Advertisement

TIPS MEMELIHARA KUDA – Salah satu hewan memamah biak yang berjari tunggal dan berkuku. Berbeda dengan monyet dan kera yang kukunya tumbuh mendatar atau kucing yang kukunya tumbuh melengkung ke bawah, kuku kuda dan kerabatnya tumbuh membungkus jari. Kare­na itu, binatang ini berjalan di atas kuku. Seperti pada binatang memamah biak lainnya, umumnya taring ku­da tidak tumbuh baik, bahkan kuda betina tidak berta­ring. Mahkota gerahamnya tinggi dengan permukaan kunyah berbentuk bulan sabit sebagai hasil adaptasi struktur gigi hewan pemakan rumput. Ciri lainnya adalah lehernya yang agak panjang, lebih panjang da­ripada bagian tubuh lainnya.

Kuda liar masih dijumpai di daerah kering : au se­tengah kering di Afrika dan Asia dataran rendah. Hidupnya berkelompok dan biasanya dipimpin kuda jantan yang kuat. Ada tiga cara bergerak, yaitu meli- jas, mencongklang, dan menderap.

Advertisement

Indera pembau dan pendengarnya sangat tajam. Di alam, indera ini diandalkan untuk mengetahui musuh secara dini. Dalam keadaan terpojok, kuda melawan dengan menyepak dan menggigit.

Kuda berkembang biak dengan melahirkan seekor anak setelah bunting 11-12 bulan. Siklus berahinya 19 – 23 hari, sedangkan lama berahinya 4-7 hari.

Sejarah silsilah kuda telah didokumentasikan ber- dasarkan temuan fosilnya.. Di antara hewan lainnya, temuan tosi i kuda paling lengleap. Diduga kuda bere­volusi di Amerika Utara, lalu menyebar ke Eropa, Asia, dan Amerika Selatan.

Evolusi.

Fosil kuda dari segala jaman ditemukan secara lengkap di Amerika Utara, sehingga evolusi­nya dapat diketahui dengan jelas. Kuda pertama ha­nya berukuran sebesar kucing atau anjing, jari depan­nya masih empat buah dan jari belakangnya tiga buah, sedangkan kukunya berupa cakar. Makanannya daun dan mahkota gerahamnya masih rendah. Kuda ini ter­kenal dengan nama Eohippus dengan nama validnya Hyracotherium. Fosil Eohippus ditemukan pada kala , Eosin bawah. Masih dalam kala Eosen, Hyracothe­rium berevolusi menuju Orohippus, kemudian Epihippus. Pada Orohippus dan Epihippus tidak terdapat perubahan yang berarti, kecuali ukuran tubuhnya yang semakin besar dan jari samping depannya yang sema1 n kecil. Pada kala Oligosen awal muncul Mesohippus yang kakinya masing-masing berjari tiga buah. Mesohippus berevolusi menjadi Miohippus yang muncul pada kala Oligosen akhir. Ukuran tubuh kuda ini semakin besar, jarinya mereduksi, dan ukur­an giginya bertambah. Sebagian Mesohippus berevo­lusi menuju Parahippus yang menurunkan Mery chippus yang muncul pada kala Miosen. Mahkota gerahamnya yang sudah tinggi memberikan indikasi bahwa kuda ini pemakan rumput. Ukurannya sudah semakin besar, hampir mendekati kuda sekarang. Ke­lak Merychippus menurunkan kuda modern Equus. Evolusi dari Merychippus menuju Equus tidaklah je­las, karena tidak ditemukannya fosil antara. Equus di­ketahui baru n.’uncui pada awai kala Pleistosen. Ben­tuk antara yang hidup pada kala Piicsen tidak diketahui. Kuda Pliosen Hippidion yang tinggal di Amerika Selatan, dan Hipparion di Eropa tidak mem­berikan petunjuk sebagai bentuk antara kuda modern. Kuda Hippidion sudah mirip dengan kuda modern Er>us, yaitu sudah berjari tunggal dan berkuku, tetapi selanjutnya tidak ditemukan lagi keturunannya di Amerika Selatan; diduga kuda ini punah pada permu­laan kala Pleistosen. Hipparion, kuda purba Eropa yang masih berjari tiga, diduga juga mengalami kepu­nahan pada awal Pleistosen. Baik Hippidion maupun Hipparion berasal dari Merychippus. Selanjutnya Equus menyebar ke Asia, Eropa, dan Afrika. Yang Mengherankan, di Amerika Utara sendiri sekarang ini tidak lagi ditemukan kuda liar asli. Mustang, kuda liar yang terdapat di Amerika sekarang ini sebenarnya berasal dari kuda piara Eropa yang dibawa kembali ke Amerika pada permulaan abad ke-16 oleh orang Spa­nyol. Dewasa ini ada enam jenis kuda.

