Advertisement

Uji kai-kuadrat untuk Pengujian Berlakunya Nisbah Mendel, Karena nisbah monohibrid, dihibrid, dan silang-uji bergan-tung kepada penggabungan acak garnet pada pembuahan, maka hasil yang diamati pada silangan mana pun kiranya tidak akan sesuai benar dengan nisbah teoretis (ideal) yang diharapkan dicapai dari asumsi bahwa suatu mekanisme tertentu beroperasi pada silangan yang diamati. Hal ini segera menimbulkan pertanyaan tentang seberapa banyak deviasi antara nilai pengamatan dan nilai harapan dapat diterima bahwa seluruhnya disebabkan oleh kebetulan, bukan disebabkan oleh probabilitas bahwa mekanisme yang didalilkan (yaitu hipotesis) mungkin tidak tepat. Suatu cara matematika untuk menyatakan the goodness of fit antara nilai pengamatan dan nilai harapan dari sembarang silangan diperoleh dengan uji kai-kuadrat (x2)’, yang memperoleh nama aneh, berasal dari huruf Yunani chi, X.

Uji X2 dilaksanakan dalam dua tahap. Pertama, suatu rumus digunakan untuk menghitiing nilai kuantitas matematika, disebut x2, yang mengukur berapa lebarnya hasil pengamatan berdeviasi dari hasil harapan berdasarkan hipotesis. Lalu, setelah dihitung nilai untuk X2, tahap kedua ialah mengajukan pertanyaan: ‘Berapa seringkah suatu deviasi dari besaran ini disebabkan oleh faktor kebetulan saja, bila berdasarkan teori hasilnya dapat diharapkan cocok dengan nisbah tertentu?

Advertisement

 

Advertisement