Advertisement

SISTEM OSMOSIS TERTUTUP, Osmosis merupakan contoh dari apa yang disebut suatu sistem osmosis terbuka, sebab ada sebuah tabung tegak yang di dalamnya larutan akan naik jika lebih banyak air masuk. Marilah sekarang memperhatikan sebuah contoh sistem osmosis tertutup yang tidak memiliki tabung untuk menampung air pendatang seperti tadi. Jika suatu larutan gula mengisi penuh sebuah kantung tertutup yang dindingnya elastik serta semi-permeabel, dan kantung itu dibenamkan ke dalam air murni (  9.4), maka mula-mula air akan mudah masuk, tetapi kantung segera mengambang dan dindingnya akan meregang. Dengan membangkitkan daya tahan terhadap pengembangan lebih lanjut, dinding kantung rang meregang itu mengeluarkan tekanan ke dalam terhadap arutan, yang mengakibatkan peningkatan nilai V larutan. Jika ebih banyak lagi air memasuki kantung, dinding makin meregang sampai pada titik batas, asalkan kantung tidak meledak, maka tekanan ke dalam dari dinding sama dengan -.:Notensi osmosis larutan gula dalam kantung. Pada titik keseimbangan ini nilai v larutan akan sama dengan pada air nurni di luar, sehingga tidak akan ada gerakan air dalam kantung.

Sistem osmosis tertutup berbeda dengan sistem osmosis terbuka, terutama pada cara penggunaan tekanan yang timbul pada larutan sebagai akibat dari osmosis itu. Pada sistem terbuka tekanan digunakan dalam pembentukan tekanan hidrostatik larutan, sedangkan pada sistem tertutup tekanan digunakan untuk pengembangan tekanan dinding ke dalam. Sistem osmosis tipe tertutup sangat sejajar dengan yang ada pada sel tumbuhan hidup, yang lalu lintas air di dalamnya akan diuraikan dalam bab selanjutnya.

Advertisement

 

Advertisement