Advertisement

Sintagma Otonom Cenderung Beramalgam, Otonomi yang dimiliki sintagma yang mengandung monem fungsional sangat jelas digambarkan oleh perilaku bentuk-bentuk nominal dalam bahasa Latin, di mana setiap bentuk dilengkapi dengan apa yang disebut desinensi kasus yang sering kali cukup untuk menunjukkan fungsi bentuk tersebut dan yang memberi kepada pe­nutur kebebasan konstruksi tertentu. Otonomi himpunan itu di­imbangi oleh kesatuan yang lebih akrab di antara monem-monem pembentuknya: di dalam sebagian besar bahasa, sintagma otonom cenderung membentuk suatu kesatuan tekanan yang dapat makin era t hubungannya sehingga hilanglah semua gejala yang menyertai jeda. Kecenderungan mengurangi otonomi unsur-unsur sintagma itu dikekang selama monem-monem pembentuknya tetap terpisahkan, artinya selama di antara pembentuk utama dapat diselipkan satu atau sejumlah monem: dengan gembira, dengan sangat gembira, de­ngan rasa sangat gembira. Jika tidak, evolusi fonetik dapat dengan cepat mengaburkan batas-batas di antara penanda: fonem-fonem akhir atau awal dari penanda itu yang secara terus-menerus berada dalam konteks tertentu, mungkin mengalami tekanan dari konteks­nya: di dalam bahasa Indonesia, fonem tak bersuara yang terdapat di awal kata cenderung luluh apabila bersatu dengan imbuhan tertentu, misalnya karang, pengarang, mengarang; pinta, peminta, meminta, tan’, penari, menari; sayang, penyayang, menyayangi. Gejala seperti inilah yang merupakan awal dari varian penanda. Hasil yang ekstrem dari kecenderungan ini adalah tumpang tindihnya penanda sehingga terbentuk amalgam sempurna: Perancis; au (a + le); Inggris: cut (cuted).

Pengaruh yang terjadi di antara dua penanda yang bersentuhan sering kali disertai oleh saling pengaruh petandanya: monem mata dan air mempunyai makna yang sangat berbeda di dalam mata air dan di dalam mata uang atau air mancur, dan amalgam bentuk yang menghasilkan au dari a + le, sama dengan amalgam semantik dalam mata sapi yang menunjuk sebuah benda yang sama sekali tidak sama dengan mata maupun sapi. Namun, fakta itu hampir tidak ada hubungannya dengan monem fungsional dan monem yang dijelaskan fungsinya karena kebutuhan komunikasi menuntut bahwa individu­alitas setiap monem tetap utuh.

Advertisement

Advertisement