BANK DUNIA ATAU BANK INTERNASIONAL UNTUK REKONSTRUKSI DAN PEMBANGUNAN

By On Friday, January 24th, 2014 Categories : Ekonomi

WORLD BANK OR INTERNATIONAL BANK FOR RECONSTRUCTION AND DEVELOPMENT / BANK DUNIA ATAU BANK INTERNASIONAL UNTUK REKONSTRUKSI DAN PEMBANGUNAN adalah suatu lembaga multinasional yang dibentuk pada tahun 1947 (sesudah Pertemuan Bretton Wood, 1944) untuk memberikan BANTUAN EKONOMI (ECONOMIC AID) kepada negara-negara anggota, terutama NEGARA-NEGARA BERKEMBANG (DEVELOPING COUNTRIES) untuk tujuan memperkuat perekonomian negara-negara tersebut.
Bank tersebut telah mendukung investasi-investasi jangka panjang secara luas yang meliputi proyek infrastruktur seperti jalan, telekomunikasi, dan penyediaan listrik, proyek-proyek pertanian, dan industri yang meliputi pembangunan industri-industri baru, serta program-program sosial, pelatihan dan pendidikan. Dana bank tersebut sebagian besar datang dari negara-negara maju, tetapi bank ini juga mengumpulkan dana dalam pasar-pasar modal internasional. Bank tersebut beroperasi sesuai dengan “prinsip-prinsip bisnis” yaitu meminjamkan dengan tingkat bunga komersial hanya untuk negara yang dianggap mempunyai kemampuan untuk mengolah dan membayar kembali utang-utangnya. Dalam tahun 1960, bank tersebut mendirikan suatu agen cabang, yaitu Asosiasi Pembangunan Internasional, untuk memberikan pinjaman dengan bunga rendah kepada anggota-anggotanya yang paling miskin.
Cabang yang lain dari Bank Dunia adalah Lembaga Keuangan Internasional yang dapat berinvestasi secara langsung dalam perusahaan dengan membeli saham perusahaan.
X-INEFFICIENCY / KETIDAKEFISIENAN – X adalah “senjang” antara biaya penawaran aktual dan biaya penawaran minimum yang seharusnya dapat dicapai. Lihat, Gambar 182. TEORI PENAWARAN {THEORY OF SUPPLY) tradisional mengasumsikan bahwa perusahaan selalu beroperasi pada kurva biaya minimum yang dapat dicapai mereka. Sebaliknya, ketidakefisienan-x mendefinisikan bahwa perusahaan-perusahaan beroperasi dengan biaya yang lebih tinggi daripada biaya minimum yang seharusnya dapat dicapai. Hal ini terjadi, misalnya, karena ketidakefisienan dalam organisasi pekerjaan (PRAKTEK-/ PRAKTEK TENAGA KERJA TERBATAS (RESTRICTIVE LABOUR PRACTICES) Seperti PENGGUNAAN TENAGA KERJA YANG BERLEBIHAN {OVERMANNING), aturan-aturan pembatas), dalam koordinasi aktivitas (penyebaran dan pengelolaan sumber daya yang tidak effisien yang timbul dari kekakuan birokrasi), dan dalam memotivasi pekerja untuk mencapai output maksimum. Ketidakefisienan-X biasanya muncul dalam organisasi besar, di mana kurangnya persaingan yang efektif “membuat mereka tetap pada posisi mereka” (khususnya MONOPOLI {MONOPOLIES)).
Lihat juga PRODUCTIVITY, ORGANIZATIONAL SLACK.

BANK DUNIA ATAU BANK INTERNASIONAL UNTUK REKONSTRUKSI DAN PEMBANGUNAN | ok-review | 4.5