Advertisement

Varian Penanda dan Varian Petanda, Varian penanda yang terdapat pada tataran monem dapat di­sejajarkan dengan varian fonem, artinya pada kedua tataran itu kita dapat berbicara tentang varian kombinasi atau kontekstual. Namun, perlu dicatat bahwa konteks yang mempengaruhi variasi, dalam hal fonem adalah konteks fonis, sedangkan dalam hal monem adalah konteks penanda: /…i…/ digunakan, apabila “imparfait” hadir ber­sama dengan “premiere ou deuxieme personne de pluriel” ‘orang per­tama atau kedua jamak’, /…e/ apabila hadir bersama dengan “per­sonas” ‘persona’ yang lain. Meskipun demikian, ada pula kasus di mana penggunaan kedua varian monem itu dipengaruhi oleh konteks fonis: jamak bahasa Inggris diungkapkan oleh /…IZ/ setelah bunyi desah, oleh /…z/ setelah fonem bersuara, dan oleh /…s/ setelah fonem yang tak bersuara. Jadi, bentuk jamak dari sin ‘dosa’ /sIn/ adalah /sInz/. Meskipun demikian, alternasi /s/ dan /z/ tidak ditetapkan secara fonologis oleh konteks fonis, karena ada since ‘sejak’ /slns/ di samping /slnz/. Persyaratannya dapat dirumuskan secara fonis, namun hal ini hanya berlaku di dalam penggunaan gramatikal tertentu.

Di samping varian penanda yang berkombinasi, terdapat pula varian fakultatif seperti /4)0/ “je peux”, /ipiii/ “je puis” ‘saya dapat’ yang hubungannya serupa dengan hubungan antara r grasseye dan r getar yang telah diuraikan di atas (3.17).

Advertisement

Penggunaan istilah yang sama bagi satuan kedua artikulasi dalam bahasa memang dibenarkan, namun perlu dicatat bahwa ada perbedaan -yang mendasar di antara varian penanda dan varian fonem karena varian fonem tidak ditentukan oleh banyaknya ciri pembeda. Pada dasarnya segala fonem adalah varian karena walau sedikit, secara fisik realisasi itu berbeda dari realisasi yang lain, dan tergantung dari konteks atau suasana hati penutur. Sebaliknya, vari­an penanda ditentukan oleh fonem, artinya satuan segmental: /kur/ cours, coure, courent ‘lari’, dilafalkan oleh orang desa dengan r getar, bukanlah varian dari penanda /kur/, namun penanda /kur/ itu sen­diri, yang sebagaimana adanya tidak mengenal varian. Varian pe­nanda ada, jika petanda “aller” ‘pergi’ diungkapkan dengan /…al…/ dalam /nuzalb/ nous allons ‘kami pergi’ dan dengan /…i…/ dalam /nuziro/ nous irons ‘kami akan pergi’. Sebuah penanda atau sebuah varian penanda selalu dikenali dalam bentuk satuan distingtif seg­mental atau zero. Halnya berbeda jika menyangkut sisi petanda dari monem, yang valensinya bervariasi sesuai dengan konteks atau situasi yang sama luasnya dengan realisasi sebuah fonem: mari kita banding­kan it court apres l’autobus ‘ia mengejar bis’, it court apres la fortune ‘ia mengejar harta’, it court le cerf ‘ia mengikuti rusa’, c’est un coureur ‘itu pelari/itu si mata keranjang’ (dikatakan di dalam stadion atau di ruang duduk).

Advertisement