Advertisement

STRUKTUR KOMUNITAS TUMBUHAN, Komunitas tumbuhan adalah unit-unit alami vegetasi dan merupakan benda nyata dan ini tampak dari kata-kata dalam pembicaraan sehari-hari seperti hutan, padang rumput, dan rawa. Tugas pertama ekologi tumbuhan adalah mempertela-kan berbagai komunitas tumbuhan secara ilmiah sehingga mereka dapat dibandingkan, diklasifikasikan atau ditelaah proses transformasi energi yang terjadi di dalamnya. Tetapi, sebelum suatu komunitas dapat dipertelakan dengan mema-dai, identitas jenis-jenis penyusunnya harus diketahui. Dalam semua penelitian ekologi sangatlah penting untuk membuat koleksi acuan dari tumbuhan, yang dipipihkan dengan hati-hati, dikeringkan dan ditempel pada kertas herbarium. Etiket yang memuat nama tumbuhan, tempat koleksi yang tepat, tanggal koleksi dan nama kolektor (pengumpul) harus di-sertakan dan ditempelkan pada setiap lembaran herbarium tersebut. Pada etiket ini dicatat pula informasi yang relevan yang tidak mungkin terlihat lagi bila tumbuhan sudah kering, seperti warna dan harum bunga. (Teknik pengumpulan dan pembuatan herbarium yang terperinci dipertelakan dalam buku kecil Instructions for Collectors No.10: Plants yang diterbitkan oleh British Museum [Natural History], London).

Tidaklah berlebihan bahwa bila daftar tumbuhan yang terdapat dalam suatu komunitas telah dibuat, tugas baru dimulai karena struktur komunitas harus pula dipertelakan. Dalam setiap komunitas yang mantap tumbuhan terdapat dalam ukuran yang berbeda-beda dan .tersebar sedemikian rupa sehingga membentuk pola tiga dimensi yang tidak tampak pada daftar jenis. Pertelaan tentang struktur suatu komunitas tumbuhan menyangkut penilaian tentang kelimpahan nisbi dan susunan vertikal jenis-jenis penyusunnya.

Advertisement

Penilaian Kelimpahan

Cara yang paling sederhana dan paling cepat untuk menyatakan kelimpahan adalah memberi taksiran kelimpahan bagi setiap jenis dalam komunitas dan dinyatakan dengan lambang konvensional seperti m = melimpah, s = sering, k = kadangkadang, dan j = jarang. Penilaian subjektif seperti itu mengandung derajat kesalahan yang besar karena faktorfaktor selain kelimpahan dengan tidak disadari mempengaruhi pertimbangan si pengamat. Termasuk di antaranya adalah ukuran jenis yang dinilai (misalnya tumbuhan besar cenderung untuk diberi penilaian lebih besar daripada tumbuhan kecil), pola penyebaran (misalnya suatu jenis yang membentuk kelompok dengan jelas lebih mencolok daripada jenis-jenis yang tersebar merata) dan situasi berbunga (misalnya jenis yang sedang berbunga penuh pada waktu dilakukan penilaian memperoleh taksiran lebih tinggi daripada jenisjenis yang tidak berbunga). Selain dari itu pengamat yang berbeda menggunakan standar yang berbeda sehingga suatu jenis yang dinilai ‘sering’ oleh seorang pengamat mungkin saja dinilai ‘melimpah’ atau ‘kadang-kadang’ oleh pengamat lain.

Ketiadaan standar umum untuk ‘kelimpahan’ dan ‘keja-rangan’ merupakan sumber kesalahan yang tidak dapat dihindarkan dalam penggunaan lambang-lambang konvensional. Meskipun demikian, lambang-lambang yang memberi batasan kelimpahan dengan ukuran yang lebih pasti lebih sedikit mengalami kesalahan interpretasi karena, setidaktidaknya dalam teori, satu-satunya penyimpangan adalah ketelitian pengamat dalam menaksir ukuran kelimpahan seperti yang didefinisikan oleh lambang. Berbagai metode untuk mempertelakan vegetasi dengan menggunakan lambang-lambang yang didefinisikan dengan jelas telah dibuat, seperti skala penutupan kelimpahan Braun-Blanquet yang telah digunakan secara luas oleh ekologiwan Eropa (daratan). Menurut sistem Braun-Blanquet setiap jenis dalam sebuah komunitas diberi penilaian berdasarkan kombinasi kelimpahannya dan luas tanah yang tertutup jenis tersebut yang disebut penutupan. Terlihat bahwa angka-angka besar dalam skala ini ditentukan oleh persentase penutupan, dan angka-angka kecil oleh kelimpahan. Keuntungan dari kompromi ini adalah bahwa nilai penutupan untuk menunjukkan kepentingan nisbi berbagai jenis ditekankan, tetapi sekaligus kesulitan praktis untuk mencoba menilai penutupan tumbuhan kecil yang banyak sekali dihindari. Meskipun ada kekurangan-kekurangannya, skala Braun-Blanquet ini mempunyai banyak manfaat, terutama bila vegetasi yang harus disurvei itu luas sedangkan waktu yang tersedia sedikit. Botaniwan yang menggunakan skala ini mengatakan bahwa, dengan latihan, hasil yang diperoleh peneliti-peneliti yang berbeda dari tempat yang sama adalah tidak berbeda.

 

 

 

Advertisement