Advertisement

Tiga Cara Memarkah Hubungan Sebuah Monem, Pengalaman yang akan disampaikan dapat dianggap sebagai suatu keutuhan yang mungkin diangkat dari berbagai segi oleh baha­sa. Hier it y avait fête au village ‘Kemarin ada pesta di desa’; saya dapat menjajaki suatu bahasa yang informasinya dapat dikomunika­sikan dengan tiga buah monem yang ditempatkan pada susunan sem­barang: pertama, yang secara mandiri tidak hanya mengungkapkan pengertian “fete” ‘pesta’, namun juga adanya pesta secara efektif; kedua, bukan saja menyebut sebuah desa, tetapi juga sebuah desa tempat berlangsungnya pesta; dan ketiga, padanan yang tepat dari hier ‘kemarin’ yang menyebut hari yang mendahului hari penyampai­an amanat, bukan sebagai hari itu sendiri tetapi sebagai periode tern-pat peristiwa itu terjadi. Sejalan dengan keterangan tersebut di atas, terdapat urutan monem it y avait fete ‘ada pesta’, yang mengandung, di atas segalanya, suatu monem kala lampau (-ait) yang melengkapi hier ‘kemarin’ dengan tambahan ketepatan. Pengertian “fete” (fête ‘pesta’) tidak dapat dipisahkan dari pengertian “existence effective” ‘kehadiran secara efektif (il y a ‘ada’). Kedua, terdapat urutan mo­nem au village ‘di desa’ yang mengungkapkan secara terpisah penger­tian village ‘desa’ dan pengertian “tempat terjadinya sesuatu” ber­amalgam dalam au), tanpa praduga penunjuk bahwa desa itu bukan sembarang desa (le beramalgam dalam au). Yang ketiga, satu-satu­nya yang dalam bahasa Perancis berpadanan dengan monem tunggal hier ‘kemarin’, yang menjalin hubungan yang pasti di antara hari yang mendahului hari ini dan peristiwa yang diceritakan: dapat dika­takan hier mengkombinasikan makna “di dalam” dan makna “hari yang mendahului hari ini”. Hal itu tidak berarti bahwa kita boleh menguraikan petanda kata hier menjadi dua petanda yang berbeda, namun kedua pengertian itu selalu berpasangan di dalam bahasa Pe­rancis dan membentuk satu satuan bahasa. Agar sebuah monem sederhana dapat muncul, tanpa mengubah esensi amanat, terkadang di sini dan terkadang di sana di dalam se­buah ujaran, biasanya monem itu haruslah menjadi bagian dari tipe monem seperti hier ‘kemarin’, aujourd’hui ‘hari ini’, domain ‘besok’, yang masing-masing mencakup hubungan dengan bagian ujaran yang lain. Jika tidak, kebebasan posisi dapat pula dijamin oleh pe­nambahan monem tertentu yang memarkah hubungan antara monem tadi dengan konteks, misalnya di dalam au village ‘di desa’, atau dalam bahasa Indonesia, naik mobil, bersama adiknya. Sebuah monem yang tidak menjamin hubungannya dengan konteks, dan yang tidak ditambah dengan monem penghubung, harus menunjuk­kan hubungan dengan bagian lain dari ujaran di tempat yang di­dudukinya. Rara akan dikenali sebagai objek penderita karena posisi­nya setelah mencium dalam kalimat Aria mencium Rara, dan sebagai pelaku karena posisinya sebelum mencium dalam kalimat Rara men­cium Aria.

 

Advertisement

Advertisement