Advertisement

TRANSPIRASI, Sementara air sangat diperlukan oleh sebagian besar tumbuhan darat untuk pertumbuhan dan metabolismenya, sebagian besar tumbuhan darat sangat ‘boros’ dalam pemakaian air. Sebagian besar air yang diserap oleh akar tidak disimpan dalam tumbuhan atau digunakan dalam berbagai proses metabolisme, tetapi hilang ke udara melalui evaporasi. Sebatang tanaman jagung, misalnya, menyerap sekitar 200 liter air selama pertumbuhannya dari tahap semai sampai tahap dewasa, tetapi hanya dua liter yang terdapat dalam sebatang tumbuhan dewasa. Proses evaporasi dari tumbuhan diberi nama khusus, yaitu transpirasi, tetapi janganlah diartikan bahwa transpirasi secara mendasar berbeda dengan evaporasi dari permukaan benda-benda tidak hidup. Meskipun tranpirasi terjadi pada setiap bagian tumbuhan (biarpun hanya sedikit), pada umumnya kehilangan air terbesar berlangsung melalui daun-daun.

Ada dua tipe transpirasi, yaitu (1) transpirasi kutikula adalah evaporasi air yang terjadi secara langsung melalui kutikula epidermis; dan (2) transpirasi stomata, yang dalam hal ini kehilangan air berlangsung melalui stomata. Kutikula daun secara relatif tidak tembus air, dan pada sebagian besar jenis tumbuhan transpirasi kutikula hanya sebesar 10 persen atau kurang dari jumlah air yang hilang melalui daun-daun. Oleh karena itu, sebagian besar air yang hilang terjadi melalui stomata. Seperti telah dikemukakan dalam Bab 8, sel-sel mesofil daun tidak tersusun rapat, tetapi di antara sel-sel tersebut terdapat ruang-ruang udara yang dikelilingi oleh dinding-dinding sel mesofil yang jenuh air. Air menguap dari dinding-dinding basah ini ke ruang-ruang antarsel, dan uap air kemudian berdifusi melalui stomata dari ruang-ruang antarsel tersebut ke atmosfer di luar. Luas kontak antara sel-sel mesofil dan udara dalam ruang-ruang antarsel sedemikian besar sehingga dalam kondisi normal evaporasi membuat ruangruang itu selalu jenuh uap air. Asalkan stomata terbuka, difusi uap air ke atmosfer pasti terjadi kecuali bila atmosfer itu sendiri sama-sama lembap.

Advertisement

Terjadinya transpirasi dapat dengan mudah diperagakan dengan menempatkan sebatang tumbuhan yang ditanam dalam pot bertanah lembap dalam sebuah bejana gelas berbentuk lonceng dan berisi udara kering. Permukaan tanah dan pot harus ditutup dengan bahan kedap air (misalnya lembaran plastik) sehingga air akan menguap hanya dari tumbuhan. Bagian dalam bejana tersebut akan segera berembun karena air berkondensasi pada permukaan dalam dinding bejana. Sebuah bejana serupa tanpa tumbuhan harus ditaruh di sebelahnya sebagai kontrol untuk menunjukkan bahwa kondensasi tersebut bukan disebabkan oleh penurunan suhu udara.

 

Advertisement