Zebra adalah suatu jenis kuda yang tubuhnya bergaris-garis. Bulu ekornya tidak selebat dan sepanjang kuda piara, kecuali di bagian ujung ekor yang tumbuh agak lebat dan panjang. Zebra hanya dijumpai di Afri­ka Selatan, Tengah, dan Timur. Sebagian besar bina­tang ini hidup di sabana dataran rendah, dan hanya sebagian kecil di pegunungan. Ada tiga jenis zebra yang dibedakan satu sama lain berdasarkan ukuran tu­buh, bentuk, ukuran telinga, dan pola garis. Ketiga je­nis tersebut ialah zebra gunung, zebra dataran, dan ze­bra primitif. Lihat lebih lanjut Zebra.

Keledai adalah salah satu kerabat kuda yang bersu- rai pendek dan bertelinga panjang. Di ujung ekor ter­dapat bulu ekor yang panjang. Binatang ini tahan la­par dan dahaga, tetapi tidak bisa berjalan cepat, walaupun kuat sehingga mampu memikul beban yang beratnya hampir separo berat tubuhnya. Ada tiga jenis keledai, yaitu keledai afrika, keledai asia, dan keledai piara; masing-masing memiliki banyak anak jenis. Li­hat lebih lanjut Keledai.

Kuda dibedakan dengan keledai dari surainya yang lebih panjang, telinganya yang lebih pendek, ekornya yang penuh bulu lebat panjang, bulu tubuhnya yang pendek lurus dan padat, dan ukuran tubuhnya yang rata-rata lebih besar, serta larinya yang lebih kencang dan tahan lama.

Indera penglihatan kuda kurang tajam. Binatang ini membedakan dan mengenal benda sekelilingnya dari bentuk kasar dan gerakannya. Binatang ini juga me­ngenal majikannya dari gerakannya, sehingga mudah terkecoh bila seseorang menyamar sebagai majikan­nya. Kuda juga memiliki indera untuk menentukan arah (navigasi) yang sangat baik. Kuda dapat meng­ikuti jalan setapak yang baru dikenalnya sekali saja; jika sais sebuah kereta pos atau pengantar susu terti­dur, kuda dapat berhenti sendiri di tempat-tempat langganan dan kotak pos surat. Dalam perang, jika penunggangnya terbunuh, binatang ini dapat kembali sendiri ke induk pasukan atau jika penunggangnya ke­hilangan arah, kuda dapat kembali tanpa dikendalikan oleh penunggangnya ke induk pasukan.

Kuda kecil mampu menarik beban 77 persen berat tubuhnya, sedangkan kuda besar 68 persen berat tubuhnya. Satetenaga kiida sama dengar- kekuatan kuda menarik beban seberat 75 kilogram sejauh 1 me­ter dalam kecepatan 1 meter per detik. Kuda sebenar­nya dapat menghasilkan beberapa tenaga kuda dalam waktu singkat, sementara mesin lebih efisien 15 per­sen. Kuda juga mampu melompat sejauh 8 meter.

Seperti gajah, kuda dapat tidur sambil berdiri, teta­pi biasanya berbaring. Kuda beranak seekor setelah bunting 336 hari.

Kuda paling takut pada api. Di alam, jika terjadi kebakaran, kuda, yang biasa hidup berkelompok, akan lari menghindarkan diri bersama-sama. Namun dalam keadaan sendiri, bila kandangnya terbakar, kuda tidak berani lari sendirian kendati pintu kandang terbuka. Karena itu, sebaiknya, jika ada kebakaran, cepat-cepat kuda diberi pelana agar mudah keluar kandang, sebab kuda telah belajar untuk keluar kandangnya ha­nya setelah memakai pelana. Di Australia, pada tahun 1912, ada sekitar 2,5 juta kuda yang liar kembali, ter­utama di hutan New South Wales dan Queensland. Di Amerika, kuda yang meliar kembali disebut mustang. Diduga, saat ini, kuda liar sudah punah di alam asli­nya dan hanya dapat dijumpai di kebun binatang.

