ALASAN MEMILIH BEKERJA DI LUAR NEGERI

By On Thursday, October 31st, 2013 Categories : Antropologi

Keberhasilan pembangunan di suatu Negara tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan sektor ekonomi tetapi juga ditentukan oleh semakin berkurangnya tingkat pengangguran. Tingkat pengangguran yang tinggi dapat menimbulkan berbagai masalah serius bagi Negara. Jumlah pengangguran di Indonesia cukup tinggi, dikarenakan jumlah persediaan atau penawaran tenaga kerja jauh lebih besar dari kesempatan kerja yang ada. Kurangnya kesempatan kerja di Indonesia menyebabkan para tenaga kerja Indonesia bekerja di luar negeri, baik laki-laki maupun wanita. Banyaknya tenaga kerja yang bekerja di luar negeri di satu pihak dapat menguntungkan Negara Indonesia, karena dalam dapat mengurangi jumlah pengangguran di tanah air, selain juga dapat menghasilkan devisa bagi Negara, sehingga tenaga kerja Indonesia dianggap sebagai pahlawan devisa. Namun di lain pihak, hal ini dapat dianggap sebagai kegagalan pembangunan di dalam negeri, atau sebagai ketidakmampuan pemerintah dalam menyediakan lapangan pekerjaan bagi rakyat Indonesia. Pada saat sekarang beban ekonomi keluarga semakin berat, hal tersebut telah mendorong para wanita untuk ikut membantu meringankan beban tersebut dengan bekerja di luar rumah. Namun karena lowongan kerja di dalam negeri di Indonesia sangat sedikit, dan dengan gaji atau pendapatan yang diperoleh sangat tidak memadai. Peluang untuk bekerja di luar negeri cukup besar terutama untuk wanita, hal tersebut dapat dilihat dari permintaan akan tenaga kerja wanita untuk pembantu rumah tangga. Peluang yang besar untuk bekerja di luar negeri ditambah dengan penghasilan yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan penghasilan dengan bekerja di dalam negeri merupakan daya tarik bagi tenaga kerja Indonesia untuk bekerja di luar negeri. Hal tersebut telah mendorong para wanita Indonesia terutama yang tinggal di pedesaan untuk bekerja di luar negeri.
Tingkat pendidikan dan keterampilan mereka sangat minim maka menyebabkan sebagian besar dari mereka hanya bisa bekerja di sektor informal yaitu sebagai pembantu rumah tangga. Keinginan untuk bekerja ke luar negeri demi untuk menunjang ekonomi atau pendapatan keluarga, dipicu pula oleh apabila melihat teman atau tetangga yang berhasil dengan pulang membawa uang yang dianggap cukup besar. Karena keberhasilan tersebut, maka hilang rasa takut mengalami nasib tidak baik, yang ada adalah keberanian dan keinginan untuk mengadu nasib ke luar negeri, walaupun harus mengeluarkan biaya, dan harus berpisah untuk sementara dengan keluarga. Bahkan banyak di antara mereka yang rela dan tega meninggalkan anak, suami atau istrinya di tanah air untuk bekerja di luar negeri. Mereka beranggapan bahwa jika hanya mengandalkan penghasilan suami, maka hidup mereka mengalami kesulitan, serba pas-pasan dan merasa tidak akan merubah kehidupan yang lebih baik dan layak. Namun mereka yang bekerja di luar negeri tidak semuanya berhasil, ada yang mengalami nasib yang tidak diinginkan, misalnya gaji tidak dibayar, mengalami tindak kekerasan dan pelecehan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) jumlah tenaga kerja Indonesia bekerja di luar negeri, (2) apa pekerjaan mereka, (3) negara mana yang menjadi tujuan dan (4) permasalahan apa yang dihadapi? Data yang digunakan merupakan data sekunder dan data primer. Data sekunder diperoleh dari BNP2TKI (Badan nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) Depnakertrans, sedangkan data primer dengan mewawancara Tenaga Kerja Indonesia yang baru datang dari luar negeri di Gedung Pendataan Kepulangan TKI Neglasari Tangerang atau biasa disebut Terminal 4 Bandar Udara Soekarno Hatta. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif yang menurut Issac dan Michael bertujuan untuk melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik tertentu atau bidang tertentu secara faktual dan cermat. Selanjutnya data disajikan dalam bentuk tabel kemudian dihitung prosentase dan rata-ratanya. Orang yang bekerja di luar negeri dapat dikatakan melakukan migrasi yang artinya perubahan tempat tinggal baik secara permanen yaitu: (1) berniat menetap untuk seterusnya atau (2) semi permanen yaitu berniat menetap untuk sementara selama mereka bekerja. Umumnya tenaga kerja Indonesia yang bekerja ke luar negeri umumnya tidak berniat akan menetap di luar negeri. Menurut Lee (2003), faktor-faktor yang mempengaruhi orang mengambil keputusan untuk bermigrasi dan proses migrasi yaitu: 1) Faktor-faktor yang terdapat di daerah asal, (2) Faktor-faktor yang terdapat di tempat tujuan, (3) Penghalang antara, dan (4) Faktor-faktor pribadi. Sementara faktor yang dapat mempengaruhi orang untuk menetap di satu daerah atau negara disebut faktor penarik, serta ada pula faktor-faktor lain yang memaksa mereka meninggalkan daerah itu yang disebut faktor pendorong. Faktor penarik di daerah tujuan diantaranya (1) kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang dianggap paling sesuai, (2) kesempatan mendapatkan pendapatan yang lebih baik, pendidikan yang lebih tinggi, dan (3) adanya berbagai aktifitas terutama di kota besar yang tidak terdapat di daerah asal atau di pedesaan. Faktor pendorong di daerah asal diantaranya, (1) sempitnya kepemilikan atau penguasaan lahan per-tanian, (2) makin berkurangnya sumber-sumber alam, (3) menyempitnya lapangan pekerjaan terutama sebagai akibat penggunaan teknologi mekanik dalam bidang pertanian, dan(4) terbatasnya fasilitas pendidikan. Sejalan dengan pemikiran Todaro (2004) menganggap bahwa proses perpindahan penduduk merupakan fenomena ekonomi yang rasional. Orang akan melakukan perpindahan jika ada harapan untuk memperoleh keuntungan ekonomi yang lebih besar di daerah tujuan dari pada yang diperoleh di daerah asalnya. Hasil penelitian Suharso memperkuat pendapat adanya kaitan yang erat antara mobilitas penduduk dengan aspek ekonomi. Ternyata sebagian besar orang yang meninggalkan desanya tidak memiliki lahan dan pekerjaan tetap, karena itu pergi ke kota dengan tujuan untuk mendapatkan pekerjaan dan pendapatan. Dari hasil penelitian Mantra juga terungkap bahwa kurangnya kesempatan kerja dan fasilitas pendidikan di daerah asal merupakan faktor utama yang mendorong penduduk melakukan perpindahan ke daerah lain. Hal ini merupakan petunjuk bahwa motif ekonomi merupakan faktor utama yang melatar belakangi mobilitas penduduk di Indonesia.

ALASAN MEMILIH BEKERJA DI LUAR NEGERI | ok-review | 4.5