Advertisement

Suku-suku Monokotil Terpilih, SEPERTI halnya Dikotil yang tidak dapat dibedakan hanya dengan satu sifat, maka untuk pengenalan Monokotil pun tidak selalu cukup dengan kehadiran keping biji tunggal tersebut. Sifat ini selalu harus dikaitkan dengan sifat-sifat lain, termasuk:

  1. Batang yang memiliki ikatan pembuluh yang tertutup dan menyebar.
  2. Daun yang berseling, dengan urat yang khas sejajar.
  3. Jumlah bagian bunga yang hampir selalu kelipatan tiga.

Karena Monokotil dicirikan dengan suatu kombinasi sifat vegetatif dan sifat bunga, maka tidak disangsikan lagi bahwa monokotil merupakan kelompok alami. Pada kenyataannya tidak ada Monokotil yang memiliki keping biji lebih dari satu, meskipun ada sebagian kecil Dikotil yang memiliki hanya satu keping biji.

Advertisement

Monokotil telah lama diketahui sebagai kelompok yang nyata, tetapi susunan suku dalam kelompok ini sangat berbeda-beda dalam berbagai sistem klasifikasi. Misalnya dalam sistem Engler suku rumput-rumputan (Gramineae) diletakkan dekat dengan kelompok awal Monokotil, sedangkan dalam sistem Bentham dan Hooker suku ini diletakkan di ujung yang terjauh. Dalam usaha mengatasi kesulitan ini, John Hutchinson dari Royal Botanic Gardens, Kew, pada tahun 1934 menerbitkan sebuah klasifikasi baru Monokotil, dan diterima secara luas sebagai klasifikasi yang terbaik dari kelompok ini. Oleh karena itu, dalam buku ini susunan Monokotil menurut Hutchinson akan diikuti walaupun untuk Dikotil sistem Engler yang diikuti.

Menurut konsep dasar sistem Hutchinson, Monokotil yang paling primitif adalah suku-suku yang memiliki bunga yang apokarp dan hipogin dengan kelopak dan makota yang berbeda nyata; tipe demikian tampaknya membentuk mata rantai dengan Dikotil primitif, yang juga dianggap apokarp. Dimulai dari suku-suku yang memperlihatkan sifat-sifat tersebut di atas, Monokotil disusun dalam suatu urutan suku yang berakhir dengan Gramineae, yang dianggap sebagai klimaks dari evolusi monokotil. Tiga kelompok utama Monokotil dapat dikenal, yaitu:

  1. Calyciferae (mempunyai kelopak), dengan satu kelopak yang jelas, biasanya hijau, dan satu makota.
  2. Corolliferae (mempunyai makota) yang kedua daun per-hiasan bunganya kurang-lebih sama dan mirip makota (petaloid); kelompok ini kadang-kadang disebut Monoko-til yang petaloid.
  3. Glumiflorae yang perhiasan bunganya sangat tereduksi, atau hanya berbentuk sisik (lodikula) seperti pada rumputrumputan.

Kelompok Calyciferae terdiri atas suku-suku yang tidak penting, karenanya tidak akan diuraikan di sini. Untuk memberikan an tentang kisaran struktur bunga dalam Monokotil, tiga suku, yaitu Liliaceae, Orchidaceae dan Gramineae, akan diuraikan. Liliaceae, sebagai suku awal dalam Corollifereae, dipilih sebagai wakil tipe umum bunga monokotil, sedangkan Orchidaceae sebagai puncak atau klimaks evolusi bunga, pada Corolliferae dan Gramineae pada Glumiflorae.

Advertisement