tenaga fisik. Selama bertanding, masing-masing pihak menggerakkan ke-16 biji caturnya secara bergantian hingga raja lawan terbunuh atau satu pihak menyerah karena memperkirakan rajanya akan mati dalam beberapa langkah. Langkah pertama dilakukan pemegang buah putih, lalu dibalas pemegang buah hitam.
Papan dan Biji Catur. Papan catur mempunyai 32 ruang bujur sangkar berwarna terang dan 32 berwarna gelap. Petak-petak horizontal disebut baris. Petak-petak tegak lurus disebut lajur. Petak-petak sama warna dalam satu garis disebut diagonal.
Tiap pemain memiliki 16 biji catur, masing-masing set berwarna putih dan hitam. Delapan biji catur di deretan depan disebut pion, semuanya mempunyai bobot nilai sama. Delapan lainnya terdiri atas raja, menteri, 2 gajah, 2 kuda, dan 2 benteng. Benteng disebut perwira berat, sedangkan gajah dan kuda disebut perwira ringan. Bagian di sebelah raja disebut sayap ra¬ja dan di sebelah menteri disebut sayap menteri. Papan catur harus dipasang sedemikian rupa sehingga bujur sangkar hitam terdapat di sebelah kiri pemain putih. Raja putih dipasang di bagian tengah baris pertama pada petak hitam, sedangkan raja hitam pada petak putih baris kedelapan menghadap ke raja putih. Letak semua perwira di belakang pion secara berurutan ialah benteng, kuda, gajah, menteri, raja, gajah, kuda, dan benteng. Semua pion putih ditempatkan pada baris kedua, sedangkan pion hitam pada baris ketujuh. Bila tak ada yang memenangkan pertarungan, permainan berakhir remis. Dalam pertandingan resmi, setiap kemenangan mendapat angka 1, remis 0,5, dan kalah 0. Dalam satu pertandingan, masing-masing pihak diberi jatah 2,5 jam untuk 40 langkah. Bila seorang pemain telah menggunakan waktu lebih dari 2,5 jam sebelum menyelesaikan 40 langkah, bendera jamnya akan jatuh dan ia dinyatakan kalah. Bila kedua pihak telah menyelesaikan 40 langkah dan belum ada yang menang, permainan ditunda untuk dilanjutkan esok harinya. Analisis untuk permainan tunda dilakukan para sekondan, pembantu kedua pihak yang bertarung.
Dalam keadaan tertentu, kedua pemain dapat saja menyetujui permainan remis sekalipun mereka belum melakukan lebih dari 20 langkah dan masih ada kemungkinan melakukan serangan. Dalam dunia catur, tawaran remis ini umumnya dikenal dengan nama remis grandmaster, karena sering terjadi pada pertandingan antarsesama grandmaster. Bila seorang pemain menggerakkan langkah yang sama tiga kali bolak- balik, pihak lawaa maupun pihaknya sendiri dapat menuntut hasil remis kepada wasit. Remis juga akan terjadi bila posisi buah catur dalam keadaan pat. Pat berarti keadaan di mana langkah apa pun yang dilakukan akan menyebabkan raja seseorang terkena skakmat atau ancaman kematian. Hal ini berarti permainan akan berakhir dengan kemenangan pihak lawan. Bila seseorang mengancam raja lawan, ia harus mengingatkan pihak lawan bahwa rajanya dalam keadaan terancam dengan menyebut skak. Lawan harus mengambil langkah pengamanan dengan memindahkan rajanya atau menutupnya dengan salah satu buah catur. Bila orang itu dapat melakukan skak abadi, permainan menjadi remis.
Dalam dwilomba untuk memperebutkan tempat di final dan dalam pertandingan perebutan gelar juara dunia, setiap pemain dibantu dua sekondan. Tugas sekondan mengalisis partai tunda agar kedua petarung dapat beristirahat sepenuhnya. Langkah dan Tempo. Tiap buah catur mempunyai cara melangkah dan memangsa yang berbeda. Pion—disebut juga bidak—hanya dapat bergerak maju, tak dapat mundur. Waktu pertama kali digerakkan, ia boleh melangkah ke depan dua langkah, tetapi selanjutnya hanya boleh satu langkah lurus ke depan. Namun bidak memakan buah lawan dengan bergerak miring atau diagonal.
Bidak yang terhalang biji catur di depannya tak dapat lagi bergerak maju. Bila bidak telah mencapai baris paling belakang (baris ke-8 untuk putih dan ke-I untuk hitam) ia dapat berubah (dipromosi) menjadi perwira apa pun; umumnya orang memilih menjadikannya menteri. Berapa pun jumlah bidak yang dipromosikan, semuanya dapat menj’adi menteri atau perwira mana pun yang dikehendaki.
Kuda melangkah dengan bergerak dua petak ke depan, vertikal atau horizontal, kemudian membelok ke kiri atau ke kanan satu petak. Ia dapat meloncati buah catur lain tetapi hanya dapat memakan buah catur di tempat ia mendarat. Gajah melangkah secara diagonal. Ia dapat meloncat jauh dari ujung ke ujung diagonal asal di sepanjang jalur yang dilaluinya itu tidak terdapat buah catur lain. Gajah di petak putih selamanya tetap di petak putih, sedangkan gajah di petak hitam selamanya tetap di petak hitam. Keduanya disebut gajah putih dan gajah hitam. Gajah juga memangsa lawannya secara mendiagonal.
