TIPS MENDIDIK ANAK DENGAN POLA TRADISIONAL

adsense-fallback

TIPS MENDIDIK ANAK DENGAN POLA TRADISIONAL – Anak hidup dalam suatu masyarakat dan budaya tertentu. Masyarakat telah memiliki norma dan patokan yang kiranya cen­derung dipaksakan kepada anak. Masyarakat menilai seorang anak sebagai anak yang beradat atau tahu adat kalau anak berhasil meng­ikuti segala norma dalam masyarakat. Seandainya tidak berhasil mengikuti norma masyarakat maka anak bersangkutan’ dinilai se­bagai anak yang tidak tahu adat. Orangtua dan para pendidik harus sungguh mengenal latar be­lakang kehidupan sosio-kultural dari anak. Secara kritis orangtua dan para pendidik menilai norma dan patokan yang telah lajim berlaku dalam masyarakat. Dengan demikian adat istiadat diterima dan ditanamkan pada anak dengan penuh tanggung jawab.

adsense-fallback

Terdapat dua pola masyarakat yaitu pola tradisional dan pola moderen. Pola tradisional sangat kentara dalam kehidupan masya­rakat suku dan pedesaan tradisional. Masyarakat tradisional menge­nal adat-istiadat. Sedangkan masyarakat moderen menjadi jelas dalam kehidupan bernegara moderen. Kehidupan negara menuntut kepatuhan terhadap hukum dan sikap demokratis. Tujuan utama perkawinan dalam kebanyakan masyarakat tra­disional adalah untuk mendapatkan keturunan. Dengan memiliki banyak anak orangtua merasa bahwa hidupnya akan berlanjut terus dalam diri anak-anaknya. Perkawinan juga mengandung makna sosial. Perkawinan menciptakan relasi dua suku, suku suami dan isteri. Peristiwa perkawinan menuntut keterlibatan semua anggota suku. Perkawinan memperli­hatkan status sosial orang dalam masyarakat. Pendidikan anak merupakan tanggung jawab keluarga dan semua anggota masyarakat. Masyarakat budaya Jawa misalnya mengharap­kan agar anak-anak berkembang dalam nilai rukun, hormat dan dapat terlibat dalam kegiatan gotong-royong.

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback