Advertisement

Unsur-unsur Tanpa Nilai Distingtif, Segala bentuk kegiatan yang ditampilkan sampai di sini pada dasarnya memungkinkan kita untuk mengenali berbagai fonem dan arkifonem suatu bahasa, dan sekaligus mengelompokkannya, masing­masing berdasarkan hubungan yang dijalinnya dengan fonem lain dan arkifonem lain di dalam sistem itu. Semua itu adalah kegiatan yang disebut komutasi, yaitu kegiatan yang memungkinkan kita mengoposisikan awal kata Lampe ‘lampu’ dan rampe ‘dataran me­lereng’ dan memungkinkan kita menguraikan dua satuan berurutan di awal kata cruche ‘sejenis kendi’ yang dioposisikan dengan ruche ‘sarang lebah’. Dalam teori, kita tahu cara menentukan jumlah fonem yang berurutan yang dikandung sebuah penanda tertentu. Dalam prakteknya, banyak situasi yang dapat membuat kita bingung.

Misalnya kata devant ‘depan’; dibandingkan dengan revend ‘menjual kembali’ dan dengan divan ‘dipan’ nampaknya memper­lihatkan bahwa apa yang mendahului -vant terdiri dari dua fonem, /d/ diikuti oleh /13/. Meskipun kami telah menyimpulkan bahwa /k/ di awal kata cruche merupakan segmen fonematis yang otonom kare­na hilangnya segmen itu membentuk kata lain, ruche, kami tidak akan dapat menerapkan kriteria itu pada vokal yang terdapat dalam suku kata pertama kata devant: apabila vokal itu hilang, di dalam lci­devant ‘di depan itu’ atau sens devant derriere ‘arah depan belakang’. Ternyata, kami masih berurusan dengan kata yang sama sehingganampaknya itu menunjukkan bahwa paling tidak dalam posisi itu, vokal /a/ tidak bernilai distingtif. Dalam bahasa Perancis tidak ada kata [dev] yang berbeda dengan [dvA]. Apabila kita melihat, di lain pihak, bahwa dalam bahasa Perancis [a] harus didahului oleh konso­nan, kita cenderung menyimpulkan bahwa [dal adalah varian dari fonem /d/ apabila di dalam ujaran terletak di antara dua konsonan: ld-devant /ladvA/ dengan /d/ [da], namun par devant ‘lewat depan’ /pardvV dengan /d/ = [da] (perhatikan lafal [do] di dalam nama seperti Herold-Paquis padahal ejaannya tidak mengandung e). Interpretasi di atas memang benar. Namun, ada konteks-konteks di mana [a] berfungsi distingtif: l’etre /letr/ ‘mahluk’ — le hetre /laetr/ ‘sejenis pohon’, dors /dor/ ‘tidur’ — dehors /daor/ ‘di luar’. Jadi da­pat dikatakan bahwa oposisi antara [a.] dan zero, yang terdapat dalam konteks yang sangat khusus, ternetralisir di konteks yang lain. Re­cevoir ‘menerima’ akan ditranskripsikan /rsvuar/ karena sisipan [a] di antara dua konsonan awalnya bersifat otomatis dan penempatannya (sebelum atau sesudah /-s-/) tidak mengubah identitas kata itu.

Advertisement

Advertisement