Benteng melangkah lurus secara vertikal dan horizontal. Berapa pun petak dapat dilangkahi asal tidak ada buah catur lain pada jalur yang dilewatinya. Menteri dapat bergerak secara vertikal, horizontal, maupun diagonal. Berapa pun banyaknya petak dapat dilangkahinya asal tidak terhalang buah catur lain. Dengan cara itu pula buah lawan dimangsa. Raja, seperti menteri, dapat bergerak ke segala arah, tetapi ia hanya dapat melangkah satu petak. Dengan cara itu pula buah catur lawan dimangsa. Kekuatan buah catur berkaitan dengan mobilitasnya. Pada awal permainan kuda bergerak lebih lincah karena dapat meloncati buah catur yang lain. Bila banyak buah telah termakan dan ruang gerak menjadi lebih luas, benteng dan gajah menjadi lebih berguna dan lebih lincah bergerak. Pion yang memasuki petak promosi mengalami peningkatan nilai yang besar. Menyangkut kekuatan, raja dinilai 3 pion, kuda 3 pion, gajah 3,5, benteng 5, dan menteri 9 pion. Namun gajah yang terkurung pion lawan atau pion sendiri praktis kehilangan nilainya. Tempo berkaitan erat dengan kecepatan seseorang melakukan manuver untuk memperoleh kemenangan. Melakukan langkah yang konyol atau tidak perlu sama dengan membuang satu tempo. Membuang tiga tempo sama nilainva dengan kehilangan satu bidak. Hitam yang membuang dua tempo sama dengan kehilangan satu bidak, karena dengan putih yang melangkah lebih dahulu, ia telah ketinggalan satu tempo. Mempercepat tempo permainan berarti menggerakkan para perwira untuk segera bermanuver, sekalipun beberapa bidaknya menjadi korban.
Notasi catur digunakan untuk merekam langkah-langkah yang sudah dilakukan para pemain, serta untuk mencatat langkah tunda dari pemain, yang mendapat giliran bermain. Langkah tunda ini dimasukkan ke dalam sebuah amplop tertutup, yang akan dibuka kembali pada saat permainan dilanjutkan.
Di Indonesia, notasi catur adalah sebagai berikut: semua petak lajur diberi angka 1, 2, 3, sampai 8. Petak-petak semua baris diberi huruf kecil a, b, c, d, sampai h. Selanjutnya benteng ditulis B, kuda K, gajah G, menteri M, dan raja R. Semua pion diberi huruf kecil a sampai h. Jadi notasi seluruh biji catur putih adalah a2, b2, c2, d2, e2, f2, g2, h2, untuk semua pion. Notasi perwiranya adalah Bal, Kbl, Gel, Mdl, Rel, Gfl, Kgl, dan Bhl.
Notasi untuk hitam adalah a7, b7, c7, d7, e7, f7, g7, h7, untuk semua pion. Notasi perwiranya menjadi Ba8, Kb8, Gc8, Md8. Re8, Gf8, Kg8, dan Bh8.
Bila pion di depan raja dimajukan dua petak pada langkah pertama, notasinya menjadi 1. e2 – e4. Balasan yang sama dari hitam akan menghasilkan notasi 1. e7 – e5. Langkah kedua putih misalnya 2. Kbl – c3, dijawab hitam dengan 2. Kg8 – f6. Ini berarti kuda kedua oihak berpindah ke c3 dan f6. Sebaliknya, bila langkah kedua dari putih diganti dengan memajukan bidak c2 sel&ngkah, notasinya menjadi c2 – c3. kade pendek ke sayap raja, ditulis 0 – 0. Pada raja dipindahkan 2 petak ke kanan dan benteng dipindahkan dua petak ke kiri. Rokade ke sayap menteri, ditulis 0-0-0. Pada rokade ini raja dipindahkan dua petak ke kiri, benteng 3 petak ke kanan. Rokade tidak dapat dilakukan bila: (1) di antara kedua buah tadi terdapat buah perwira catur lain; (2) raja sedang diskak; (3) salah satu dari kedua buah catur itu pernah digerakkan; (4) petak-petak di antara dua buah catur itu terpotong perwira lawan vang dapat menyekak raja pada jalan yang dilalui- Tanda resmi lainnya: langkah menskak raja lawan X langkah memakan buah lawan + + langkah menskak-ganda raja lawan
Tanda yang merupakan komentar pencatat: langkah yang bagus atau indah langkah yang luar biasa bagus !? langkah yang meragukan atau langkah yang nampaknya tepat tetapi konsekuensinya belum banyak dipelajari ? langkah keliru atau kurang tepat ?? langkah yang fatal atau sangat keliru ?! langkah yang nampaknya keliru tetapi ternyata langkah yang bagus En passant ditulis e.p. misalnya e5 x d6 e.p. Ini terjadi bila pion putih berada di baris ke-5, misalnya e5, sedangkan pion hitam, yang berada di lajur sebelahnya, melangkah 2 petak sekaligus, misalnya d7 – d5. Dalam hal ini pion putih e5 memakan pion hitam d6 ketika melewati petak d6 dan pion putih ini menduduki petak d6 itu. Bila putih menunda melakukan e.p. dan melangkahkan bidak atau perwira lain, ia kehilangan hak untuk melakukan e.p. Hal yang sebaliknya juga bisa terjadi bila pion hitam telah mencapai baris ke-4— misalnya e4—sedang pion putih, pada lajur di sampingnya, melangkah 2 petak sekaligus, misalnya d2 – d4. Dalam hal ini, pion hitam e4 memakan pion putih d3 ketika melewati petak d3 dan pion hitam ini menduduki petak d3 itu.

CARA BERMAIN CATUR | ok-review | 4.5