 

 

Kuda przewalski

Suatu jenis kuda liar yang masih dapat ditemukan di kebun binatang. Kuda ini berukur­an sedang dengan panjang 2,2 meter, tidak termasuk ekor yang 0,92 – 1,1 1 meter. Tinggi bahunya 1,2 – 1,46 meter. Bobotnya 200 – 300 kilogram. Muka atau wajahnya panjang dengan rahang bawah kuat. Surainya pendek dan praktis tegak. Dahinya tidak memiliki jumbai dari surai. Warna dasar tubuhnya kuning ke­merah-merahan bungalan sampai kuning cokelat. Tungkainya cokelat atau kehitam-hitaman dengan permukaan bawah putih kelabu. Ujung hidungnya ke­putih-putihan. Dahulu, kuda przewalski terdapat di Kazakhstan sampai Mongolia. Kuda ini merupakan moyang kuda sekarang.

Kuda przewalski masih ditemukan di Rusia pada tahun 1881 dan di Gurun Gobi pada tahun 1940. An­kara tahun 1942 dan 194^ pernah dilaporkan tertang­kapnya 4 ekor kuda liar ini, namun 10 tahun kemudian kuda ini dilaporkan punah.

Di kebun binatang, kuda przewalski berhasil di­biakkan dan pada tahun 1972 tercatat 200 ekor. Nama kuda przewalski diambil dari nama penemu pertama­nya, yakni Nikolai Michailovitch Przewalski (1839- 1888). Ia menemukan kuda liar ini di daerah antara Cina dan Mongolia pada tahun 1879. Kuda przewal­ski merupakan contoh baik mengenai proses kepu­nahan binatang liar akibat ulah manusia.

Usaha budi daya kuda sudah dimulai sejak tahun 4000 SM di Mesopotamia dan Cina. Menjelang tahun 2000 SM, kuda piara sudah dikenal luas di Cina, se­bagaimana terbukti oleh lukisan kuda pada porselen kuno. Di Eropa, kuda pjra dikenal sekitar pemulaan periode glasial. Akibat dari pembudidayaan kuda oleh manu sia timbul berbagai gaW kuda, antara lain kuda. kuda berikut ini.

 

Kuda arab berasal dari Arabia. Kuda ini terma ­suk tipe kuda balap. Badannya relatif pendek! punggungnya pendek dan pinggangnya hanya terdiri atas lima ruas, se­mentara kuda lain enam ruas; kuda ini tahan lapar haus, dan capek; larinya cepat; tinggi bahunya 1,5 – 1,6 meter; bobotnya an­tara 400 — 500 kilogram; dan pada umumnya ber­warna putih.

Kuda thoroughbred keturunan hasil kawin si­lang antara kuda inggris dan kuda arab. Kuda ini termasuk tipe kuda balap. Se­bagai kuda pemacek diambilkan kuda yang larinya tercepat pada tahun 1791. Berbagai macam thorou­ghbred timbul menurut banyaknya macam darah yang masuk, apakah lebih banyak darah arab atau darah inggris. Tubuhnya panjang, tinggi bahunya 1,6-1,8 meter, tengkoraknya sempit agak lurus atau agak melengkung di daerah dahinya.

Kuda australia keturunan kuda thoroughbred yang dikawinsilangkan dengan galur kuda di Australia dan kemudian diekspor ke Indonesia.

Kudapercheron berasal dari Perancis dan termasuk kuda tipe penarik. Kepalanya bersih (tidak kasar); te­linganya kecil; matanya bersinar; lehernya agak pan­jang dan condong; punggungnya pendek dan kuat; da­danya lebar dan dalam; kakinya besar dan bulat; warnanya terutama hitam dengan tutul-tutul putih di muka dan warna abu-abu gelap sampai sawo matang; tinggi bahunya 1,75 meter; dan bobotnya 900 kilo­gram.

Kuda belgia berasal dari Belgia. Tubuhnya pendek, tetapi tebal dan padat; kakinya pendek; kepalanya ke­cil; warnanya sebagian besar merah abu-abu. Kuda ini termasuk tipe penarik.

Kuda clydesdale berasal dan.jembah|Sungai Clyde, Skotlandia. Tipenya termasuk kuda penarik yang kuat. Tubuhnya agak panjang dan berotot baik; kepa­lanya agak panjang dan besar; kakinya kuat dengan sendi-sendi yang kokoh; bulunya pada pergelangan kakinya panjang sampai ke kuku; warnanya merah; dan pada bagian kaki bawah dan kepalanya putih, tingginya 1,6 meter; dan bobotnya 1.000 kilogram.

Kuda poni berukuran kecil sampai sedang. Tinggi bahunya 0,5 – 1,2 meter. Tipenya termasuk kuda pe­narik atau tunggang. Ada berbagai kuda poni, malah­an ada yang dipakai sebagai hiasan rumah seperti layaknya anjing peking.

Kuda sandel dikembangkan di Pulau Sumba; kare­na itu disebut juga kuda sumba.

 

Advertisement