TIPS MENGAJARKAN ANAK SOPAN SANTUN

adsense-fallback

TIPS MENGAJARKAN ANAK SOPAN SANTUN – Kepada anak diajarkan berbicara secara halus dan tidak keras atau tidak kasar, tetapi jelas. Kalau berjabatan tangan atau menerima pemberian, membungkuk-bungkuk kalau menyambut tamu dan sela­lu ada senyuman di bibirnya. Anak harus kelihatan ramah. Anak tidak boleh langsung membantah atau menanggapi nasehat atau pe­rintah orangtua. Sikap yang sopan adalah setiap nasehat atau perin­tah dijawab dengan “YA”. Ketika sedang mengunyah makanan, kepada anak dinasehatkan supaya tidak ada bunyi-bunyi seperti babi yang sedang makan. Kalau bertamu dan dipersilahkan minum, janganlah langsung minum tetapi berbicara dan berbasa-basi terlebih dahulu agak lama sebelum mi­num. Dengan demikian, tuan rumah tidak menilai sebagai anak rakus.

adsense-fallback

Sopan-sapon adalah kebiasaan yang berlaku dalam satu budaya tertentu. Bagi kebudayaan yang lain, berbicara keras dan terus terang adalah cara yang sangat disenangi. Orang yang tidak berterus- terang dinilai munafik. Kita tidak bisa menilai sebagai anak jahat kalau melihat seorang anak dari budaya lain mengunyah makanan dengan isapan ‘bibir dan mengeluarkan bunyi seperti babi yang se­dang makan. Anak ini hanya saja tidak tahu bahwa dalam kebuda­yaan tertentu kalau makan sepantasnya jangan berbunyi. Paling-pa­ling kita mengatakan bahwa anak tersebut tidak tahu sopan-santun menurut kebudayaan kita. Jadi, dari hanya sopan-santunnya anak, kita belum boleh menilai bahwa orangtua telah berhasil mendidik anaknya. Karena, banyak penjahat dapat membunuh sesamanya dengan cara yang sangat  sopan. Tetapi membunuh adalah tindakan yang tidak baik. Sopan- saritun belum menjamin tingkah laku yang baik dari anak. Banyak anak berlaku sopan di rumah tetapi di luar rumah anak tersebut mencuri, merampok dan membohong. Banyak orangtua tidak perca­ya bahwa anaknya yang sopan dapat menipu gurunya di sekolah. sopan. Tetapi membunuh adalah tindakan yang tidak baik. Sopan- saritun belum menjamin tingkah laku yang baik dari anak. Banyak anak berlaku sopan di rumah tetapi di luar rumah anak tersebut mencuri, merampok dan membohong. Banyak orangtua tidak perca­ya bahwa anaknya yang sopan dapat menipu gurunya di sekolah.

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback