TEORI-TEORI PSIKOLOGI KOGNITIF MUTAKHIR

adsense-fallback

Banyak orang terpelajar keturunan Yahudi terpaksa melarikan diri dari kejaran Nazi Jerman menjelang Perang Dunia kedua. K. Lewin dan tokoh-tokoh psikologi gestalt lainnya termasuk yang hijrah ke Amerika Serikat. Di Amerika Serikat ini, ajaran Lewin bertemu dengan aliran Psikologi Behaviorisme yang memang berasal dari Amerika Serikat sendiri dan dari pertemuan itulah lahir psikologi kognitif yang sampai hari ini merupakan salah satu aliran yang dominan di negara itu.

adsense-fallback

Inti ajaran dari aliran psikologi kognitif ini adalah bahwa segala informasi yang masuk diproses dalam kognisi manusia sebelum akhirnya dijadikan keputusan, simpulan, pandangan, sikap, atau perilaku. Wilayah-wilayah dalam lapangan psikologik menurut teori Lewin, dalam teori Kognisi yang baru dinamakan elemen kesadaran. Pada prinsipnya elemen kesadaran yang satu tidak boleh bertentangan dengan elemen kesadaran yang lain. Jika seorang gadis, misalnya, membeli baju baru yang menurutnya cantik tetapi ternyata pacarnya tidak menyukai baju itu, terjadilah . pgrtentangan antara ele.men.b.aju,.d,an elemen pacr .dalam. kognisi gadis tersebut, Keadaan ini oleh lokoh psikologi kognitif bernama. L. Festinger (1957) dinamakan disonankognitif yan pada gil’irannya membuat gadis tersebut harus melakukan sesuatu untuk menghilangan konflik antarelemen kognisi tersebut sehingga tercapai kembali keadaan konsonansi kognitif. Hal-hal yang dapat dilakukan si gadis antara lain adalah mengembalikan baju dan menukarnya dengan yang lain (yang disukai pacar), mengakui bahwa baju itu memang jelek (mengubah elemen kognisinya sendiri), atau meminta pendapat orang lain tentang baju tersebut (membandingkan dengan elemen kognisi baru).

Tokoh psikologi kognitif lainnya, F. Heider (1958) mengemukakan teori tentang hubungan antara dua orang. Hubungan antara orang pertama (P) dengan orang kedua (O) dapat dipengaruhi oleh faktor lain (X). Kalau misalnya seorang istri (P) menyukai sambal (X), sementara suaminya (O) juga menyukai sambal, maka akan terjadi hubungan yang seimbang (balanced) dan hubungan itu cenderung dipertahankan, karena P juga akan menyukai O. Akan tetapi, kalau P (istri) menyukai X (sambal), sementara O (suami) tidak menyukainya, terdapat pertentangan dalam kognisi P, yaitu antara elemen X yang disukainya dan elemen O yang tidak menyukai X, sementara seharusnya P menyukai O. Keadaan ini disebut ketidakseimbang- an (imbalanced) yang dapat menyebabkan P tidak menyukai O. Jadi, P menghindari sambal, atau O yang berusaha menyukai sambal (jika hubungan yang positif antara P dan O akan tetap dipertahankan).

 

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback