BEBERAPA KETERBATASAN PERSEPSI DIRI

By On Friday, November 22nd, 2013 Categories : Psikologi

Bentuk paling ekstrim dari segi pandangan persepsi diri kelihatannya membantah bahwa kita hampir tidak memperoleh informasi tentang sikap dan emosi kita melalui introspeksi; pengamat luar tahu sama banyaknya dengan kita tentang perasaan intern kita. Hal ini tentu saja hampir terlampau ekstrim.
Pertama, proses persepsi-diri ini terutama bekerja jika terdapat sedikit keraguan atau ketidakpastian tentang “keadaan intern kita. Orang mempunyai sikap yang berlaku terus menerus dan tidak seluruhnya berdasar kepada perilaku masa kini. Mereka tidak memutuskan apakah mereka menyukai daging panggang semata-mata atas dasar, apakah mereka baru saja makan daging panggang atau tidak. Mereka mempunyai perasaan sejati terhadap daging panggang, dan perasaan itulah yang menentukan respons mereka. Orang-orang Yahudi mempunyai sikap tertentu terhadap kaum Nazi, dan seorang yang fanatik mempunyai sikap tertentu tentang golongan minoritas, yang cukup jelas mereka tunjukkan tanpa memperdulikan perilaku mereka dewasa ini. Seandainya muka kita ditampar, kita tak perlu menunggu apakah kita membalasnya guna mengetahui apakah diri kita marah. Jika pacar kita berkata bahwa dia tidak mencintai kita lagi, kita tahu bahwa diri kita menderita dengan menangis atau tidak.
Keterbatasan kedua ialah bahwa proses persepsi-diri ini kelihatannya berhasil paling baik jika orang tidak terlampau memperdulikan respons apa yang mereka berikan. Jika hal itu mempunyai arti penting, maka orang kelihatannya memantau sikap serta emosi mereka secara lebih berhati-hati, dan tidak begitu dipengaruhi petunjuk eksternal. Untuk menguji gagasan ini, Taylor (1975) melakukan sebuah eksperimen seperti yang dilakukan dalam telaah slide telanjang Valins—dengan perkecualian bahwa kali ini mahasiswa wanita disuruh melihat potret wajah mahasiswa pria tingkat akhir yang berpakaian lengkap. Pada awalnya dia menyuruh para wanita menilai gambar tersebut berdasar daya tarik. Kemudian para subjek diberi umpan balik palsu mengenai reaksi fisiologiknya terhadap reaksi fisiologik atas salah satu slide dengan mencuri dengar seorang pasangan pembuat eksperimen yang berkata bahwa dia (subjek) bereaksi lebih kuat atas slide tersebut daripada terhadap slide lainnya. Sebagian besar waktu dipergunakan untuk menyampaikan umpan balik, palsu mengenai slide yang sudah dinilai subjek sebagai sangat menarik, dan sebagian besar waktu yang dibicarakan adalah slide seorang pria yang dianggap sedang saja daya tariknya. Menurut gagasan persepsi-diri, umpan balik palsu dengan daya rangsang tinggi ini harus memperbesar penilaian tentang daya tarik slide yang dihubungkan dengan umpan balik palsu. Umpan balik palsu sangat merubah sikap awal hanya jika tidak diharapkan adanya pertemuan di masa mendatang; maksudnya, jika penilaian tidak begitu penting. Umumnya, orang memiliki kemungkinan menggunakan petunjuk eksternal guna menentukan sikap mereka lebih sering berdasar kondisi keterlibatan rendah. Jika subjek secara aktual berharap bahwa mereka dapat menemui orang yang dijadikan stimulus, jelas mereka akan memberikan lebih banyak perhatian kepada perasaan mereka yang sebenarnya dan tidak banyak dipengaruhi umpan balik palsu.
Ketika pertama kalinya telaah “atribusi yang keliru” dan “atribusi kembali” ini dilaksanakan, keduanya menjanjikan tersedianya alat penyembuh baru untuk rasa cemas, takut, tertekan, merendahkan diri, dan emosi neurotik lainnya yang memecah belah. Berbagai telaah lain telah mencoba menerapkan terapi reatribusi bagi kecemasan berbicara di depan umum, kecemasan menghadapi ujian, depresi, dan emosi lain yang tidak diinginkan (Storms & Nisbett, 1970; Valins & Ray, 1967). Teknik umumnya ialah mencoba menyuruh orang tersebut mengatribusikan kembali kecemasan kepada sumber-sumber yang tidak begitu menakutkan. Walau demikian, pengaruhnya tidaklah lama, tidak dapat diandalkan, terbatas kepada kecemasan ringan, yang sedemikian ringannya sehingga menjadi tidak penting (lihat Fiske & Taylor, 1984; Harvey & Weary, 1981, untuk tinjauan). Jadi, teknik tersebut mungkin kurang kuat bagi tujuan pengobatan.

BEBERAPA KETERBATASAN PERSEPSI DIRI | ok-review | 4.5