Advertisement

Setiap Bahasa Memiliki Bunyi yang Khas, Demikian pula halnya dengan bunyi bahasa: vokal di dalam kata Inggris bait bukanlah e yang dilafalkan dengan aksen Inggris, dan yang terdapat di dalam kata bit bukan pula i yang dilafalkan secara menyimpang oleh orang Inggris. Perlu dipahami bahwa di daerah artikulasi di mana bahasa Indonesia membedakan antara sebuah i dan sebuah e, bahasa Inggris mengoposisikan tiga tipe vokal yang di­ungkapkan di dalam kata-kata beat ‘memukul’ , bit ‘sedikit’ , dan bait ‘umpan’. Ketiga tipe vokal tersebut tidak mungkin dipersamakan de­ngan i, e Indonesia. Konsonan yang dalam ejaan Spanyol ditulis dengan s, dan yang dalam bahasa Castila dilafalkan sedemikian rupa sehingga mengingatkan kita pada konsonan awal syak, bukanlah s maupun sy. Sebenarnya dari sejumlah lafal yang ada, bahasa Indone­sia mengambil dua tipe, yaitu konsonan awal dari kata siak dan kata syak, sedangkan bahasa Spanyol hanya memiliki satu tipe yang tidak mungkin disamakan dengan konsonan awal siak maupun syak. Apa yang disebut “aksen” asing merupakan pengenalan yang menyimpang dari satuan-satuan bUnyi yang terdapat di dalam dua bahasa. Melihat konsonan awal kata Perancis tout, Inggris tale, Jerman Tat, Rusia tuz, dan Jawa tur sebagai varian dari tipe konsonan yang sama, sama berbahaya dan kelirunya dengan menganggap kata Perancis prendre, Inggris take, Jerman nehmen, Rusia brat’ dan Indonesia mengambil sebagai padanan dari realitas yang sama yang telah ada sebelumnya.

Advertisement
Advertisement